SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 142 Penuh Pengorbanan


__ADS_3

Piramida Bantala.


Josephine yang asli kembali berdiri, tinggal Josephine yang membawa Infernal Spear yang masih ada. "Infernal spear: On rush!"


Josephine yang membawa Infernal Spear menodongkan Infernal Spear ke arah Eternal Death Worm. Lalu menumpu pada kaki kanan dan melesat dengan Infernal Spear dengan ujung berputar cepat.


'Klang-klang-klang!' Ujung tombak berputar cepat dan mencoba melakukan penetrasi ke tubuh Eternal Death Worm untuk menusuk. Tapi kulitnya terlalu keras, dengan sekuat tenaga kembaran diri Josephine mendorong Infernal Spear, "Aaaargh ...!" Urat otot disekujur tubuhnya menegang.


'Zrash!' Infernal Spear berhasil menembus tubuh besar Eternal Death Worm, "Rogue of Bahamut!" teriak Eternal Death Worm dengan suara berat dan menggelegar.


Tubuhnya diselimuti aura coklat, bebatuan di sekitarnya melayang dan masuk ke dalam lubang di tubuh Eternal Death Worm yang telah dibuat oleh Josephine. Seketika lubang itu menutup dengan terhisapnya batu yang sangat banyak ke dalam lubang.


Eternal Death Worm tertawa jahat, untuk menekan Josephine yang asli, "Aku adalah ras deity. Kamu itu hanya manusia lemah yang mencoba menjadi ras Leviathan. Lebih baik, serahkan jiwamu padaku, untuk aku lahap. Arcadia Zevalux!"


Muncul lubang di ekor Eternal Death Worm yang besar, di dalamnya seperti mulut banyak gigi taring yang sangat tajam. Josephine yang membawa Infernal Spear terhisap masuk dan menjadi kepulan asap.


Rasa sakit setelah kehilangan kembaran diri Josephine, ia tahan. Meskipun sudah 5 kali memuntahkan darah hitam, "Aaaaargh ...! Aku tak mau mati! Aku akan habisi kau, cacing tanah!"


Sayap hitam di punggungnya bertambah satu pasang. Keempat pasang sayap itu mengepak dengan bertambahnya kedua pasang Josephine, dan memunculkan empat saja Infernal, yaitu Vengeful Sword, Death Scythe, Infernal Spear, dan Exodus Sword.


Josephine terbang cepat ke arah Eternal Death Worm, "Gravity!" Magic seal seluas 100 meter berwarna merah muda muncul untuk menjatuhkan Josephine.


'Cwuszh!' Dengan sigap Josephine berteleportasi menggunakan skill blink ke langit di ketinggian 1000 meter dari permukaan tanah.


Skill gravity hanya punya darik sampai 200 meter ke atas. Josephine berteleportasi setinggi itu untuk menghindarinya.


Josephine menyeringai tajam dan berkata, "Akan aku habisi sekarang juga. Rapid stick lance! Death slash! Final Dark Exodus! Almighty archion push!"


9 pasang manik mata Eternal Death Worm berkeliling mencari keberadaan Josephine. Baru saja melirik, ratusan Infernal Spear menghantam tubuhnya secara beruntun.


'Boom-boom-boom!'

__ADS_1


"Absolut Devastation" Tubuh Eternal Death Worm menghitam legam dan sangat keras. Serangan beruntun itu tak mampu menggores kulitnya.


'Slash-slash-slash!' Sejurus kemudian, siluet sabit besar berwarna ungu berhasil memotong delapan kepala Eternal Death Worm.


"Groaaar ...!" Satu kepala Eternal Death Worm yang tersisa meraung kesakitan. Serangan Josephine tidak berhenti disitu, tembakan sinar laser besar berwarna ungu, ditembakan dari ujung bilah Exodus Sword yang terarah ke Eternal Death Worm.


'Swush! Boom!' Sinar laser besar menghantam tubuh Eternal Death Worm dan menekan kuat tubuhnya, hingga tercetak cekungan kawah yang sangat besar.


Josephine mengeratkan tangan yang memegang gagang Exodus Sword dan berteriak berapi-api, "Mati kau cacing tanah! Aaaargh ...!"


Sinar laser besar itu bertambah besar dan punya daya dorong lebih kuat. Tubuh Eternal Death Worm tertekan semakin kuat dan meraung kesakitan, "Groaaar ...!"


Sebelum Eternal Death Worm terkena serangan terakhir dari Josephine. Tubuhnya menyusut menjadi bentuk manusia berkepala empat,di kanan wajah sedih, di kiri wajah tertawa dan di belakang wajah jahat.


'Boom!' Serangan gelombang kejut berwarna hitam yang dikeluarkan dari Vengeful Sword hanya menghantam permukaan batu. Eternal Death Worm yang sudah menjadi bentuk manusia setengah monster dengan empat wajah, sudah menghilang dari pandangan Josephine.


Hera nama bentuk manusia dari Eternal Death Worm, tertawa jahat di belakang tubuh Josephine, yang masih melayang di ketinggian 1000 meter. "Dasar manusia rendahan! Jangan kau pikir bisa mengalahkanku semudah itu. Mati kau bocah!"


Hera memukul Josephine di punggungnya dan terpental menabrak permukaan tanah dengan sangat keras hingga meledak. Muncul cekungan kawah di bawah tubuh Josephine, cukup luas dan dalam. Kepulan asap dan debu menghalangi pandangan.


Josephine bajunya compang-camping, beberapa tulang di tubuhnya patah, dan nafasnya tak beraturan. Untung saja di setengah ras Leviathan, jika Divya atau manusia biasa, jatuh dari ketinggian 1000 meter, tentu saja tubuhnya hancur.


Hera berteleportasi dengan skill teleportasi space dan muncul di depan Josephine yang masih tertelungkup. Kaki Hera menginjak kepala Josephine, "Telekinesis!" katanya.


Keempat senjata Infernal Josephine melayang, injakan kakinya semakin kuat hingga Josephine berteriak keras, tapi Hera dengan tatapan dingin dan penuh nikmat, sangat senang melakukan penyiksaan ini.


Satu persatu tangan Josephine ditarik secara paksa hingga tercabut dari persendian bahu Josephine.


"Aaaaa ...! Sakit!" Josephine berteriak, namun tak bisa melakukan apa-apa. Vengeful Sword ditusukan ke tangan yang sudah putus dan tertancap di permukaan tanah.


Hera menyeringai, dan tertawa jahat lalu berkata, "Apakah kau menyerah?"

__ADS_1


"Tidak ...!" Josephine berteriak dengan tegas.


Sekali lagi tangan Josephine sebelah kiri ditarik secara perlahan, dan Josephine kembali berteriak keras. Hera sangat menikmati penyiksaan ini.


Exodus Sword kembali ditusukan pada tangan yang sudah lepas dan ditancapkan ke permukaan tanah.


Josephine tiba-tiba tertawa jahat dan berkata, "Dasar bodoh! Kau malah menggangu macan yang sedang tidur."


Tubuh Josephine yang putih pucat dipenuhi ruam berbentuk akar berwarna ungu, ruam-ruam akar tersebut menonjol. Kedelapan sayap Josephine mengepak keras hingga menyabet Hera dan mementalkannya.


'Bang! Brak!'


Tubuh Hera menabrak bebatuan hingga jebol. Keempat senjata Infernal Josephine hilang bersamaan dengan hilangnya sepasang tangan yang tercabut dari persendian tangan Josephine.


"Chaos power!"


Josephine membentuk bola hitam keunguan berdiameter 10 cm di ujung telunjuk kanannya. Tangan kanannya diangkat, bola itu membesar diselimuti petir ungu dan angin menderu-deru.


4 pasang sayap mengepak cepat, Josephine terbang tinggi di ketinggian 300 meter dan siap melemparkan bola hitam keunguan sebesar 50 meter.


'Swush!' Bola itu dilempar sangat cepat dan menghantam Hera. "Gravity!" Hera mencoba meringankan dorongan bola tersebut dan menahannya dengan kedua tangannya.


Tapi perkiraan Hera salah, semakin diperingan bola itu semakin berat. Hera tidak menyerah, "Planetary Devastation!" Dari dalam mulut keempat wajah Hera keluar bola hitam seukuran baseball.


Keempat bola hitam tersebut, menghisap apapun termasuk bola hitam keunguan Josephine. Tapi lagi-lagi malah kebalikannya, bola hitam keunguan Josephine yang menghisap keempat bola hitam hera. Dan ....


'Bookooom!'


Hera meledak, siluet jamur setinggi 100 meter membumbung tinggi dan kepulan debu serta asap menghalangi pandangan. Ledakan itu juga menggetarkan semua wilayah seluas 100 hektar di dalam piramida bantala.


'Swush!' Gelombang kejut dan deru angin bertubrukan hingga menyebabkan fluktuasi udara. Bahkan bebatuan dan bukit batu pun rata dengan tanah. Josephine tertawa puas melihatnya karena berhasil membunuh Hera, "Mampus kau bangsat! Ha-ha-ha ...."

__ADS_1


__ADS_2