
"Ayo, kita pergi Boy. Aku mohon jangan buat keributan, kita disini untuk menyelesaikan misi yang mungkin terlalu rumit."
Ryuga berjalan cepat diikuti Boy, meski kecerdasan Boy meningkat, tapi ia harus tetap tunduk dan patuh pada Ryuga.
Ryuga keluar dari gedung Asosiasi ke arah kiri dan bertanya pada seorang nenek-nenek mengenai restoran terkenal di Uni Emirat Arab, tepatnya kota Dubai yang sekarang berganti nama menjadi Obelisk City.
Nenek itu menunjukan gedung berlantai 50, namanya Restoran Egyptian. Restoran tersebut hanya kalangan atas yang diperbolehkan masuk, termasuk ASSAT.
Kemanannya juga sangat ketat, untuk masuk harus pindai retina, wajah dan ibu jari ditambah lencana bangsawan atau lencana jabatan.
"Terima kasih nek." Ryuga menunduk hormat dan tersenyum manis, lalu memberikan uang Rp.50.000.
Tentu saja membuat nenek itu jantungnya mau copot. Bagaimana tidak, 1 rupiah setara dengan 10.000 dirham saat ini. Berarti setara 500.000.000 dirham. Dalam sekejap nenek tersebut bisa kaya raya.
"Ti-tidak usah, nak. Itu terlalu banyak." Ryuga bingung dengan penolakan nenek karena tak mengerti, bahwa mata uang rupiah saat ini adalah mata uang raksasa di seluruh dunia.
"Sudah, nek. Terima saja, aku memaksa." Ryuga menarik lengan Boy ke arah restoran Egyptian. Tujuan Ryuga bukan hanya makan tapi mencari informasi sebanyak mungkin dan seakurat mungkin tentang pusara yang di dalamnya ada portal misterius.
Sontak Ryuga dan Boy yang mendaftar misi rank SSS di Asosiasi Divya itu pun kabarnya cepat menyebar. Boy berjalan di depan karena merasa sangat lapar, tapi setibanya di pintu lobi gedung Egyptian dia di hentikan membuat Ryuga tersenyum kecut.
"Berhenti! Menara Egyptian wilayah terlarang untuk orang lemah dan miskin seperti kalian!" Penjaga itu membentak.
Penjaga di menara Egyptian hampir semuanya berlevel 7 tapi dengan level kuasa rata-rata level 3 dan mempunyai pet monster di level Mythril. Tentu saja ras monster mereka Dragonoid, walau bentuknya bukan naga.
"Oh, lemah dan miskin ya?" Ryuga sudah berada di belakang pria kekar itu dan mengeluarkan lencana ASSAT juga lencana guild leader Storm Gravity, "Bagaimana dengan ini dan ini?"
"Rasanya aku ingin membuat keributan disini. Jika bukan karena misi ini terlalu rumit, aku sudah habisi mereka disini," batin Ryuga kesal.
Penjaga itu hanya terdiam dan memindai dua lencana Ryuga lalu berbisik pada teman penjaganya. Teman penjaganya itu hanya mengangguk beberapa kali lalu berkata, "Baik, identitas kalian diterima. Tapi hanya dilantai satu, karena guild kalian bukan apa-apa dan miskin. Meskipun kau ASSAT tapi kau hanya ASSAT cadangan."
__ADS_1
Ryuga seperti tersambar petir tapi membuatnya mengeraskan rahang, ingin rasanya muka kedua penjaga itu Ryuga hajar sampai tak terlihat lagi.
Ryuga dan Boy masuk dan hanya dilantai satu menara Egyptian. Suasananya cukup ramai, dari pintu lobi Boy dan Ryuga ke arah kiri, mereka memilih meja yang berdekatan dengan kaca pembatas gedung sambil mengamati keadaan.
"Boy, pesan sepuasanya!" seru Ryuga.
Boy langsung menekan tombol dimeja dan memunculkan menu makanan berbentuk panel hologram dan ada gambar makanannya. Boy kalap memesan makanan sangat banyak walau makanan itu cukup mahal harganya.
Ryuga hanya menggeleng ketika melihat Boy menekan hampir semua menu pasa setiap baris panel hologram.
Sembari menunggu makanan itu datang membuat Ryuga bosan. Dalam pikirannya masih memikirkan tentang batu logam Titanium masih tersisa tujuh bongkahan. Telinganya juga Ryuga tajamkan pendengarannya untuk mencari informasi.
"Aku hanya punya mayat Azure Dragon, Cerberus, dan Blaze Qirin. Sedangkan King Of Abigail, Hydra Kitsune dan Winged Garuda Phoenix mayatnya tidak dapat diketemukan. Aku ingin membuat senjata seperti Blackball yang lebih efisien untuk Rany dan dimasukan mayat 6 Ancient Beast God di dalamnya. Tapi hanya ada 3 mayat Ancient Beast God, bagaimana ya caranya?" pikir Ryuga sangat kebingungan.
Satu persatu makanan datang, Ryuga sudah tak bernafsu makan akibat tindakan merendahkan para Divya dan kedua penjaga di menara Egyptian. Ia makan hanya satu piring nasi Briyani, hanya untuk mengganjal perut.
"Hm!" Boy hanya menganggukan kepala.
[Blangtungpak Blaem-Blaem]
[Juragan, aku bisa membentuk kembali mayat Ancient Beast God King Of Abigail, Winged Garuda Phoenix dan Hydra Kitsune. Biayanya 100.000.000.000 dirham. Apakah juragan mau?]
[Ya/Tidak]
Ryuga tersedak melihat layar panel hologram biru di depannya dan membatin, "Apakah kamu sudah tak waras Evolt. Mana mungkin aku punya uang sebanyak itu, aku memang punya uang sekitar 500.000.000.000 tapi itu uang Guild dan Emperor Group. Aku tidak akan menggunakannya, itu semua harus aku kelola dengan bijak."
[Dasar juragan kuper! Apakah juragan tidak tahu jika mata uang rupiah adalah mata uang raksasa di seluruh dunia dan nilai tukarnya di setiap sektor berbeda-beda. Tapi nilainya sangat fantastis, contohnya disektor Nagana. 1 rupiah setara dengan 10.000 dirham]
"Jadi aku cukup mengeluarkan 10 juta rupiah maka syarat pembayaran terpenuhi?" sahut Ryuga dalam batin.
__ADS_1
[Yoi, Juragan. Bukan hanya itu, Evolt berikan bonus, semua mayat Ancient Beast God sudah diektraksi menjadi Crystal Ball. Jadi cukup dimasukan ke dalam Arc Of Embodiment maka semuanya selesai. Tapi dibutuhkan 7 batu logam Titanium untuk membuat senjata yang juragan inginkam saat ini]
"Lakukan!"
[Memotong Rp.10.000.000 atau setara 100.000.000.000 dirham dari saldo sistem]
[Selamat, juragan mendapatkan Crystal Ball Azure Dragon]
[Selamat, juragan mendapatkan Crystal Ball Cerberus]
[Selamat, juragan mendapatkan Crystal Ball King Of Abigail]
[Selamat, juragan mendapatkan Crystal Ball Blaze Qirin]
[Selamat, juragan mendapatkan Crystal Ball Hydra Kitsune]
[Selamat, juragan mendapatkan Crystal Ball Winged Garuda Phoenix]
[Semua Crystal Ball sudah ditransfer ke inventori sistem]
Ryuga mengeluarkan Arf Of Embodiment membuat penjaga yang sedang berpatroli di meja pelanggan sedikit curiga, takut Ryuga berbuat onar karena mengeluarka magic rune di telapak tangan kirinya.
"Apa yang anda lakukan tuan? Mohon jangan membuat keributan!" tegasnya.
"Maaf, tuan. Aku hanya seorang Blacksmith yang kebetulan akan membuat senjata karena tak sempat. Pelangganku seorang yang hebat memainkan pedang, tapi terburu-buru ingin masuk pusara itu dan aku harus menyelesaikan pesanan pedangnya hanya dalam waktu 1 jam." Ryuga beralasan.
Tentu alasan Ryuga membuat penjaga itu kebingungan dan tidak percaya. Bagaimana mungkin Blacksmith membuat senjata dengan magic rune bukan dengan palu dan memanaskan batu logam.
"Apakah tuan tahu tentang toko senjata bernama Branz? Silahkan lakukan pengecekan, aku yakin tokoku itu sudah terkenal di internet." Ryuga tersenyum smirk.
__ADS_1