
Fayfreyya mengerahkan semua pasukannya untuk mencari Ryuga. Apalagi dia mendapatkan informasi, jika Ryuga menyimpan 6 Ancient Beast God, dan 4 Ancient Of Weapon God.
Fayfreyya semakin bersemangat mengejar Ryuga. Setelah merasakan kehebatan Yamato, katana yang Ryuga miliki.
Semua tentara dan polisi menyisir setiap tempat di setiap sudut wilayah sektor Nagana.
Untuk masuk pusara saja, semua identitas diperiksa. Tapi pasukan Ryuga tidak kalah akal, menjarah pusara dengan masuk menggunakan teleportasi.
Hanya dalam satu hari 80% pusara rank F dan rank E semuanya dijarah habis dan diruntuhkan oleh pasukan Ryuga. 100% pusara rank D dan rank C sudah diruntuhkan, kerja Holdem, Veesaki, Friska, Enisha, Jarred, Kozaru, dan Virga sangat cepat.
Ryuga termangu duduk di kursi, sampai-sampai makanan yang dihidangkan oleh Filza dingin, "Kenapa sayang? Ada apa?" tanyanya khawatir.
Ryuga bungkam seribu bahasa, ia bingung menjelaskannya mulai darimana. Akhirnya ia punya inisiatif, "Teman dekatku tewas dibunuh wanita jadi-jadian itu. Dia Jendral Sviska, aku ingin membalas kematiannya," jelasnya.
Filza menangkap maksud lain dari Ryuga, terlihat dari tatapan matanya, "Yakin hanya teman dekat? Tapi kenapa tatapanmu berbeda?" tanya Filza menelisik, "Itu perempuan bukan laki-laki."
Ryuga menghela nafas panjang dan berkata jujur, "Aku memang ada main dengannya. Aku berniat menjadikannya istriku suatu saat nanti. Aku harap kamu mengerti, aku hanya merasa jika dirimu seorang tak cukup melayani nafsu kejantananku ini."
Kali ini Filza yang bungkam seribu bahasa, bingung mau jawab apa. Pertama karena memang Ryuga jadi seperti ini karena masalah yang lalu dengannya, kedua dia masih polos dan belum pernah berhubungan s*x dengan Ryuga. Jadi belum bisa menjawab apa yang Ryuga tegaskan padanya.
"Haruskah aku juga kau cicipi sekarang seperti wanita yang pernah kamu cicipi di luar?" Filza membanting pandangan ke bawah dan air matanya terjatuh deras.
Ryuga mengernyitkan dahi, dan merasa bersalah tidak bisa menjaga hati Filza saat ini, bahkan selamanya ia akan terus menduakannya.
"Maafkan aku yang tak bisa setia padamu. Jika kamu ingin pergi, aku pasrah kali ini," tuturnya menundukan wajah dengan penuh penyesalan dan melanjutkan, "Wanita suci sepertimu tak pantas bersamaku sedari awal. Aku buka laki-laki yang suci seperti yang kamu inginkan."
Ryuga bangkit dan pergi tanpa menoleh sedikit pun pada Filza yang sedang menangis.
Filza merasakan sakit yang amat sangat dikecewakan oleh laki-laki yang sangat cintai. Sudah kesekian kalinya Ryuga menyakitinya dengan membawa perempuan lain, tapi kali ini hatinya sudah hancur luluh lantak.
__ADS_1
"Winged Goddes Frost! Hyper Frost!"
Filza yang masih menangis, hingga matanya sembab memunculkan 6 pasang sayap kristal putih dipunggungnya. Lalu terbang melesat sangat cepat menembus pintu bangker.
Rany melihat hal tersebut menyusul Ryuga dan mencengkram kerahnya. Dengan penuh emosi Rany menampar Ryuga, "Kamu selalu saja buat masalah. Sekarang aku juga tak ingin bersamamu lagi."
"Aku juga." Anilika menimpali diikuti Vanya. "Summoning: Nidhogir, Sliepnir, Deep Stalker!"
Muncul magic rune berwarna putih memunculkan Sliepnir, Nidhogir dan Deep Stalker. Rany, Vanya, dan Anilika menaiki monster panggilan milik Anilika.
Kemudian terbang melesat cepat mengejar Filza yang pergi ke arah sektor Martapura, tepatnya Perancis.
Ryuga saat ini termenung memeluk kedua lututnya di dekat danau di dalam hutan gurun kematian.
"Demi kamu sayang, aku berkata jujur dan mereka meninggalkanku," gumamnya menitikan air mata mengingat senyum Sviska.
Gadis berjubah coklat menutupi mukanya tiba-tiba duduk disamping Ryuga, "Kadang memang sangat sesak kehilangan orang yang kita cintai. Walau awal datang dia hanya sebagai pelampiasan n*f*u."
"S-siapa k-kamu?" tanyanya gugup.
"Aku?" Wanita berjubah coklat itu membuka tudung yang menutupi kepalanya dan topeng putihnya. Wajah itu membuat Ryuga langsung mengeluarkan Dagger Flute dan bersiap membunuhnya, "Sabar, jangan langsung emosi. Aku bukan Fayfreyya. Bukankah kita pernah bertemu di Dragon Den?"
Mendengar penyangkalan wanita berjubah itu Ryuga menurunkan Dagger Flute, tapi tidak menurunkan kewaspadaannya. "Tapi kenapa wajahmu sangat mirip dengannya? Apa yang kau inginkan dariku?"
"Seharusnya kamu tidak mengusik Dragon Den dengan menghancurkan portalnya. Sebelum kedua adikku diketemukan-"
"Aku tidak salah, justru menyelamatkan sektor Nagana. Jika terus seperti itu mereka akan terus mati dan menjadi Draco Crystal," potong Ryuga emosi dengan pernyataan Kena Evileya Landfall.
"Tapi kamu terlalu terburu-buru. Hasilnya lihat sekarang." Ryuga menunduk menyesal hasilnya terlalu jauh dari ekspektasinya, 100% sektor Nagana di penuhi pusara dan dikuasai oleh Fayfreyya. "Jika kamu bersabar, pengorbananku takan sia-sia. Fayyed pasti akan menyerahkan tubuh Athena Evileya Landfall dan Freya Evileya Landfall padaku. Meski tubuhku akan jadi miliknya."
__ADS_1
"Maksudmu kalian?" Ryuga melebarkan mata.
"Tidak, kami bukan kembar. Tapi klan Evileya memang terlahir memiliki wajah yang sama dan klan Landfall terlahir memiliki mata yang sama yaitu mata darah bulan atau Bloodmoon Eye. Athena dan Freyya adalah adikku. Aku tahu rencana Fayyed itu apa," sergah Kena sembari menjelaskan semua yang terjadi sebenarnya.
"Apa itu?" Ryuga penasaran.
***
Flashback 3 tahun yang lalu.
"Bloodmoon Barrage!"
"Whirlwind Emperor!"
Athena menusuk Freya dengan Enerkyl Zilan sangat cepat, dan Freya menangkisnya dengan memutar Golden Emperor sangat cepat.
'Trang-trang!' Ninjato dan tongkat emas itu beradu hingga memercikan percikan api di sekitar tubuh mereka. Bukan hanya itu tanah di sekitar mereka juga retak.
"Hai, kalian terlalu berlebihan!" teriak Kena sedang duduk memperhatikan mereka berdua latih tanding di kediaman klan Evileya.
"Ha-ha-ha ...." Athena dan Freya menghentikan serangan mereka dan tertawa terbahak-bahak sembari menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal.
Lalu mendekati Kena, "Kak, bagaimana nasib Fayyed? Kasihan dia, harus kehilangan semua anggota klannya?" tanya Freya lembut dan khawatir.
"Tidak apa-apa. Dia sedang istirahat, satu sampai dua hari lagi Fayyed akan pulih. Aku juga akan memberikan jabatan ASSAT padanya, aku juga sudah lelah menjaga kalian." Kena terkekeh membuat Athena dan Freya cemberut.
Pasalnya mereka berdua tak pernah jauh dari Kena. Kakak yang selalu menjaga dan menyayangi mereka berdua, bukan hanya kuat juga cerdas serta ahli strategi.
"Apakah tidak terlalu cepat kak, memberikan Fayyed jabatan itu. Bukankah Fayyed belum bisa mengendalikan Scimitar? Akan berbahaya jika Scimitar mengendalikan pikirannya," sergah Athena.
__ADS_1
"Kamu benar." Kena mengangguk dan melanjutkan, "Untuk itu aku sendiri yang akan melatihmya sendiri."
"Oh, baguslah. Tak perlu aku melatih Bloodmoon Style pada Fayyed karena itu takan berguna baginya." Athena terkekeh.