
Tubuh besar Bastion setinggi 30 meter dan 9 kepala, tercetak lubang-lubang kecil dari bekas tusukan Yamato. Darah hitam membanjiri tubuhnya, limbung dan tewas seketika, hingga tubuhnya jatuh dengan sembilan kepala menghantuk permukaan tanah.
Josephine mengeraskan rahang, monster panggilan miliknya yang berada di level Duranium. Dengan sangat mudah, Ryuga bunuh tanpa berkedip.
"Groaaar ...!" Josephine meraung keras dan menggelegar. Tubuhnya di selimuti oleh aura hitam yang sangat pekat, ruam otot yang berbentuk akar berwarna ungu di sekujur tubuhnya semakin menonjol.
Pasukan Josephine juga diselimuti aura kegelapan yang sangat pekat, kuku dan taring mereka memanjang. Mereka berlari ke arah Ryuga dengan sangat beringas.
Ryuga berteleportasi dan muncul di atas pasukan Josephine. Sesaat tubuhnya melayang dan mengepalkan tangan lalu di angkatnya setinggi dada, "Eternal of exctinction!"
Semua wajah teman-teman Ryuga, yaitu Filza, Kira, Vanya, Gemusha, dan Imusha pucat pasi serta sangat ketakutan. Seakan mereka merasa dunia di dalam portal memory of heaven akan kiamat.
"Guru Kira. Kita harus bagaimana? Ryuga sudah bukan Ryuga lagi. Dia mengerikan, dari auranya saja dia bisa menghancurkan apapun. Guru, tolong lakukan sesuatu!" pinta Filza.
Tubuh Ryuga diselimuti aura ungu, semakin lama semakin pekat. Dia menyeringai dan tersenyum licik.
Akira juga menyadari satu hal, dia juga harus menyelamatkan dirinya sendiri juga Josephine. Begitu berteleportasi ke belakang tubuh Josephine, Ryuga tiba-tiba muncul di depannya dan melayangkan pukulan hingga terpental ke arah Kira.
Kira reflek dan memindahkan tubuh Akira dengan skill teleportation space dan memunculkannya tepat di sampingnya.
Akira tidak apa-apa, hanya sediki terhuyung, "Aku sudah katakan. Jangan campuri urusan mereka berdua," tegas Kira.
"Apa kamu gila, pria tua! Dia bisa mati!" Akira menunjuk Josephine yang sedang dibombardir ribuan pukulan Ryuga yang tak bisa dilihat dengan kasat mata.
"Aku tahu muridku. Meskipun mereka saling membenci, tapi di dalam hati mereka masih saling menyayangi. Lihat saja!" Kira mengibaskan tangan dan membentuk kubah pelindung berwarna merah kehitaman. Untuk melindungi Filza, Kira, Akira, Vanya, Gemusha dan Inusha.
"Kamu bodoh pak tua!" Akira kesal lalu menarik Ryutaiga dan mengubahnya menjadi belati yang bisa diubah bentuknya menjadi crossbow kecil. "Hellheaven sword style: Crossbow dagger sword!"
__ADS_1
Belati berwarna emas dengan gagang putih itu ditancapkan ke permukaan tanah. Terbentuklah kubah pelindung yang melapisi kubah pelindung Kira di bagian luarnya.
Dan sesaat kemudian, setelah Ryuga menendang dada kanan Josephine hingga tulang rusuk retak dan tubuhnya terpental sejauh 1 km. Siluet bola seperti gelombang kejut menerpa semua wilayah piramida Bhayangkara. Bukan hanya itu ledakannya menghancurkan semua wilayah di dalam portal memory of heaven dan menjadikannya rata dengan tanah.
Queen Aranya, Lord Athena, Lord Viktor yang babak belur, Lord Thanatos, dan Queen Freya berhasil kabur dari dalam portal. Hanya terisa Lord Gardosen dan Zayd yang terinfeksi virus Zerocity , merubah mereka menjadi Jester dan Afkham di dalam menara Deep Ocean.
Bersamaan itu pula, portal hitam menuju tangga menara Deep Ocean retak lalu hancur. Semua pasukan Josephine hancur menjadi debu terkena ledakan gelombang kejut yang sangat dahsyat milik Ryuga. Bahkan bumi juga ikut bergetar tapi tidak menimbulkan gempa yang kencang.
Kepulan asap dan debu menghalangi pandangan. Sesosok pemuda berwujud monster iblis dengan sepuluh sayap melayang diselimuti bola transparan berwarna ungu dan tubuhnya di aliri petir berwarna biru bergemericik.
Itu Josephine sedang tertawa jahat, "Bagus Ryuga, bagus. Kamu memang hebat, meskipun kita saat ini di level yang sama."
Josephine menghunuskan Darkness sword, pedang berjenis greatsword berbilah merah muda keunguan dan gagang juga dengan warna yang sama. Di tengah bilah ada motif 3 wajik tersusun ke bawah berwarna ungu pekat.
Tubuh Josephine sebelum terkena ledakan dahsyat Ryuga, berhasil terlindungi oleh skill black darkness. Berupa bola pelindung transparan berwarna ungu.
Josephine terbang melesat cepat, dan siao menebas Ryuga. Begitu dekat dengan Ryuga, Josephine mengayunkan Darkness Sword sekuat tenaga.
Ryuga terpundur lusinan meter, dengan kaki bergesekan pada permukaan tanah. Hasil gesekan tersebut menciptakan kepulan debu yang cukup tebal.
Josephine berteleportasi ke belakang tubuh Ryuga dan mengayunkan darkness sword secara vertikal. Tapi menoleh, Ryuga berhasil menangkisnya.
'Trang!'
Secara Josephine berhasil di patahkan, pegangan tangan pada gagang pedang melonggar dengan tubuh agak terhuyung. Di saat itu Ryuga melompat dan melakukan spinnig kick, kakinya tepat mengenai kepala Josephine.
'Bang!'
__ADS_1
Josephine terpental sejauh 20 meter tapi berhasil menyeimbangkan tubuh. Josephine hilang dari pandangan dan bersiap melakukan serangan balik.
Josephine dan Ryuga ternyata sudah beradu pedang, gerakan mereka semakin lama semakin cepat.
Percikan api dari pedang yang beradu mengelilingi tubuh mereka. Hanya Akira saja yang mampu melihat pergerakan mereka dengan mata sharingannya.
Berkat Kira dan kira, Filza, Vanya, Gemusha, juga Inusha, selamat dari serangan ledakan dahsyat Ryuga.
"Guru, aku sendiri merasa minder. Kekuatanku berada jauh di bawah Ryuga dan Josephine. Bahkan Ryuga aku tak bisa mengejarnya."
Vanya menundukan wajah dengan raut muka yang murung. Dia tak habis pikir tentang Josephine yang merahasiakan kekuatannya selama ini. Apalagi melihat Ryuga, seperti melihat langit tak berujung.
Kira hanya tersenyum tipis, dan melirik Filza, "Itu salahmu, Vanya karena meninggalkannya. Filza yang berhasil mengubahnya dengan cinta yang tulus. Meski aku tahu Filza bisa saja meninggalkan Ryuga ketika sudah menjadikannya Divya level 7 dan kembali pada keluarganya."
"Ya, guru. Aku menyesal pernah meninggalkannya saat itu. Padahal-"
"Penyesalan itu selalu datang di akhir," potong Akira kesal pada Vanya.
Karena ia merasakan apa yang Ryuga rasakan jika ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Saat itu juga air matanya mengalir mengingat Reina telah meninggalkan Akira selamanya. Terbunuh oleh Bayanaka yang merasuki tubuh Raiga.
"Maaf, pemuda api. Apakah kamu temannya Josephine? Tapi sejak kapan?" tanya Kira penasaran.
"Bukan. Aku bukan temannya, tapi aku adalah orang yang menolongnya di saat Josephine mau mati terbunuh oleh monster di tempat sebelumnya," jawab Akira sambil menyeka air matanya.
"Lalu kenapa kamu bisa masuk ke dalam portal ini?" tanya Inusha menelisik.
"Aku tak tahu. Jadi ini di dalam portal? Apa seperti dunia lain?" Akira malah tambah bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Tiba-tiba saja aku yang sedang berburu di hutan terhisap masuk ke dalam lubang hitam dan muncul di tempat sebelum tempat ini."
__ADS_1
"Sepertinya dia berkata jujur," bisik Gemusha pada telinga kiri Kira.
"Jangan berbisik. Aku memang mendengarnya dan aku pastikan, aku pemuda yang jujur," tegas Akira menunjuk dirinya sendiri tepat di dada kanan.