SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 228 Tertawalah Sepuasnya.


__ADS_3

Rany menghilangkan ketujuh katana dan mengangkat kedua tangannya, kondisinya tidak bisa melawan karena takut Angelina, Vanya, Raras, Filza, dan Anilika juga Boy akan dibunuh di depan matanya.


Lalu Rany berlutut dan menautkan kedua tangannya ke tengkuk, Enzilong otomatis masuk ke dalam jam tangan ruang.


Seketika itu juga pandangan mata Rany, Filza, Angelina, Raras, Anilika, Vanya, dan Boy buram lalu gelap.


Flashback End.


***


Ruang Rahasia Bawah Tanah.


Jendral Sviska membagi-bagikan jam tangan gravitasi dan replika katana yang bisa diatur bebannya.


93 kadet akan melakukan latihan seperti latihan Holdum, Veesaki, Friska, Enisha, Jarred, Virga dan Kozaru lakukan sebelumnya.


Ryuga berjalan masuk ke salah satu ruangan yang cukup luas diikuti Holdum, Veesaki, Friska, Enisha, Jarred, Virga dan Kozaru tanpa memperdulikan bekas-bekas darah dari tubuh Haleem.


Setidaknya dengan membunuh Haleem saat ini, rahasia markas bawah tanah tidak akan terbongkar keluar.


Jika pun ketahuan, pasukan Ryuga sudah tak bisa ditandingi, karena berada di level 7 Divya.


Ryuga mengeluarkan kelima telur Holy Dragon dan memberikan telur-telur tersebut pada Jarred dengan telur Holy Dragon berelemen kegelapan.


Holdum dengan telur Holy Dragon berelemen api. Veesaki dengan telur Holy Dragon berelemen petir. Friska dengan telur Holy Dragon berelemen angin. Kozaru dengan telur Holy Dragon berelemen tanah.


"Alirkan energi Veda kalian ke telur sampai menetas. Sebelum menetas jangan berhenti, paham!" titah Ryuga tegas.


Holdum, Friska, Jarred, Kozaru, dan Veesaki mulai mengalirkan energi Veda miliknya ke telur yang sengaja Ryuga buat melayang di depan mereka masing-masing.


Mereka mulai berkonsentrasi, setelah waktu panjang dan menghabiskan semua energi Veda yang berjumlah 95.000 poin telur itu retak, "Sekarang waktunya teteskan darah kalian!" titah Ryuga.


Holdum, Friska, Jarred, Kozaru, dan Veesaki menggigit jempol mereka lalu meneteskan darah pada telur Holy Dragon masing-masing.


Kelima telur itu bersinar terang, dari telur Holdum yang ditetaskan muncul monster bulat berwarna merah, memiliki telinga sayap naga berwarna merah juga mempunyai manik mata berwarna kuning dengan motif garis vertikal hitam.

__ADS_1


Dari telur Veesaki yang ditetaskan, muncul monster bulat tanpa kaki berwarna biru pekat dengan tanduk seperti bilah pedang berwarna biru pudar.


Telur Jarred yang ditetaskan, muncul monster bulat berwarna ungu pekat dengan mata hitam dan dua taring runcing menjulur ke bawah.


Telur Friska yang ditetaskan, muncul monster bulat berwarna hijau pekat dengann telinga seperti tanduk lurus berwarna hijaun dan kedua sayap naga.


Telur Kozaru yang ditetaskan, muncul monster bulat berwarna jingga dengan ekor rubah berujung putih dan mempunyai manik mata putih dengan garis vertikal hitam.


"Aku akan menamainya Guilty," kata Holdum sumringah.


"Aku akan menamainya Lightdra," kata Veesaki dengan mata berbinar-binar.


"Imp, ya namamu Imp," kata Jarred mengelus lembut monster bulat di depannya yang terkesan sangat dingin.


"Bagaimana kalau namamu Stax?" Mosnter bulat hijau itu melayang dan menjilat pipi Friska menandakan suka dengan nama tersebut.


"Namamu Magna, semoga kamu suka." Kozaru memeluk monster bulat berwarna jingga itu penuh dengan kegemasan karena sangat lembut.


Ryuga tersenyum puas, dia tidak memberikan jeda waktu istirahat sedikit pun.


***


Penjara Bawah Tanah, Menara Mexus Sektor Nagana.


Boy, Filza, Raras, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya dimasukan dalam penjara, satu ruangan. Tubuh mereka ditempelkan ke dinding dan diikat dalam keadaan berdiri dengan kondisi kedua kaki dan tangan mereka dirantai menempel dinding penjara.


Fayfreyya kesal tidak menemukan Ryuga dimanapun, lalu mencambuk Boy, Filza, Raras, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya secara acak, "Cepat katakan! Dimana Ryuga!" bentaknya.


Suara cambukan yang sangat keras terdengar di dalam ruangan penjara, hanya ada Boy, Filza, Raras, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya serta Fayfreyya saja di dalam ruangan.


"Aaakh ...!" Boy, Filza, Raras, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya memekik keras, tak kuasa menahan rasa sakit yang amat sangat, karena dicambuk secara acak di tubuh bagian tubuh mereka.


"Kalaupun kami tahu, aku tidak akan mengatakannya, bodoh! Cuih!" Raras meludahi Fayfreyya tepat dimukanya, disusul Boy, Filza, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya.


Tentu saja membuat gadis seperti vampir geram dan mencambuk mereka semakin keras. Mereka bertujuh hanya tersenyum geli tubuhnya dicambuk keras.

__ADS_1


Fayfreyya dibuat kesal oleh mereka bertujuh, bahkan tangannya sudah pegal mengayunkan cambuk secara cepat, tapi hasil hukumannya tidak membuat mereka buka mulut.


"Cuih!" Boy meludah ke tanah dan melanjutkan, "Hai wanita berjiwa laki-laki! Sampai kapan kami dihukum, bodoh. Jika kamu berpikir dengan menghukum kami akan membuka mulut itu sangat konyol, goblok, ha-ha-ha!"


Nafas Fayfreyya tersengal-sengal, "Kalian membuatku muak. Aku akan berikan hukuman lain sampai kalian mati bila perlu!" teriaknya bertepuk tangan.


Dua penjaga membawa alat dengan yang menggerakan bulu-bulu secara otomatis.


Alat itu ditaruh dibawah telapak kaki Boy, Filza, Raras, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya masing-masing lalu dijalankan dengan menekan tombol.


"Ha-ha-ha ... sungguh geli."


"Ike-ike bau terasi, ha-ha-ha ...."


"Goblok, ini sungguh menggelikan ha-ha-ha ...."


"Aduh, aduh, ha-ha-ha ... perutku sakit, ha-ha-ha ...."


"Ha-ha-ha ... sungguh geli. A-ku tidak akan mengatakannya, ha-ha-ha ...."


"Dasar wanita sakit jiwa, ha-ha-ha ...."


"Jika kami lepas, aku akan remas-remas gunung kembarmu, sialan! Ha-ha-ha ...."


Boy, Filza, Raras, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya tertawa terbahak-bahak hingga membuat perut mereka keram. Bahkan wajah mereka pucat pasi karena terus tertawa.


"Lebih baik kalian menyerah, atau kalian akan mati karena tertawa, ha-ha-ha ...." Fayfreyya menyeringai dengan tertawa jahat. Dia pikir hukuman ini juga akan berhasil, nyatanya nol besar bahkan tidak menyerah karena mereka sudah rela mati demi Ryuga.


Tiba-tiba terdengar suara, "Teleportation Space!" Boy, Filza, Raras, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya tubuhnya berkedip dengan kedipan berwarna hitam. Mereka bertujuh hilang dari pandangan.


Ternyata mereka diteleportasikan oleh Kira keluar dari pintu masuk kota Dubai.


"Sial! Bloodmoon Flicker!" Fayfreyya juga berteleportasi mengejar mereka. Tapi sayang jangkaun teleportasinya tidak bisa jauh, sejauh Kira. "Bedebah kau Kira, berani mengacau di wilayahku. Sabar, aku tak boleh gegabah dan menggunakan Space Hole sembarangan. Aku harus menunggu untuk mendominasi Yamato agar menjadi milikku sepenuhnya."


Boy, Filza, Raras, Angelina, Anilika, Rany, dan Vanya dibawa ke dalam sebuah bunker. Bunker tersebut adalah bunker rahasia milik Kira yang dibangun di semua sektor. Tugas Kira sebagai Panglima Jendral Sangakam adalah memastikan tidak ada pemimpin sektor yang berkhianat.

__ADS_1


Makanya dia membangun bunker rahasi tersebut, di semua sektor.


__ADS_2