SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 239 Misi Baru


__ADS_3

***


3 tahun kemudian, pasca perang dengan sektor Nagana.


[Blangtungpak Blaem-Blaem]


[Food Pet Monster habis, juragan tidak mendapatkan poin pengalaman]


[System Berkedip satu minggu lagi akan dipulihkan. Evolt mengalami error sistem]


Selama 3 tahun ini Ryuga tidak mendapatkan penghasilan pasif dari sistem berkedip karena eror dan beberapa fitur tidak bisa digunakan. Alasannya tidak jelas kenapa, karena Evolt tidak memberitahukannya pada Ryuga.


Sektor Nagana terbelah menjadi dua faksi, wilayah barat dipimpin oleh Veesaki dan wilayah timur dipimpin oleh Blandfrof, dari klan bangsawan Emerik Blandfrof.


Selama 3 tahun ini mereka terus berperang tanpa henti. Uang Ryuga juga habis karena menyokong Veesaki untuk merebut setengah wilayah sektor Nagana. Kesehatan Agito semakin memburuk, karena itu pula masalah sektor Nagana tidak bisa diselesaikan.


Ryuga setiap hari hanya berlatih di apartemennya untuk memperkuat diri. Setelah pertarungannya dengan Fayfreyya menyadarkannya kekuatannya masih belum cukup kuat walau mempunyai 3 skill yang mampu meningkatkan levelnya secara instan.


'Tok! Tok! Tok!' Pintu kamar apartemen Ryuga diketuk oleh Zayd. Semua pemenang 8 teratas battle academy sudah dikirim ke Universitas di Jepang. Hanya Ryuga dan Filza saja yang belum pergi.


"Ryuga! Lord Gardosen ingin bertemu!" panggil Zayd.


Sudah ketiga puluh harinya Kira, Gardosen, dan Zayd bahkan Jendral Atmojoyo membujuk Ryuga untuk pergi ke Jepang, tapi selalu ditolaknya. Semua kemewahan ia dapatkan dengan mudah setelah klan Smith dan klan Kismoyo tunduk padanya.


Ryuga ingin sekali membalas dendam pada Lord Viktor, karenanya Filza bisa mendapatkan hukuman darinya. Tapi Kira selalu menasehati agar tak melakukannya.


Semenjak Filza tidak ada, guild Emperor cabang sektor Siliwangi, sudah tidak ada yang mengurus. Bahkan terancam bangkrut.


Ryuga membuka pintu dan mempersilahkan masuk. Seperti biasa raut wajah datar ia tunjukan, karena malas meladeni mereka berempat.

__ADS_1


"Ryuga, aku tahu kamu malas meladeni kami, he-he-he ..." Lord Gardosen menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan terkekeh. Kemudian melajutkan dengan mengerlingkan mata pada Ryuga lalu mendekat dan berbisik ke telinga kanannya, "Aku punya ide, agar kamu tetap bisa bersekolah dan juga membalas dendam."


Mata Ryuga membulat dan tersenyum jahat, "Ya, aku mau," katanya. "Lalu apa idenya My Lord?"


"Witwiiw ...!" Lord Gardosen bersiul keras ke arah Kira dan Zayd lalu bertitah. "Jelaskan!"


"Kamu akan menyamar menjadi orang lain." Kira memberikan tablet pada Ryuga dan memperlihatkan identitas dirinya yang baru. "Aku ingin kamu menyelidiki keterlibatan Lord Viktor dan Lord Thanatos dalam proyek virus Evolt yang sedang mereka laksanakan pada sekolah assasin Sarutobi di pegunungan Hokkaido, Neo Jepang."


"Kamu akan bersekolah biasa di Universitas Hokkaido bersama 9 Divya lain yang telah lulus battle academy. Tapi identitasmu tidak boleh diketahui oleh siapapun," timpal Zayd.


"Lalu dengan ini?" Ryuga menunjuk eternal gear. Kemudian melanjutkan memegang wajahnya, "Apakah aku harus operasi plastik agar sesuai dengan identitasku di gambar tablet itu?"


"Tidak perlu." Jendral Atmojoyo menggeleng pelan.


"Zayd, lakukan!" titah Lord Gardosen.


Zayd menarik lengan kiri Ryuga dan memegang jam tangan penyimpanannya. Lalu mentransfer data pada jam tangan Ryuga berisikan identitas baru Ryuga.


Seketika tubuh Ryuga berubah sesuai identitas barunya. Eternal gear di tangannya juga hilang tapi masih bisa dirasakan kekuatannya oleh Ryuga.


"Hah?!" Ryuga menjatuhkan rahang, dan memegangi wajahnya dan pergi ke kamarnya lalu berkaca. Dengan wajah seperti ini pun ia tetap tampan.


"Guru, mohon bantuannya. Malam ini juga aku akan pergi ke Neo Jepang," pintanya.


"Siap. Ingat sembunyikan identitas dan levelmu pada siapapun. Maaf aku tak bisa memberi bekal untukmu seperti dahulu, he-he-he ...."


Kira menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh. Sebagai seorang guru pada muridnya, Kira ingin memberikan bekal tapi apadaya ia hanya guru yang hidup pas-pasan. Meskipun ia tangan kanan Agito Himura.


"Tenang." Lord Gardosen mengibaskan tangan lalu memberikan Ryuga kartu atm berisi uang 10 juta rupiah. "Itu adalah bekalmu. Pergunakan itu dengan baik, meskipun tak sebanyak uangmu, he-he-he ...."

__ADS_1


"Sial, aku memang kaya raya sekarang. Tapi uang di saldo sistem tak tersisa 1 rupiah pun. Benar-benar miskin kuadrat aku ini, hmph!" batin Ryuga mendengus kesal.


Selama 3 tahun ini Ryuga hanya hidup bersantai, hanya berlatih dan mengurus banyak bisnisnya. Tapi hatinya masih mengganjal terkait balas dendam pada Lord Viktor dan tidak mengentahui jika Fayyed sedang membuat rencana lain bersama Bayanaka.


"Hanya itu yang bisa aku berikan." Jendral Atmojoyo mentransfer ninja armor suit pada jam tangan Ryuga, "Itu adalah armor-"


"Jangan seperti satu tahun lalu Jendral. Kau malah ingin membunuhku," potong Ryuga menyeringai kesal mengingat perlakuan Jendral Atmojoyo satu tahun lalu.


"Tentu, tidak. Malah dengan ninja armor suit kamu bisa bergerak bebas, cepat dan juga kuat. Bahkan mempunyai jenis semua senjata tanpa batas, he-he-he ...."


Jendral Atmojoyo terkekeh lalu menepuk jidatnya mengingat waktu itu. Ya, dia pernah memberikan cyborg armor suit yang diberi sinyal khusus agar dikejar monster sehingga para monster lebih beringas dan akan membunuh Ryuga.


***


Pukul 00.00 waktu Jepang.


Semua urusan Ryuga sudah selesaikan termasuk menitipkan Filza pada Kira. Jika sudah pulih, Filza pun akan dikirim ke Neo Jepang untuk menjadi mahasiswa di universitas Hokkaido.


Ryuga sudah berada di pesawat N-Jet, sama seperti misi sebelumnya ke sektor Majapahit. Ryuga akan dilempar dari ketinggian 5000 meter dari permukaan tanah.


Tapi sekarang Ryuga sudah tidak khawatir jika tas parasutnya macet. Ryuga sudah meluncur dari pesawat N-jet, dan akan segera tiba di kota Hokkaido.


Semua pendaftaran mahasiswa di universitas Hokkaido sudah dibereskan Zayd dan Kira. Ryuga memilih fakultas managemen dan bisnis, dalam impian masa depannya, ia ingin menjadi pengusaha saja. Jika sudah pensiun dari pemerintahan. Makanya Ryuga memilih fakultas tersebut.


Ryuga tepat mendarat di apartemen Yoroi apartment. Tempat dimana Ryuga akan tinggal dan lebih dekat ke kampus Hokkaido.


Semua peserta battle academy yang masuk 10 besar juga tinggal disini. Bahkan Rany, Raras, Angelina, Verel, Josephine, dan Vanya, Josephine sudah tiba satu bulan yang lalu.


"Apa reaksi mereka jika aku telah berubah wajah? Terkejut atau bagaimana? Aku berjanji tidak melibatkan mereka dalam hal ajang balas dendam dan mencari informasi," gumam Ryuga menatap keadaan Hokkaido di malam hari.

__ADS_1


"Semoga ini bisa berjalan mulus, dan aku bisa cepat memberantas banyak hal yang telah dilakukan oleh si wanita berjiwa pria itu," sambungnya.


__ADS_2