
Kaki Jason bergesekan dengan permukaan arena. "Strings burst!" Jason menyemburkan senar tajam dari mulutnya. Rajutan senar tajam melesat ke arah Ryuga, ia melompat ke kiri dan ke kanan menghindari jeratan senar tajam berwarna putih ke abu-abuan tersebut.
Rajutan senar tajam terus memanjang dan mengikuti kemana pun Ryuga melompat.
"Earth wall!" Ryuga melompat ke belakang lalu menghentakan tangan untuk memunculkan dinding tanah, supaya menghalangi rajutan senar sekaligus pandangan Jason.
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa earth. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin poin experience kuasa earth]
[Penggunaan boosted gear secara otomatis. Semua penggunaan kuasa meningkat satu level]
"Jleb ...!" Rajutan senar tajam menusuk dinding tanah, di balik dinding tanah Ryuga memberikan serangan kejutan dengan menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan arena.
"Earth thorn!" Disekitar tubuh Jason muncul duri-duri tanah keluar dari permukaan arena dan menusuk Jason.
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa earth, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa earth. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin poin experience kuasa earth]
"Tsuk ...!" Jason menghindari tusukan tanah runcing, namun tubuhnya malah terkunci oleh tanah runcing yang ia hindari. "Sial! malah terjebak!" Jason menyeringai licik lalu mengeluarkan acolyte dari jam tangan penyimpanannya.
"Slash ...!" Duri-duri tanah raksasa berhasil ditebas oleh Jason dengan sangat cepat menggunakan Acolyte. "Bee sting!" Jason menghilang dari pandangan dan muncul di samping Ryuga dengan menusukan Acolyte.
"Trang ...!" Ryuga menangkis tusukan Jason dengan eternal gear, lalu menendang Acolyte menggunakan tendangan salto ke belakang.
"Stang ...!" Acolyte melayang di atas udara, Jason melompat untuk menangkap Acolye, tapi Ryuga tak membiarkannya langsung melompat dan menendang perut Jason hingga menabrak pembatas dinding arena.
"Boom ....!" Ryuga mengambil Acolyte, "Akan aku tunjukan bagaimana menggunakan pedang ini! Rapid stinger!"" Ryuga melesat ke arah Jason dan menusuk beruntun tubuhnya, namun hanya membuat seragamnya koyak.
__ADS_1
"Syat ...!" Jason hanya memakai semp4k saja dan setengah telanjang, otot kekar di tubuhnya terlihat. "Bedebah! Berani kau mempermalukanku, death knit!" Jason mengeluarkan senar sangat tipis dan tajam dari kesepuluh jarinnya.
"Krieet ...!" Sepuluh Senar menyerang ke arah Ryuga. Dia mengayunkan Acolyte secara cepat untuk menangkis ujung senar dan membelokannya ke berbagai arah.
"Sting ...!" Tiga senar berhasil mengikat bilah acolyte sisanya tertancap pada permukaan arena di sekitar tubuh Ryuga.
"Lightning shock!" Ryuga mengalirkan listrik ke tiga senar yang mengikat acolyte. Aliran listrik berwarna merah merambat ke senar tajam dan berhasil menyetrum Jason.
Duar!
"Aaaakh!" pekik Jason yang tubuhnya menghitam terkena serangan listrik Ryuga. Jason terkulai lemas dan terduduk di permukaan arena, asap mengepul keluar dari mulutnya. Ryuga menghilang dari pandangan dan muncul di hadapan Jason dengan menaruh Acolyte di lehernya.
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa flash, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa flash. Perolehan skill poin experience dikalikan dua karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 100 poin experience kuasa flash]
Ryuga memberikan heal potion pada Jason lalu dia langsung menenggaknya hingga tak tersisa dan membantunya berdiri. "Pemenangnya Ryuga!" teriak Zayd mengumumkan kemenangan Ryuga.
Gardosen mendekati Ryuga dan menepuk bahunya, "Bagus Ryuga, kamu memang patut diandalkan. Kemampuanmu sungguh hebat. Dalam pertarungan itu bukan hanya skill, kekuatan, atau kecepatan tapi juga pengamatan pada kelemahan musuh," puji Gardosen dengan raut bibir melengkung membentuk senyuman.
"Terima kasih My Lord!" balas Ryuga menyilangkan tangan kanan ke dada kiri, lalu membungkuk hormat.
"Jason tepati janjimu!" teriak Gardosen sorot matanya tajam, kharismanya sebagai Sangakama mendominasi.
Kesombongan dalam diri Jason runtuh, setelah di kalahkan Ryuga dengan mudah. "Ba-baik my lord!" Jason memberikan Acolyte, atm miliknya dan kitab ilmu pedang blood locust style. "Ini terimalah, sesuai kesepakatan!"
Ryuga menyimpan ketiganya pada inventori sistem melalui jam tangan di tangan kirinya. "Terima kasih, semoga kita bisa berteman," ucap Ryuga dengan bibir melengkung membentuk senyuman.
__ADS_1
"Cih, aku tak mau berteman denganmu. Aku berjanji akan menjadi lebih kuat dan suatu saat pasti bisa mengalahkanmu," decih Jason di dalam batinnya dengan menyeringai kesal.
"My lord! Saya izin pamit!" Ryuga menyilangkan tangan kanan ke dada kiri, lalu membungkuk hormat. Kemudian melanjutkan, "Terima kasih atas jamuan, hadiah, serta jabatannya. Untuk sekarang aku hanya ingin menyelesaikan masa belajarku di akademi. Mohon maaf jika aku tak bisa menerima menjadi kandidat utama Sangakama sektor Siliwangi."
"Tidak apa-apa. Selesaikan saja dahulu pembelajaranmu di akademi, setelah kau lulus baru kita bicarakan lagi. Dan jangan sungkan jika butuh bantuan, silahkan hubungi aku, ok!" balas Gardosen mengacungkan jempolnya pada Ryuga.
Suara langkah kaki Ryuga terdengar sayup-sayup, berjalan ke arah pintu keluar arena bawah tanah, pergi meninggalkan Gardosen, Zayd, dan Jason yang masih di arena bawah tanah menara Mexus.
Gardosen mendekati Zayd, lalu berbisik di telinganya dengan sorot mata yang tajam. "Sampah harus dimusnahkan, bunuh Jason!" Gardosen meninggalkan Zayd dan Jason berdua di arena bawah tanah.
Mendengar perintah Gardosen Zayd menyeringai jahat. "Akhirnya my lord mengerti keinginanku, hahahaha ...!" batin Zayd menyeringai jahat lalu menatap lekat Jason dalam keadaan setengah telanjang, energi vedanya belum pulih, hanya luka-luka luarnya saja yang sudah dipulihkan oleh heal potion pemberian Ryuga.
Zayd berubah menjadi badut lalu mendekati Jason, kulitnya putih pucat, hidungnya sangat panjang dan mancung, pupil mata kanan berwarna merah dan pupil kiri berwarna biru.
"A-a-apa yang ing-ingin kau lakukan padaku?" Jason sangat ketakutan, keringat dingin keluar dari tengkuknya, raut wajahnya pucat pasi. Sekian banyaknya mosnter yang Jason temui tak ada rasa ketakutan di dalam hatinya, tapi setelah melihat Zayd seperti badut psikopat, tubuhnya bergidik ngeri. "Jangan mendekat! Ja-jangan mendekat!"
"Tenang anak manis, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin membelaimu!" Zayd yang sudah berubah menjadi badut bernama Jester, lidahnya yang panjang menyapu kedua bibirnya dengan air liur menetes. Jester mengelus pelan kepala Jason dengan menyeringai jahat. "Selamat menikmati menuju surga, hahahaha ...!"
"Absorb power!" Jester mencengkram kepala Jason dengan tangannya yang besar dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
Jason berteriak dan meronta-ronta, seakan ruhnya dicabut paksa keluar dari jasadnya, "Aaaakh! Lepaskan aku! Aaakh! Tolong!"
Urat otot berwarna hitam pekat di tangan kanan Jester keluar, terlihat dari kulitnya yang berwarna putih pucat. Jester menghisap semua energi veda dan kuasa strings milik Jason. Hingga tubuh Jason mengering dan menjadi abu, tak ada perasaan bersalah terpancar dari raut muka Jester, justru ia sangat menikmati pembunuhan Jason yang begitu sadis.
"Akhirnya kuasa water level 2 kuasa strings berhasil aku kuasai, tahta Trophaeum Regalia, akan menjadi milikku, hahahaha ...!" ucap Jester dengan tertawa jahat.
__ADS_1