SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 140 Infernal Of Darkness


__ADS_3

Piramida Bajra.


Luka-luka Ryuga, Gemusha, dan Inusha sudah disembuhkan oleh Vanya. Ingin rasanya Ryuga berterima kasih pada Vanya, namun mulutnya tertutup erat. Karena tak ingin melukao Filza.


Ryuga hanya menunduk hormat dan tersenyum tipis pada Vanya, mantan kekasih yang pernah ia cintai.


Filza hanya melirik Ryuga dengan tatapan datar, dan Ryuga berubah menjadi dingin pada Vanya. Ya, ketika ia ingat dirinya ditinggalkan oleh Vanya, Josephine dan Rany.


Entah hal apa yang bisa membuat Ryuga mau memaafkan Rany, tapi tidak bisa memaafkan Vanya sampai saat ini. Padahal potensi Vanya lebih hebat ketimbang Rany, bahkan bisa membuat Ryuga kaya raya suatu saat nanti. Itulaj jika mata hati dibutakan dendam kesumat.


Ryuga menatap panel hologram dari jam tangan penyimpanan di tangan kiri, "Guru, lebih baik kita berpencar menjadi dua tim. Kita lakukan perburuan secepat mungkin."


Kira mengangguk dengan tersenyum dan berkata "Baiklah, terserah kamu saja."


Ada beberapa alasan Ryuga ingin membagi tim, pertama Jester memberinya pesan jika Viktor sudah menunggunya di ujung pintu masuk menuju piramida selanjutnya. Alasan kedua karena jika berburu dengan banyak orang, Ryuga tidak mendapatkan poin pengalaman jika monsternya dibunuh orang lain.


"Aku ingin pergi sendiri!" teriaknya sudah berlari sepuluh langkah, tapi disusul Vanya.


"Tunggu, Ryu! Tangkap ini!" Vanya melemparkan Yamato. Ryuga lupa karena tertinggal di piramida tirta.


Ryuga berhenti dan menoleh lalu menangkap Yamato dengan tersenyum tipis, tapi aura dinginnya pada Vanya masih terasa pada Vanya, "Terima kasih."


Yamato masih tertancap di permukaan tanah, dengan sarungnya berjarak 20 meter dari bilah Yamato tersebut.


"Aku benar-benar bodoh, meninggalkan Yamato," batin Ryuga menepuk jidatnya sendiri.


[Blangtungpak blaem-blaem]


[Juragan memang bodoh, host sebelumnya juga bodoh, apalagi tuan yang sebelumnya sangat bodoh, dan majikan Evolt paling-paling bodoh, ha-ha-ha. Kalian memang keturunan bodoh, ha-ha-ha]


"Tunggu, maksudmu? Sistem ini adalah warisan?" tanya Ryuga menelisik pada batinnya.


[Ya, iyalah. Masa ya iya donk. Aku adalah versi terbaru dari Barjo, Ryujin, Kokobot namaku Evolt]


Ryuga terdiam beberapa saat, lalu berlari menuju daerah barat piramida Bajra. Dimana tempat Lord Viktor sudah menunggunya.

__ADS_1


***


Piramida Bantala


Semua pet yang dipanggil oleh Josephine tak ada satu pun yang selamat. Josephine merasa kewalahan melawan kawanan monster ground break.


"Kalian memang membuatku muak." Josephine mengeraskan rahang, wajahnya dipenuhi urat-urat otot dan seperti akar-akar pohon berwarna ungu. "Dark clone! Infernal of Darkness!"


'Swush!' Terjadi fluktuasi udara di sekitar tubuh Josephine. Di belakang punggungnya muncul 3 sayap pasang sayap malaikat berwarna hitam legam, dan ekor naga, tanduknya memanjang 5 cm. Tubuhnya diselimuti aura hitam pekat.


Dilanjutkan muncul 4 kembaran diri Josephine sama persis, sebelah kanan membawa Infernal Spear, sebelah kanan luar membawa vengeful sword, sebelah kiri membawa death schyte, dan sebelah kiri luar membawa Exodus sword.


Keempatnya menyeringai jahat, lalu tubuhnya berkedip dan mulai menyerang membabi buta.


Kembaran diri Josephine yang membawa Vengeful sword muncul di tengah-tengah kawanan Drillmon yang semakin banyak keluar dari permukaan batu.


"Vengeful sword: Anihilation!"


Dari permukaan bebatuan yang dipijaki kawanan Drillmon, muncul magic seal sangat luas berdiameter 500 meter. Keluarlah ribuan bilah pedang yang menusuk 1000 Drillmon.


"Aaaakh ...!" Pekikan keras Drillmon terdengar sampai jarak 600 meter. Semuanya tewas seketika, di susul serangan kembaran diri Josephine yang membawa Infernal Spear.


"Infernal Spear: Haunted Shock!"


Dari atas langit muncul magic seal berwarna hitam keunguan, dan mengeluarkan ribuan tombak Infernal Spear yang menghujani Paradom.


'Boom!'


Giant Drillmon meraung keras, seperti memanggil sesuatu, "Groaaar ...!" Dan benar saja, muncul portal besar dari atas langit berwarna coklat. Dari dalam portal muncul monster Cyclops setinggi 20 meter dan mengayunkan kedua tangan yang sudah di tautkan ke arah Josephine yang membawa Vengeful Sword untuk menghentikan serangannya.


'Boom!'


Josephine yang membawa Vengeful Sword menjadi kepulan asap, dan di saat itu pula Josephine yang asli memuntahkan seteguk darah, "Guhak! Aku harus bertahan," kata Josephine mengepalkan kedua tangannya.


Pertarungan di piramida Bantala ini seperti perang dunia dengan senjata canggih. Suara ledakan, pekikan, tembakan energi, bahkan raungan terus menggema di dalam piramida.

__ADS_1


Satu mati yang lain datang, Giant Drillmon terus memanggil bala bantuan. Setelah Cyclops, ia memanggil Dragon Basilisk.


Untung saja Josephine sama sekai tidak gentar, Josephine yang membawa Death Scythe, menebas Red Gorgos yang menyerang ke arahnya dengan terbang melesat.


'Slash-slash-slash!'


Tubuhnya dipenuhi cairan darah yang membanjiri tubuhnya, seperti pembunuh berdarah dingin semua kembaran Josephine sangat menikmatinya.


"Final Exodus!"


Josephine yang membawa Exodus Sword mengangkat pedang besarnya ke udara. Lalu ditusukan ke permukaan tanah, ledakan api hitam yang cukup besar dan beruntun terjadi dalam radius 1 km.


'Boom-boom-boom!' Semua monster ground gear dalam radius tersebut tewas terpanggang menjadi debu, termasuk Cyclops dan Dragon Basilisk, serta Giant Drillmon.


Di saat itu pulaz Josephine yang membawa Exodus Sword menghilang menjadi kepulan asap. Lagi-lagi Josephine yang asli memuntahk darah, tapi darahnya sangat hitam pekat, "Guhak-guhak!"


Lehernya dipenuhi darah hitam dan giginya yang putih bersih agak menghitam, "Aku harus kuat. Bertahan sebentar lagi," lirihnya.


Dari dalam tanah muncul boss monster Eternal Death Worm, cacing dengan sembilan kepala sebesar 50 meter. Di setiap inchi tubuhnya dipenuhi duri-duri tajam dan guratan lava, tubuhnya berwarna coklat, panjangnya 100 meter.


"Groaaar ...!" Eternal Death Worm meraung keras, lalu berkata dengan nada suara menggema pada Josephin, "Kamu memang hebat manusia. Ups, setengah iblis, ha-ha-ha .... Tapi sebentar lagi nyawamu akan mati di mulutku ini, ha-ha-ha ...."


Tanpa basa-basi Josephine yang membawa Death Scythe tubuhnya berkedip dan muncul di atas salah satu kepala Eternal Death Worm. Dengan sekuat tenaga dan secepat kilat, Josephine yang membawa Death Scythe, menebas kepala tersebut.


'Klang-klang-klang!' Alhasil bukannya kepala itu terlepas dari badannya. Malah bilah Death Scythe terkikis dan patah menjadi 4 bagian.


'Bang!' Sejurus kemudian kepala salah satu Eternal Death Worm yang ditebas oleh Josephine yang membawa Death Scythe, menyeruduk dan membenturkan tubuhnya ke permukaan batu.


'Boof!' Tubuh Josephine yang membawa Death Scythe, menghilang dari pandangan menjadi kepulan asap.


Rasa sakit di dada Josephine semakin sakit dan berteriak melengking setelah kembaran dirinya hilang, "Aaaaargh ...!" Ia berlutut lemas. "Aku tak boleh menyerah, sedikit lagi. Ayolah ....!"


Skill Infernal of darkness membutuhkan pengorbanan 4 kembaran diri pengguna. Syaratnya harus membunuh banyak monster minimal 1000 monster untuk aktif. Tapi resikonya setiap kali kembaran menghilang, maka tubuhnya akan merasa ditusuk 1000 pedang.


Josephine asli kembali berdiri, tinggal Josephine yang membawa Infernal Spear yang masih ada. "Infernal spear: On rush!"

__ADS_1


__ADS_2