SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 216 Lunglai Dan Hilang Akal


__ADS_3

[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa Light, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa Maverick. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa Light]


Suara rentetan ledakan di dalam bawah tanah terus terdengar membuat tanah bergetar hebat. Kepulan debu dan asap menjulang tinggi, keluar dari dalam lubang-lubang jebakan yang dibuat oleh Sandslash.


"Kulit mereka keras juga ya." Pandangan Ryuga menembus lapisan tanah menggunakan White Eye, Sandrock dan Sandslash dibombardir tanpa ampun oleh laba-laba cahaya yang diciptakan oleh Ryuga. "Rasakan ini, Minion Giant Worm!"


Ryuga membuat cacing cahaya bergerigi dan masuk ke dalam tanah untuk mengejar Sandrock dan Sandslash yang hendak kabur. Friska dan Veesaki hanya bungkam melihat Ryuga yang sangat kuat menurut mereka.


Cacing besar cahaya itu berhasil menemukan keberadaan Sandrock dan Sandslash, cacing cahaya langsung menubrukan diri ke Sandrock.


Suara ledakan seperti suara ledakan bom C4 terdengar sangat keras hingga memekakan telinga. Bahkan tanah bergetar dan terjadi gempa 5 skala richter, juga memunculkan lubang sebesar 50 meter.


Retakan tanah terus melebar ke arah Ryuga, Vee, Veesaki dan Friska. "Vee ambil mayat mereka!" tunjuk Ryuga pada lubang seluas 50 meter tersebut.


"Kaak! Kaak!" ucap Vee.


[Penerjemah: "Siap bapak bos!"]


Vee terbang melesat cepat masuk ke dalam lubang, Veesaki mulai curiga pada Ryuga. Disaat genting seperti ini dia berkomentar, "Aku rasa orang yang didepan kita bukanlah seseorang yang mudah diterka. Agak aneh jika seorang Divya bisa menggunakan dua kuasa sekaligus," celetuknya.


Ryuga melebarkan mata dan membatin, "Sial! Aku ceroboh barusan pas masuk. Kenapa aku tidak menggunakan saja skill dari kuasa Light yang lain untuk menyelam."


"Kalau iya memangnya kenapa?" Ryuga acuh dan menyeringai menatap Veesaki. Kemudian melanjutkan, "Bisa saja aku membunuh kalian berdua disini? Lagipula kalian hanya Divya lemah."


"Ja-jangan bunuh aku." Ryuga segera menarik mereka dengan skill Light Step untuk menjauh dari retakan tanah yang terus melebar.


Vee berhasil membawa mayat Sandrock dan Sandslash ke dekat Ryuga. Walau lubang yang dibuat oleh cacing cahaya raksasa cukup dalam.


"Kaak! Kaak! Kaak!" ucap Vee


[Penerjemah: "Bapak bos, di dalam ada banyak batu kristal dan juga batu logam Platinum."]

__ADS_1


"Oh, oke." Padahal Ryuga tak paham apa yang diucapkan Vee hanya melihat salah satu jarinya menunjuk lubang besar tersebut.


Mayat Sandrock dan Sandslash yaitu landak sepanjang 10 meter tersebut di simpan ke dalam jam tangan ruang milik Ryuga.


Ryuga berjalan perlahan, tapi tidak ada langkah kaki di belakang tubuhnya, ia menoleh, "Hai, kenapa kalian diam saja? Tidak mau memanen dan menyelesaikan misi ini secepatnya?"


Friska dan Veesaki yang masih ketakutan terhadap candaan Ryuga yang akan membunuh mereka tersadar dari rasa takutnya, "I-iya," kata mereka berdua serentak.


"Bright Light!" Ryuga menciptakan bola-bola cahaya yang mengelilingi tubuhnya, "Light Step!"


Ryuga berlari cepat menuruni dinding lubang dengan sangat cepat, diikuti oleh Veesaki, "Flying Raijin Thunder!" seru Veesaki.


"Speedster!" seru Friska yang berlari di belakang Veesaki menuruni dinding lubang diikuti Vee dibelakang mereka berdua terbang melayang cepat.


Ryuga sampai di dasar, ada lorong yang sangat gelap. Lorong tersebut adalah jalan yang dibuat Sandrock dan Sandslash untuk menyimpan Draco Crystal ukuran jumbo atau XXL di dalam gua.


Gua tersebut juga menyimpan banyak batu logam, mulai dari Gold sampai Paladium, bahkan beberapa kristal seperti Ruby, Emerald, Saphire, Citrine, Moonstone, dan Tobernite.


Ryuga hanya mengambil batu logam sepuluh bongkahan atau 10 buah pada masing-masing batu sesuai misi. Begitu juga Friska, dan Veesaki mengambil sesuai kebutuhan karena misi.


[Selamat juragan mendapatkan 1000 kristal Ruby]


[Selamat juragan mendapatkan 1000 kristal Saphire]


[Selamat juragan mendapatkan 1000 kristal Tobernite]


[Selamat juragan mendapatkan 1000 kristal Moonstone]


[Selamat juragan mendapatkan 1000 kristal Emerald]


Setelah semua sudah dipanen habis, Ryuga, Veesaki, dan Friska keluar dari dalam lubang menuju portal pertama kali mereka masuk untuk segera keluar.

__ADS_1


"Light Field!"


Ryuga membuat bola pelindung cahaya yang menyelimuti tubuh mereka bertiga untuk menyelam keluar. Lalu menjauhkan Veesaki, dan Friska agar mereka tidak curiga, bahwa Ryuga akan menghancurka portal pusara tersebut.


Ryuga melemparkan senjata tombak berbilah ganda yang di dapat dari ruangan senjata akademi yang diberikan oleh Haleem ke arah portal dan membuatnya hancur berkeping-keping.


Veesaki dan Friska tiba dahulu di pantai. Sedangkan Ryuga menyusul naik ke atas punggung Vee terbang menuju pantai.


"Terima kasih Kim." Friska membungkuk hormat dan memberikan uang pada Ryu tapi ditolaknya. "Jika kamu menolak uang, maka tubuhku mungkin bisa memuaskanmu, Kim."


"Ya, Kim. Aku juga." Veesaki segera membuka bajunya bersamaan Friska.


Nampak gundukan gunung kembar yang besar terhalangi oleh bra berwarna merah muda dan kuning terang. Membuat Ryuga meneguk salivanya beberapa kali.


Vee dihisap Ryuga untuk masuk ke dalam fitur Field. Darah muda Ryuga sudah naik.ke ubun-ubun dan dikendalikan sisi buruknya.


Tanpa basa basi Ryuga segera mengungkung tubuh Veesaki dan merobek bra lalu menyapu seluruh leher hingga bagian intim Veesaki.


"Aaakh, Kim teruskan." Veesaki melenguh nikmat.


Friska juga langsung menurunkan celana Ryuga dan Terong XXXL milikya terhalangi underwrar berwarna hitam. Dengan sigap Friska menurunkan underwear hitam itu dan dimasukannya ke bibir merah merekah miliknya.


"Aaaakh, lebih cepat!" Ryuga melenguh nikmat terkena hantaman bibir merah milik Friska yang semakin lama semakin cepat, hingga air liur membasahi terong XXXL tersebut.


Gua merah muda Veesaki sudah basah akibat hantaman sapuan jurus lidah beracun milik Ryuga dan membuat tubuh sintal mengejang lalu melemas lunglai, "Aaakh ... Aku sudah tak kuat," katanya melenguh nikmat dengan pipi merah merona.


Friska ditegakan badannya dan dilemparkannya kasar ke permukaan pasir dan langsung dirobek underwear merah muda itu.


Dengan menampakan gua merah muda yang mulus, Ryuga beringas menghantamkan Terong XXXL tersebut pada gua merah muda milik Friska yang sudah hilang akal dan tak peduli lagi jika tubuhnya menjadi santapan Ryuga.


Tubuh mereka berdua akhirnya lunglai setelah dipermainkan Ryuga tanpa henti dan jeda bergantian hingga 2 jam lamanya.

__ADS_1


Friska dan Veesaki nafasnya tersengal-sengal, tak kuat lagi tubuhnya serta merasa lemas.


Ryuga meninggalkan mereka berdua tergeletak dipantai tanpa sehelai benang pun. Untung saja tidak ada satu pun orang disana.


__ADS_2