
"Aaaargh ...! Aku takan membiarkanmu mati." Ryuga berteriak dalam batinnya. Tubuhnya diselimuti aura berwarna putih, itu adalah aura Primordial.
Aura ini seharusnya berada di level 12, tapi itu bukan Ryuga namanya jika tidak bisa melewati batas kekuatannya sendiri. Walau level 10, dia sudah menguasai 3 aura sekaligus, aura Emperor, Ancient, dan Primordial.
Tubuhnya bisa bergerak dan menarik Dagger Flute sekuat tenaga, "Aaaaargh ...!"
Senjata tersebut mempunyai Jiwa dan terus menyerap energi kehidupan Gladys. Tubuh Gladys menyusut, hanya tinggal tulang belulang.
Ryuga panik tapi tidak putus asa dan terus mencoba menarik Dagger Flute dari dada Gladys yang sudah sekarat.
"Aaaargh ...! Benar-benar kepala!" Ryuga terus mencoba menarik Dagger Flute dari dada Gladys. Urat otot di sekujur tubuhnya menonjol besar, aura Primordial berwarna putihnya semakin kuat.
Bahkan menundukan monster dalam radius 1 km. Tubuh mereka terlungkup ke permukaan tanah dan yang tidak kuat menjadi bubur darah.
Semua wilayah di dalam portal Infinity Sky bergetar, awan hitam pekat muncul menutupi langit, petir bersahutan. Fluktuasi udara juga terjadi dimana-mana, angin tornado banyak bermunculan menarik pepohonan seperti mencabut rumput.
"Lebih baik kau lepaskan aku, bocah bodoh!"
Dagger Flute mengejek Ryuga, senjata yang Ryuga pegang mempunyai kesadarannya sendiri. Bahkan Gladys juga tertusuk bukan karena Ryuga atau sengaja bunuh diri seperti rencananya melenyapkan Nuwa.
Gladys gadis yang sangat pintar, hanya dalam beberapa jam bertemu dengan Ryuga mampu membuat Rencana bunuh diri untuk membunuh Nuwa di dalam portal ini.
"Aku tidak akan melepaskannya!" Ryuga terus menarik sekuat tenaga. Tapi kali ini ia memejamkan mata dan terus berkonsentrasi, ingin melihat di dalam Dagger Flute ini siapa atau apa.
Gladys masih bisa bertahan karena terus menghisap energi Veda dari kapsul kristal Gold. Kristal yang dihasilkan dari portal infinty Sky memang sangat berbeda, seperti energi tidak terbatas.
Ryuga melihat sesuatu, itu adalah salah satu Ancient Beast God, Hydra Kitsune. Ancient Beast God yang Ryuga lihat dalam penglihatannya dalam first mode adalah rubah putih kecil sepanjang satu meter berwarna jingga pekat, dengan ekor 9 kepala elang.
"Hydra!" Ryuga tambah semangat menariknya Dagger Flute. Kali ini Ryuga mengalirkan energi Veda tersebut pada Hydra.
Bukan sembarang energi Veda, tapi energi dari keempat Ancient Beast God. Untuk memberitahukan pada Hydra ia adalah pewaris Emperor Ancient Beast God.
Perlahan Dagger Flute tercabut, tapi Hydra masih ragu dengan sinyal energi yang dikirim Ryuga. Ryuga mengalirkan lebih banyak lagi energi Veda, Hydra merasakan itu adalah energi Azula, Qyo, Duelly dan Kazedogh.
__ADS_1
"Siapa kamu sebenarnya?" Dagger Flute perlahan tertarik, cukup jauh 30 cm masih tersisa 40 cm lagi.
"Kenapa kamu bertanya? Bukankah kamu mengenalnya?" Ryuga kesal dengan Hydra yang merasa polos atau memang bodoh.
Rubah jingga itu tersenyum licik, lalu menarik seven demon core, seven demon angel core, dan dua psycho clown ball dari inventori sistem. Begitu keluar dari dalam tubuh Ryuga langsung menghisapnya.
Hydra keluar dari Dagger Flute dalam bentuk rubah berekor sembian kepala elang sepanjang 1 meter. Dia berlari sangat cepat lalu masuk ke dalam portal berwarna merah.
"Sial! Dia kabur! Ancient Beast God kurang ajar! Dia juga membawa seven demon core, seven angel core dan dua bola hitam itu." Ryuga kesal dan berhasil menarik Dagger Flute dari dada Gladys. "Regeneration Cyborg!"
Prioritas Ryuga adalah menyembuhkan Gladys yang sudah sekarat lalu keluar dari portal Infinity Sky. Ancient Beast God selalu bisa menyembunyikan diri di dalam dimensi portal yang ia buat sendiri. Percuma saja jika mengejarnya atau memburunya di bumi maka tidak akan menemukannya.
Lubang bekas tusukan Dagger Flute di kening, dan ketiga lubang di dada Gladys cepat tertutup. Sklera mata Gladys juga normal, tapi masih berdiri melayang sejajar dengan Ryuga dan masih menyerap kapsul kristal gold.
Tubuhnya yang kurus, tinggal tulang belulang mulai kembali ke kondisi semula.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Analisa status]
Level Divya: 1 (0/20.000.000)
Kuasa Primordial level 1: Eagle eye
Race: Primordial]
[Untuk meningkatkan level gunakan kapsul kristal]
Gladys sadar dan langsung memeluk Ryuga, nafasnya terengah-engah, "Ryu, aku takut Ryu. Aku ta-takut."
"Tenang, Glad." Ryuga juga membalas pelukan Gladys dan mengelus lembut punggungnya untu menenangkan Gladys yang syok.
Kondisi mental Gladys mulai membaik, hatinya mulai tenang, karena pelukan Ryuga. Pelukan itu sangat menghangatkan hati Gladys yang hampa, kosong dan terlalu banyak mendapatkan tekanan dari keluarganya.
__ADS_1
"Ryu, jangan jauh dariku. Aku mohon jangan jauh dariku." Gladys memeluk erat Ryuga dan memohon manja.
Tentu saja membuat Ryuga semakin meleleh hatinya. "Ya, aku akan selalu terus bersamamu. Kita harus keluar dari portal ini secepat mungkin dan berburu banyak monster untuk meningkatkan level Divyamu."
Gladys melepas pelukannya, mata kanannya sedikit aneh mampu melihat sangat jauh. "Kamu benar, Ryu. Kita harus bergegas, banyak monster yang bergerak ke arah kita."
Langit kembali cerah dan tidak ada lagi petir bersahutan serta angin tornado. Fluktuasi udara yang dibuat oleh Ryuga mengundang monster-monster lain.
"Kita harus bersiap. Transfer!" Ryuga memegang ubun-ubun Gladys dan mentransfer Bloodles style yang memang sesuai dengan Dagger Flute.
Kepala Gladys dipenuhi pengetahuan skill-skill dari Bloodles Style. Dia sangat senang, akhirnya dia menjadi Divya dan mempunyai kemampuan bertarung.
[Selamat Gladys Kusuma berhasil menguasai Bloodles Style dan bisa menggunakan skill Ethereal Assasin weapon, Blood dancer, After image, Silent Vanish, Multiple clone, Summoning: Primordial god Army]
[Terdeteksi monster di arah Barat Laut, jaraknya 300 meter]
[Nama Monster: Ignite Drake
Level: Diamond
Kuasa: Steam
Ras: Immortal]
[Skill: Fang Poison yaitu Ignite Drake menggigit dengan racun mematikan dan tubuhna juga memiliki racun mematikan. Siapapun yang tersentuh akan terkena efek korosi]
[Hot Steam yaitu Ignite Drake menembakan uap panas dari mulutnya. Jarak serang 20 meter]
Ryuga menyimpan kembali Glove of god water ke inventori sistem dan memberikan Dagger Flute pada Gladys, "Ini senjata untukmu! Semoga kamu suka. Kita mulai berburu!"
Gladys sangat senang, "Aku menyukainya. Aku akan berusaha sebaik mungkin membantumu keluar dari portal ini."
"Ya, berusahalah. Tap jangan gegabah, kita harus tetap waspada." Ryuga berlari ke arah Ignite Drake diikuti Gladys yang belum terbiasa dengan jalan hidup Divya yang harus kuat secara fisik jika harus bertarung dengan monster.
__ADS_1
Fisik Gladys berbeda dengan Raras yang sudah lama berlatih mempersiapkan diri untuk ujian masuk Divya saat itu. Baru saja ia berlari sudah terengah-engah, Ryuga tak tega lalu menggendongnya.