
Tapi apakah Ryuga mampu melihat, siapa lagi yang akan tewas di depan matanya setelah Zhang Kuku, Reyna dan Ryan di dalam portal dengan level yang belum pernah muncul di dunia.
***
Di luar portal memory of heaven.
Jester yang menjatuhkan 1 kotak besar berisi 100 botol potion di depan portal, langsung dibuka oleh Josephine. Matanya melotot dan beringas, serta kehilangan akal sehat.
Dalam pikirannya hanya ingin mengejar Ryuga yang sudah jauh meninggalkannya. "Aku harus mengejarmu, Ryuga. Bangsat!"
Josephine segera menenggak satu persatu botol berwarna ungu tersebut dan tak membiarkan siapapun menyentuhnya, termasuk anak buahnya.
Josephine meminum botol tersebut tanpa jeda nafas sekali. Cukup menghirup keras dan menenggaknya satu persatu dengan beringas.
Setelah bersendawa keras, karena sudah menghabiskan semua 100 botol ungu tersebut, Josephine menyeringai jahat dan masuk ke dalam portal.
Setelah masuk portal, ia langsung masuk ke dalam piramida Bayu, bukan di pintu masuk portal seperti yang lain.
Pupil matanya berubah ungu, dua tanduk hitam dengan ujung biru pun muncul di dahinya, rambutnya yang berwarna kuning berubah menjadi ungu sepanjang bahu dan sangat runcing. Kedua taringnya memanjang, kuku-kukunya menghitam keras dan panjang serta sangat runcing. Kedua sayap iblis di punggungnya membuka lebar dengan bagian dalam berwarna biru terang.
"Demon archion ...!" Josephine berteriak sangat keras dan suaranya menggelegar, bahkan tubuhnya mengeluarkan gelombang kejut dan menghancurkan pulau terbang di dalam piramida bayu.
'Boom!' Pulau-pulau terbang itu berjatuhan ke permukaan tanah, hampir semua monster humanoid tewas terkena amukan Josephine yang sudah berada di level 10 Emperor.
Skiver langsung muncul dan menembakan pedang-pedang angin ke arah Josephine.
"Death Scythe!"
Dari sebelah kanan Josephin muncul magic seal berwarna ungu kebiruan dan mengeluarkan tongkat berbilah sabit berwarna ungu kehitaman.
__ADS_1
'Trang-trang-trang!' Pedang-pedang angin ditangkis dan dibelokan ke berbagai arah dan tertancap di gundukan batu-batu sisaan dari pulau-pulau terbang yang sudah luluh lantak.
Tubuh Skiver berkedip dan muncul di belakang Josephine. Kedua jarinya ditodongkan ke tengkuk Josephine dan menyeringai licik, "Hunted Lance!"
'Duar!' Kepulan asap dan debu menghalangi pandangan Skiver. Humanoid memakai headset humagear berwarna biru dan memakai zirah cyborg berwarna biru, di kedua matanya ada kacamata scouter, serta pupil matanya berwarna ungu motif bunga lotus.
Skiver tersenyum puas penuh kemenangan dan berkata, "Dasar lemah. Baru saja aku ingin bermain-main denganmu kau sudah mati, sampah!"
Kepulan asap mereda, Josephine masih tetap utuh tubuhnya, tidak ada lecet sedikit pun di sekujur tubuhnya dan menoleh, menatap sinis Skiver, "Hanya sebatas itu kemampuanmu, menyedihkan. Kamu itu bukan seperti boss monster tapi hanya lalat, ha-ha-ha ...."
Skiver mengeraskan rahang diprovokasi oleh Josephine, ditambah serangan pamungkasnya tak mampu menggores kulit Josephine sedikit pun. Padahal skill yang Skiver lepaskan adalah kuasa wind di level 7 yaitu kuasa air. Skill haunted lance itu teknik yang sangat kuat, bahkan pulau seluas 50 hektar pun dalam sekali serang, bisa hancur luluh lantak.
"Skypea sword!"
Di tangan kanan Skiver terbentuk bilah pedang angin berwarna jingga dan sangat panjang. Skiver mengayunkan pedang angin yang berdesis sangat keras ke leher Josephine.
'Trang!' Tanpa menoleh Josephine menangkisnya dengan tongkat berbilah sabit. Skiver terlalu asyik menyerang hingga lupa pertahanannya di bagian perut, Josephine sambil menangkis mundur ke belakang dan menyikut perut Skiver hingga terpundur lusinan meter.
'Trang!' Pedang angin hitam ditepis ke kanan Josephine, sejurus kemudian kaki kiri Skiver melayangkan tendangan ke pelipis kanan Josephine.
Kepala Josephine mundur beberapa centimeter dan tendangan Skiver hanya mengenai ruang kosong. Josephine menyunggingkan senyum dan mengejek, "Aku tak habis pikir, monster level xaverium sepertimu tak bisa menggores sedikit pun kulitku ini. Jangan-jangan hanya monster level iron.
Dihina seperti itu, Skiver langsung naik pitam, darahnya berdesir sampai di puncak ubun-ubun dan mengeraskan rahang lalu membalas, "Mulut busukmu itu tak pantas menilai kekuatanku. Aku akan membungkam mulut kotormu itu. "Skypea wave blast!"
'Swush!' Fluktuasi udara terjadi di sekitar tubuh Skiver, tubuh Josephine juga ikut terdorong menjauh lusinan meter dengan kedua telapak kaki bergesekan dengan permukaan tanah.
Josephine tersentak mengernyit tapi beberapa saat kemudian menyunggingkan senyum, "Aku akan ladeni kau! Aku ingin lihat kekuatanku atau kekuatanku yang jauh lebih unggul. Destruction!"
'Swush!' Tubuh Josephine diselimuti aura merah kehitaman, kukunya memanjang dengan guratan lava berwarna biru, sorot matanya tajam menatap Skiver dan sebaliknya.
__ADS_1
Mereka berdua bersiap melepaskan skill pamungkas masing-masing dari jarak lusinan meter.
'Swush!' Deru angin semakin kencang di sekitar tubuh masing-masing dan diselingi aliran petir berwarna biru.
"Mati kau!" teriak Skiver.
"Rasakan kematianmu!" teriak Josephine.
Skiver melesat dengan pedang angin hitam di tangan kanannya yang diselimuti petir hitam dan api hitam, terhunus ke depan. Josephine juga melesat dengan cakar yang runcing siap mencabik-cabik.
'Slash! Trang!' Begitu berdekatan, mereka langsung menyerang brutal satu sama lain. Di serangan pertama Skiver berhasil menebas pundak kiri Josephine, tapi lukanya tidak serius.
Serangan selanjutnya Skiver hanya mengenai ruang kosong dan dibalas dengan tusukan lima.jari tepat di bahu kiri Skiver. Telat sedetik saja, bukan tidak mungkin jantung Skiver yang menjadi sasaran.
'Trang! Slash! Duar!' Ratusan gerakan hingga ribuan gerakan mereka pertontonkan untuk menyerang satu sama lain dan sangat cepat. Mereka muncul disegala tempat, gelombang kejut dari pertarungan mereka mampu menghancurkan sisa-sisa pulau terbang.
Semakin lama semakin cepat tempo pertarungannya, bahkan tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Keduanya sangat menikmati pertarungan ini, lebih-lebih Josephine yang sudah merasa unggul dari Ryuga meskipun tubuhnya harus berubah menjadi setengah iblis.
Skiver sudah tak mampu lagi mengimbangi gerakan Josephine dan beberapa kali terkena cakaran yang dilancarkan Josephine.
'Slash-slash-slash!' Gerakannya mulai terhuyung dan agak limbung tapi bisa bangun. Tapi Josephine tak mengendurkan serangannya.
"Chaos power!" teriaknya.
Josephine membentuk bola hitam diselimuti petir hitam di ujung jarinya dan mengangkat ke atas. Bola hitam itu membesar lalu digerakan jari beserta lengannya ke depan.
'Swush!' Bola besar hitam itu melesat sangat cepat, Skiver sudah tak bisa menghindar dan terhantamnya.
'Booom!' Bola itu meledak, gelombang kejutnya meratakan dan menghempaskan areal seluas 1.5 km. Josephine terbang tinggi dengan kecepatan tinggi agar tak terkena dampaknya.
__ADS_1
300 nafas kemudian baru mereda, tubuh Skiver hancur hanya menyisakan emperor bayu ball, bola transparan berwarna biru seukuran bola baseball bermotif logo angin.
Josephine turun perlahan dan mengambil emperor bayu ball. Ia simpan di dalam jam tangan penyimmpanan dan tersenyum puas, "Sepertinya ini akan berguna," gumamnya.