
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa Light, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa Maverick. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa Light]
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa Light, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa Light. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa Light]x3
[Selamat juragan mendapatkan 50 poin experience kuasa Light, karena menggunakan salah satu skill dari kuasa Saint. Perolehan skill poin experience dikalikan lima puluh, karena menggunakan skill boosted gear secara otomatis, menjadi 2.500 poin experience kuasa Light]
Ryuga sudah kembali, ke gedung misi dan ini jam terakhir penutupan gedung misi yaitu pukul 23.00.
"Kalau seperti ini terus, kuasa Light milikku bukan tidak mungkin cepat naik ke level 7 yaitu kuasa Eterna dan sebentar lagi aku bisa memaksimalkan kekuatan Anciet Of Weapon God yaitu Crown Of Light God," batin Ryuga tersenyum tipis.
"Silvy, misiku sudah selesai." Ryuga mengeluarkan mayat Sandrock dan Sandslash juga 10 Draco Crystal, 10 batu logam Gold, 10 batu logam Platinum, 10 dan batu logam Mythril di depan loket Silvy. "Oh, ya Silvy. Apakah kristal bisa dijual? Aku mendapatkan beberapa jenis kristal."
Silvy keluar dari loket dan memindai dua mayat monster serta batu logam yang diberikan Ryuga, "Baik, misimu selesai dan seharusnya misi ini bukan pusara rank E tapi rank S," jelas Silvy tertunduk lesu karean membahayakan Ryuga.
"Ya, bisa dijual di tempat penjualan dan pembelian item atau tepatnya gedung sebrang," sambung Silvy.
"Sudah kuduga. Berarti aku naik level lagi lah." Ryuga tersenyum lebar dan menyolek dagu Silvy membuatnya tersipu malu dengan ekspresi kedua pipi merah merona.
"Tentu, tapi aku jadi tidak bisa melihatmu lagi," kata Silvy sedikit sendu.
Ryuga berbisik, "Jika ingin menemuiku. Temui aku di asramaku setelah pulang nanti."
__ADS_1
"I-iya." Silvy sangat gugup sambil menyimpan semua barang milik Ryuga sebagai persyaratan lulus misi.
Silvy memberikan hadiah misi yaitu uang 1 juta dirham dan menaikan level Ryuga menjadi level Silver dan berhak menerima misi rank D.
5 kemudian Veesaki dan Friska yang masih agak lemas berjalan le arah Silvy untuk memberikan barang yang harus disetorkan ke Silvy agar misinya berhasil. Walau hanya 4 misi dari 5 misi yang harus diselesaikan, mereka tetap di level Bronze karena Ryuga yang berhasil membunuh Boss Monster.
Ketika berpapasan dengan Ryuga mereka hanya tersipu malu dan tertunduk. Walau tubuh mereka sudah menjadi santapan Ryuga, tapi tidak ada penyesalan dirinya sama sekali. Ryuga benar-benar terjebak dalam sandiwaranya sendiri, yaitu menjadi kadet yang haus perempuan.
Ryuga keluar dari dalam gedung misi akademi, pergi ke seberang gedung penjualan dan pembelian item kadet. Suasananya nampak sepi, hanya tersisa beberapa karyawan yang menjaga loketnya masing-masing.
"Permisi, aku ingin menjual kristal." Ryuga menyapa pada salah satu loket dengan perempuan sintal dan seksi memakai baju mini yang matanya terkantuk-kantuk.
Wanita itu terlalu mengantuk dan tak menjawab, lalu dagunya dicolek lembut oleh Ryuga, "Hai cantik, bangunlah. Aku ingin menjual kristal," sambungnya.
"Nah, gitu donk. Kan kamu tambah cantik, ini." Ryuga menggoda Niyma membuatnya tambah tersipu malu dan memberikan contoh kristal Emerald, Ruby, Sapphire, Monstone, dan Tobernite padanya.
"Kim, ini kristal cukup mahal dan belum ada harga untuk satu kristalnya. Harga tertinggi giok saja sudah 100.000 dirham/kristal," jelas Niyma melebarkan mata. Pasalnya semua kristal yang Ryuga jual adalah kristal langka.
"Oh, baiklah. Bagaimana aku jual saja harga borongan? 10 juta dirham untuk satu kristal, aku ada 5000 kristal. Ok?" Ryuga menaik-turunkan alisnya.
"Sebentar aku pindai kristalnya, lalu aku tanyakan pada ketua asosiasi penjualan." Niyma memindai semua kristal dengan jam tangan ruang yang sudah dimodifikasi khusus karyawan gedung penjualan dan pembelian. Lalu menghubungi ketua asosiasi penjualan melalui panggilan video.
__ADS_1
Ketua asosiasi penjualan bernama Hamez sangat senang, bahkan menurutnya harga 10 juta dirham itu terlalu murah. Tapi Ryuga tetap memberikan harga awal dan tidak merubahnya.
Niyma mentransfer uang ke dalam jam tangan ruang milik Ryuga 50 milyar dirham dan membagi Niyma 10 juta dirham. Uang 10 juta dirham itu sangat banyak, tentu saja membuat Niyma senang bukan kepalang dan langsung keluar dari meja loketnya lalu memeluk Ryuga erat-erat.
"Hei, hei, sudahlah. Aku tak bisa bernafas." Ryuga merasakan benda kenyal yang sangat padat di dadanya dan membuat Terong XXXL itu kembali berontak. "Kalau seperti ini terus aku bisa saja memakanmu sekarang, Niyma."
"Tidak apa, aku siap," bisik Niyma tersipu malu. Lalu menutup meja loket miliknya dan membawa Ryuga ke toilet wanita.
Kondisi gedung penjualan juga sepi, hanya tinggal Niyma di shift terakhir yang berjaga. Penjaga keamanan pun berjaga di depan dan berpatroli di lantai atas dan di depan pintu ruang bawah tanah.
Niyma menarik Ryuga dan mendorongnya kasar ke salah satu kamar toilet wanita. Ryuga langsung di dudukan ke kloset, sedangkan Niyma yang sudah hilang akal karena uang, langsung meliuk-liuk menari sambil melepaskan satu persatu baju yang dipakainya. Hanya menyisakan bra dan underwear berwarna putih.
Tangan Ryuga dituntun ke arah bagian intim Niyma untuk meremasnya kuat-kuat dan otomatis Ryuga meremasnya lalu menurunkan underwear itu hingga nampak gundukan tertutupi kabut hitam tebal.
Tanpa basa-basi, Ryuga juga membuka celananya yang sudah tampak Terong XXXL mendongak tegak ke atas, "Oh, baby. Sungguh besar, aku sangat suka. Ayo cepat!" kata Niyma yang sudah tak tahan, gua merah mudanya sudah basah kuyup.
Gua merah muda itu di dekatkan pada Terong XXXL, dan ujung dipertemukan dengan ujung Terong XXXL milik Ryuga. Ryuga tidak langsung menghantam tapi mempermainkannya diujung tersebut membuat Niyma mendesis dan melenguh nikmat berkali-kali.
Begitu Niyma sudah hilang kesadaran akibat darah yang sudah naik ke ubun-ubun, Ryuga menghantam paksa gu merah muda itu hingga membuat Niyma menjerit keras. Untung saja tidak ada orang, jadi permainan mereka aman.
Satu detik, satu menit, 30 menit sampai 2 jam mereka terus bergumul. Kadang bergaya Ryuga dibelakang Niyma, kadang Niyma dibawah. Mereka melakukannya penuh dengan gairah, setelah selesai Ryuga meninggalkan Niyma terkulai lemas di dalam kamar toilet tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
"Permainan bejat hari ini cukup memuaskan, lebih baik aku pulang dan beristirahat," gumam Ryuga.