
Ryuga sudah menguatkan tekadnya, apapun yang terjadi. Mereka semua bersiap menuju pintu portal yang sudah dibuka oleh Jester.
Semua tercengang melihat pintu portal bertuliskan 'Khusus level 9. Dibawah level 9 akan keluar otomatis dari dalam portal'.
Dan benar saja Raras, Verel, Elov, Aloody, Stevany, Boy, Dyer dan Angelina serta Datuk Azim langsung terhisap lubang hitam yang muncul dibelakang mereka. Tentu saja mereka yang berlevel 8 langsung dikeluarkan dari dalam portal memory of heaven.
"Tidak ...!"
Kira hanya tersenyum tipis dan begitu tenang, "Jangan khawatir. Mereka tidak apa-apa, hanya tidak memenuhi syarat saja," ucapnya terkekeh.
Gemusha, Inusha, Filza, dan Ryuga hanya membulatkan mulut serentak, "Oh?"
Mereka berlima segera masuk ke dalam portal menuju piramida Bajra. Begitu masuk, hamparan bangunan megah bergaya klasik modern, dibangun dengan batu-batu logam khusus. Ornamen-ornamennya juga sangat bagus.
Bahkan ada satu bangunan persis sekali dengan menara eifel di Prancis. Ryuga langsung menduga jika ini adalah sektor Martapura, tapi kenapa bisa ada di dalam portal atau piramida bajra.
'Glegaar!'
Sambaran petir sangat keras, semenit kemudian hujan deras turun. Dengan petir menyambar-nyambar secara acak ke arah bangunan.
"Bagaimana ini?" Manik mata Gemusha berkeliling mencari tempat berteduh.
Kira mengernyit, karena di dalam piramida bajra bukan seperti di dalam piramida bajra yang pernah ia masuki sebelumnya bersama Agito dan Vera.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Terdeteksi monster dari ras elemental]
[Analisa status]
[Nama: Elanoise Dwarf
Level: Asmodium
Race: Elemental
Elemen: Petir]
[Skill:
Snipe Shock yaitu Elanoise Dwarf menembakan peluru petir. Jarak serang 1 km]
Para dwarf setinggi 185 cm dengan baju zirah bermotif ukiran naga, mengintai dari atap-atap gedung dan membidik mereka berlima.
"Kalian bersiap, kita dikepung!" titah Ryuga.
__ADS_1
'Glegaar!' Kilatan cahaya diiringi suara petir kembali terdengar keras. Hujan pun semakin deras, untuk menyetabilkan suhu di badan mereka, energi Veda pun segera memenuhi rongga-rongga di setiap aliran tubuh mereka.
"Redblackball: Mode composite bow!"
Kira mengubah bola hitam merah menjadi krosbow dengan pegangan seperti pegangan pistol di antara busur panah dan di atasnya ada scope untuk membidik target.
Filza pun mengeluarkan panah stardust dan siap membidik. Gemusha dan Imusha juga bersiap, karena mendeteksi dari kacamata scouter mereka berdua ada 100 Elanoise Dwarf yang mengintai.
Ryuga masih dalam mode arcangel demon dan memegang mirage sword serta eterna sword. Tatapannya tajam dan waspada, bersiap jika mereka menembak.
'Duar! Shua!'
30 peluru petir ditembakan, dan mengarah ke mereka berlima. Gemusha dan Imusha saling menatap lalu menggangguk, memberi kode untuk menahan serangan tersebut.
"Cobalt shield!"
Gemusha membentuk kubah pelindung dari api hijau. Kemudian disusul oleh Inusha.
"Water wall! String trap! Crystal wall! Frost wall!"
Inusha membentuk 4 dinding pertahanan berlapis, pertama dinding air, disusul senar-senar tajam berbentuk jaring laba-laba, lalu dinding kristal dan terakhir dinding es.
Tapi sayang, semua pertahanan tersebut berhasil ditembus. Langkah terakhir, secepat kilat Ryuga yang berada di depan, membelokan ketiga puluh peluru petir dengan kedua pedangnya.
'Trang-trang-trang!'
"Tenang saja. Aku akan melindungi kalian." Ryuga tetap menatap tajam ke depan.
Filza membidik dan bersiap membalas serangan, "Big shot!" Tangannya melepaskan anak panah sepanjang 1 meter.
Anak panah tersebut terus mengarah ke salah satu Elanoise Dwarf yang berada di atas gedung. Dan tepat mengenai kepalanya.
'Shua! Jleb!'
Kira tersenyum puas penuh kemenangan. Kini gilirannya menyerang balik dengan bidikan kacamata scouter di mata kanan. Lalu menembakan secara beruntun 10 anak panah.
'Shua! Jleb!'
"Aaakh ...!' 10 Elanoise Dwarf melengking keras setelah kepala tertembus anak panah yang dilesatkan Kira.
89 Elanoise Dwarf berkomunikasi melalui telepati untuk melakukan tembakan peluru petir secara beruntun.
Kali ini tugas Ryuga menjadi seorang tanker, yang melindungi teman-temanya dengan membelokan serangan peluru-peluru petir.
'Trang-trang-trang!'
__ADS_1
Filza semakin geram dan mengeraskan rahang, "Crystal field! Wing goddes frost! Guardian Ocean!"
Kubah kristal melindungi mereka, serangan-serangan peluru petir, membelok ke berbagai arah dan merusak gedung-gedung.
Di punggung Filza muncul 6 kristal panjang seperti pedang membentuk sayap. Lalu 6 kristal itu mengeluarkan roket pendorong dari setiap ujungnya dan terbuat dari hawa dingin es.
'Swush!' Filza berhasil terbang dan leluasa melepaskan anak panahnya secara beruntun, tanp harus memikirkan teman-temannya "Hyper shot!'
'Shua! Jleb-jleb!'
Dalam sekejap 50 Elanoise Dwarf tewas dan memekik keras, bidikan Filza sesuai arahan tangannya. Anak-anak panah itu tepat mengenai dahi mereka.
Serangan Elanoise Dwarf semakin brutal dan menggila, mereka melompati satu gedung ke gedung yang lain, sambil melepaskan peluru petir.
Dan benar saja Gemusha, Inusha, dan Ryuga terkecoh. Mereka bertiga terkena serangan mereka, namun hanya menyerempet betis, pundak dan pinggang.
"Uuuh ...!" Mereka bertiga melenguh kesakitan dan berlutut satu kaki. Pertahanan Filza juga berhasil ditembus, otomatis mereka bertiga terkena imbasnya.
Tidak bagi Kira yang sudah bermanuver berjalan menempel di dinding bangunan. Setiap kali ditembak, ia akan melompat atau berteleportasi, bahkan menteleportasikan peluru-peluru tersebut untuk menjauh darinya.
Vanya yang masih beristirahat di piramida tirta. Tiba-tiba keluar dari dalam portal dan langsung melompat tinggi dengan kaki direntangkan ke atas, "Ultimate final kick!"
'Booom! Brug!'
Gedung-gedung setinggi 10 meter sampai 80 meter, bergetar lalu roboh. Tendangan Vanya sangat kuat hingga meratakan gedung-gedung dalam radius 500 meter. Pastinya, Elanoise Dwarf yang tersisa terjatuh dan tertimpa bangunan gedung.
Dengan kemampuan Vanya sebagai alkemis rank SSS. Dia mampu memurnikan ulang Elixir potion dan menjadikannya sebagai potion yang bisa menaikan level. Tentu saja Vanya gunakan untuk menaikan levelnya, agar memenuhi syarat untuk masuk piramida bajra.
Afkham dan Jester sengaja tidak mengeluarkan Vanya dari dalam portal. Karena insting mereka berdua mengatakan jika Vanya memiliki sesuatu, dan benar saja Vanya menunjukan hasil yang gemilang.
Dengan meramu dan memformulasikan ulang elixir potion menjadi evolution potion. Minuman potion berwarna jingga.
Filza, Kira, Ryuga, Gemusha, dan Inusha menjatuhkan rahangya ke lantai, karena terkejut melihat Vanya bisa menghancurkan gedung-gedung tinggi dalam radius 500 meter.
"Divya yang terlalu kuat."
"Sungguh, aku baru lihat Divya sekuat ini."
"Luar biasa, ternyata Vanya sangat kuat."
"Rambut helm, ternyata progressnya menjanjikan. Tapi ...."
"Kenapa? Takut CLBK ya, ehem ... ehem ...." goda Kira yang sudah berdiri di samping Ryuga.
"Area extreme heal!" Vanya melepaskan magic seal berdiameter 100 meter untuk menyembuhka. semua teman-temannya.
__ADS_1
"Aku harap kamu bisa memaafkanku, Ryu," batin Vanya penuh harap pada Ryuga.