SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
New Chapter 282 Kalah Telak


__ADS_3

Kedua aura Primordial beradu kuat, Zaki, Zaka, dan Gladys terpental bersamaan hingga menabarak dinding serta memuntahkan darah.


Karena Sasuke sengaja menyerang ketiga anak buah Ryuga yang menurutnya lemah, untuk memecah fokus Ryuga.


"Dasar pecundang, hanya berani dengan yang lemah, haaa ...!" Ryuga mengerang menambah daya dorong aura Primordialnya.


Meja yang dipijak Ryuga retak, dan permukaan lantai dipijak Sasuke juga retak. Para ketua agensi asosiasi yang lain muntah darah dan ditekan tubuhnya.


"Akan kutunjukan padamu perbedaan kekuatanku, haaa ...!" Sasuke mengeluarkan aura Heaven.


Setengah ketua agensi asosiasi tubuhnya meledak menjadi kabut darah. Zaki, Zaka, dan Gladys juga semakin parah lukanya, tulang-tulangnya bergemertak. Insiden yang tak terduga, Ryuga terpental dan menabrak dinding hingga hancur berkeping-keping.


"Guhak!" Ryuga memuntahkan banyak darah dan tubuhnya tidak bisa digerakan. "Drive!"


Ryuga masih bisa menggerakan tangan kanannya lalu melemparkan Yamato dan tepat mengenai bahu kanan Sasuke. Akhirnya mereka bisa lepas dari tekanan aura Heaven Sasuke.


Yamato tercabut sendiri dan kembali ke tangan Ryuga, "Trickster!" serunya.


"Psycho Teleportation!"


"Greater Teleportation!"


"Quick Silver!"


Zaki, Zaka, dan Gladys serta Ryuga kabur. Untuk sementara mundur, mereka belum siap melawan Sasuke. Mereka kurang informasi.


Ibarat pepatah untuk membunuh Singa harus tahu kebiasaan dan kesukaannya. Ryuga mundur bukan sebagai pengecut, tapi mundur untuk menyiapkan rencana melawan Sasuke.


Jika dengan kekuatan kalah, maka dengan cara cerdas melawannya. Ataupun cara licik.


Zaki, Zaka, dan Gladys serta Ryuga kembali ke markas Titania yang berada di dalam bawah laut.


"V-vouge, V-vouge." Ryuga lirih memanggil Vouge dan tumbang secara bersama Zaki, Zaka juga Gladys dilantai.


Nafas mereka tak beraturan, dengan muntahan darah semakin banyak. Vouge mengernyit dan dipenuhi tanda tanya, "Ada Kim? Kin? Kiu? Kiv?" tanyanya bingung harus siapa dahulu yang harus ditolong.

__ADS_1


"Sasuke Vouge, S-sasuke," lirih Gladys dengan nafas tak beraturan.


Vouge langsung mengambil heal potion dan meminumkannya masing-masing satu botol untuk pencegahan pengobatan pertama. Agar luka mereka tidak semakin parah.


Ryuga menghela nafas panjang dan menariknya kembali dalam-dalam lalu mengulangnya sebanyak tiga kali.


"Lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya BlackCorn yang keluar dari ruangan barnya, rasanya sepi tidak ada anggota pembunuh bayaran yang lain seperti biasanya.


"Kita rekrut anggota baru," usul Ryuga yang sudah pulih prima.


"Itu sangat susah, bahkan lebih susah dari mencari jarum di dalam tumpukan jerami." Vouge menggeleng pelan dan menghela nafas panjang.


Vouge sangat paham, merekrut pembunuh bayaran itu susah, apalagi jika mencari yang punya kemampuan.


"Menurutku tidak susah. Buat saja tawaran semenarik mungkin dan sebar di dunia bawah tanah." Ryuga tersenyum licik dibalik topengnya diikuti Zaka, Zaki, dan Gladys.


Rencana Ryuga mengalah dan merekam pembunuhan setengah ketua agensi asosiasi berhasil. Malah ini diluar dugannya.


Awalnya hanya menekan Sasuke untuk membagi wilayah pada Titania. Tapi malah terjadi adu aura yang cukup sengit dan berakhirnya setengah kekuasaan asosiasi Rinbo dengan terbunuhnya 50 ketua agensi.


Tentu saja 50 ketua agensi lain mulai goyah atas sikap otoriter dan diktator Sasuke dan bisa menimbulkan pemberontakan di dalam wilayah organisasi Rinbo sendiri.


"Bukankah kita bisa menemui penguasa UniverseRuler." Jawaban Ryuga membuat Zaka, Zaki, dan Gladys tertawa tertahan dari balik topengnya.


Selalu saja Ryuga bersandiwara dengan total. Padahal tinggal jujur saja pada Vouge dan BlackCorn, bahwa dia penguasa UniverseRuler.


Tapi kondisinya tidak tepat, dan bisa saja ditertawakan oleh Vouge dan BlackCorn. Ryuga memikirkan reputasi penguasa UniverseRuler harus terlihat kuat dan tak terkalahkan.


Nyatanya ia saat ini kalah telak dengan Sasuke, jadi dia tidak ingin menghancurkan reputasi di depan Vouge dan BlackCorn, sebagai pemimpin UniverseRuler yang kuat dan tak terkalahkan.


Ryuga menatap Zaki, Gladys, dan Zaka yang masih tertawa membuat Vouge dan BlackCorn bingung.


"Tapi ...." Vouge masih ragu.


"Sudah, tidak ada tapi-tapian. Kamu kan kenal Kiyu bukan? Aku tahu semuanya." BlackCorn bersuara memecah kebuntuan Vouge.

__ADS_1


"Ya, tapi temani aku bertemu Kiyu satu jam lagi di gedung Insignia. Aku memang ada janji dengannya membicarakan masalah lain sekaligus rencana kita." Vouge memohon pada BlackCorn.


Sebab laki-laki berperawakan besar itu selalu enggan jika meninggalkan markas. Tapi saat ini tidak ada anggota lain selain Four White Shadow.


"Ya." BlackCorn menjawab malas.


"Zaka, dan Zaki kalian berdua diam disini. Aku akan pulang ke Insignia bersama Gladys. Ya meski markas ini tidak akan ada yang menemukan." Ryuga terkekeh, berbicara melalui telepati pada Gladys, Zaka, dan Zaki.


Mereka bertiga hanya menjawab dengan mengangguk. Vouge dan BlackCorn segera keluar melalui lift menuju permukaan air laut yang berisikan port yang terhubung ke dalam markas bawah laut dan dilindungi medan pelindung stealth.


Medan pelindung stealth ini membuat tidak terlihat dan menolak siapapun yang mendekati wilayah port dalam radius 100 meter. Vogue juga bukan Assasin biasa, dia seorang programmer dan engineering yang cukup handal.


***


Menara Insignia lantai atas.


Ryuga mengganti warna Mask Of Universe menjadi warna emas dengan dua garis di kiri dan kanan berwarna putih serta memakai Crown Of God.


Ditemani Kiyu, Sam, Jiro, Miku, dan Rob serta Gladys yang memakai seragam pelaut jepang berwarna merah dengan bawahan rok mini dan sepatu boot berwarna hitam. Enerkyl Zilan dipunggung, Highlander Dagger di belakang pinggan menghadap menghadap ke kiri dan Dagger Flute menghadap ke kanan.


Vouge dan BlackCorn memakai setelan jas hitam, dengan Vouge memakai topeng emas dan BlackCorn memakai topeng silver.


Mereka grogi, bukan hanya grogi tapi sangat gemetar melihat aura Vergil Wong yang terlalu mendominasi.


"Perkenalkan kami Gold And Silver Slicer."


Vouge dan BlackCorn menunduk hormat dengan menyilangkan tangan ke dada kiri.


Vergil mengangguk dan Kiyu menyodorkan tangan untuk mempersilahkan duduk. "Terima kasih nona Kiyu, dan tuan Vergil Wong." Vouge dan BlackCorn, duduk dengan tersenyum ramah.


"Untuk masalah itu tuan Vergil tidak bisa memenuhinya, karena Titania belum memenuhi syarat." Pernyataan Kiyu seperti petir di siang bolong menyambar dada Vouge dan BlackCorn.


Harapan mereka pupus untuk menjadi bagian dari wilayah selatan di bawah naungan UniverseRuler.


Vouge sudah berpikir dan berusaha keras agar bisa masuk dalam jajaran UniverseRuler.

__ADS_1


Tapi Vouge tidak menyerah, "Maaf Nona Kiyu, jika keinginan kami belum memenuhi syarat untuk mendirikan gedung Titania di dalam Bloodfallen. Kami hanya ingin meminta satu hal pada tuan Vergil, boleh?" tanyanya sopan.


"Silahkan, katakan! Asal memenuhi syarat," jawab tegas Kiyu dengan raut muka garang dan sedikit mengeluarkan aura Lord.


__ADS_2