SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 4: MASK OF UNIVERSE
Chapter 45 Sentimen Jason


__ADS_3

Ryuga memindahkan ratusan kotak berisi tanaman herbal itu dengan skill trickster. Dalam sekejap Ryuga berhasil memindahkan ratusan kotak tersebut, membuat kagum para alkemis yang sedang bekerja.


[Selamat juragan berhasil menyelesaikan misi tersembunyi]


[Misi : Membantu Alkemis mengangkat kotak berisi tanaman herbal


Hadiah : 10.000 poin experience


Hukuman : -


[Hadiah sudah ditambahkan ke status poin experience juragan]


[Sampai jumpa di misi selanjutnya]


"Anak yang sangat berbakat," batin Shiwa tersnyum hangat, Shiwa adalah kepala alkemis akademi Maung School. Pria paruh baya, berkulit coklat, memakai kacamata, berambut pendek kehitaman, tinggi 182 cm, di wajahnya ada jambang tipis menyambung ke jenggotnya yang tipis.


"Terima kasih Ryu!" imbuh Shiwa.


"Sama-sama guru. Apakah ada hal lain lagi yang bisa aku bantu?" tanya Ryuga.


"Tidak ada Ryu! Silahkan beristirahat saja!" jawab Shiwa.


"Baik paman. Saya undur diri!" Ryuga meninggalkan ruangan alkemi, untuk beristirahat di dormitori miliknya. Jam tangan di tangan Ryuga, sudah menunjukan jam 22.15 WIB, tak terasa waktu berjalan dengan cepat.


"Menyebalkan, menyebalkan! Kamu malah semakin populer, dan itu membuatku muak. Aku pasti akan menghancurkanmu bocah miskin. Kamu hanyalah sampah!" batin Ringo menyeringai kesal, sedari tadi memperhatikan Ryuga.


***


Keesokan pagi di dormitori level 7.


Ryuga sedang menyelesaikan misi harian, tapi ia menggandakan semua misi hariannya dari 100x menjadi 200x. "Aku harus menjadi lebih kuat!" Ryuga terus berlari mengelilingi dormitori miliknya selama 20 kali putaran dengan beban gravitasi 10 kali lipat. Ryuga berlari secara tertatih, dan berhasil menyelesaikan 20 kali putaran dengan waktu 3 jam.


[Selamat juragan mendapatkan 100 poin experience karena berhasil menyelesaikan misi harian]

__ADS_1


Ryuga melanjutkan latihan dengan mengayunkan 100 kali pedang latihan gravitasi, dengan beban berat 100 kg. "Latihan hari ini sudah cukup," Ryuga menyeka keringat di dahinya dengan handuk lalu membersihkan diri dan memakai seragam ASSAT miliknya.


Hari ini Ryuga di undang ke menara Mexus untuk bertemu Lord Gardosen, salah satu Sangakama di sektor Siliwangi.


"Tok ...!" Kira mengetuk pintu dormitori Ryuga, "Ryu apa kau ada di dalam?!" panggil Kira dengan nada suara berteriak keras.


"Ya guru, sebentar!" Ryuga menyahuti panggilan Kira, karena ia paham dengan suara gurunya itu. Kemudian Ryuga membukakan pintu, "Ada apa guru?"


"Ini surat undangan untukmu, Jendral Atmojoyo menunggumu di depan akademi dan akan menemanimu bertemu Lord Gardosen," jawab Kira sambil memberikan surat undangan khusus pada Ryuga.


"Terima kasih guru!" Ryuga menunduk hormat menerima surat dari Kira.


***


1 jam kemudian, di depan menara gedung Mexus sektor Siliwangi, Serpong Alam Sutra.


Ryuga keluar dari mobil bersama Jendral Atmojoyo, tak ada satu kata pun yang terucap di antara mereka berdua, ketika berada di dalam mobil. Ryuga mengetahui jika Jendral Atmojoyo ingin membunuhnya, jadi ia hanya mendiamlkannya dengan menahan emosinya. Tapi sebaliknya Jendral Atmojoyo sangat menyesal karena ingin membunuh Ryuga, alasannya karena Ryuga Divya level 1 dan sampah bagi akademi Maung School. Tapi jutsru Ryuga memberikan kontribusi yang besar untuk akademi Maung School dan juga sektor Siliwangi.


"Ada apa Jendral?" tanya Ryuga membalikan badan dengan tersenyum tipis menutupi amarahnya pada Jendral Atmojoyo.


"Aku meminta maaf padamu, karena memberikan jam tangan armor cyborg suit yang telah dipasang chip agar selalu diincar monster," ungkap Jendral Atmojoyo. Kemudian melanjutkan dengan membungkuk hormat dan raut muka penuh penyesalan, "Maafkan aku yang ingin membunuhmu di sektor Majapahit."


"Tidak apa-apa Jendral. Aku hanya menganggap itu semua bagian dari ujian, lupakan saja Jendral, tidak perlu lagi dibahas," balas Ryuga dengan sorot mata yang tajam tapi senyum yang tulus mengembang di bibirnya. "Dengan Jendral memberikan ujian yang sangat sulit, aku sangat berterima kasih ada jendral, karena aku bisa memaksimalkan kuasaku. Aku sudah menganggapnya sebagai latihan saja dari akademi dan Institusi militer."


"Terima kasih banyak Ryu, karena kamu mau memaafkanku. Semoga kita bisa bekerjasama membesarkan akademi di masa depan," ujar Jendral Atmojoyo menunduk hormat.


"Sama-sama Jendral!" balas Ryuga menunduk hormat juga.


Mereka berdua masuk dan sudah di sambut meriah oleh para staff gedung menara Mexus.


"Selamat datang tuan Ryuga!"


"Selamat datang Jendral Atmojoyo!"

__ADS_1


Para staff gedung memberi sambutan serentak dan salah satu dari mereka, menghantarkan Ryuga serta Jendral Atmojoyo ke lantai paling atas dimana ruangan Gardosen berada.


"Ting ...!" Pintu lift terbuka, salah satu staff membukakan pintu ruangan kantor Gardosen. "Lapor Lord! Aku membawa Jendral Atmojoyo dan tuan Ryuga!" ucap salah satu staff dengan menyilangkan tangan kanan ke dada kiri dan membungkuk hormat.


Gardosen mengangguk pelan, dengan raut bibir melengkung membentuk senyuman. Di dalam ruangan ada Jason yang menatap sinis Ryuga dan juga Zayd menyeringai licik.


"Cih, hanya Divya lemah dan sampah, Lord Gardosen mengundangnys dengan acara meriah seperti ini. Apa hebatnya dia?" batin Jason dengan tatapan merendahkan pada Ryuga.


"Lapor Lord! Aku Ryuga Himura!" ujar Ryuga dengan menyilangkan tangan kanan ke dada kiri dan membungkuk hormat.


"Lapor Lord! Aku Jendral Atmojoyo datang menghadap" ujar Jendral Atmojoyo dengan menyilangkan tangan kanan ke dada kiri dan membungkuk hormat.


"Silahkan duduk! Kita nikmati pesta ini. Jangan terlalu tegang!" ajak Gardosen menuju meja makan mewah yang berada di ruangan kantor Gardosen. Di atas meja makan yang sangat mewah, sudah tersedia banyak makanan yang sangat menggugah selera.


"Nama Himura berada di belakang nama Ryuga, apakah dia anak profesor Agito Himura yang dijadikan subyek penelitian senjata dewa waktu itu?" pikir Gardosen menatap lekat wajah Ryuga yang mirip dengan wajah Agito Himura, Lalu melambaikan tangan ke Zayd, dan dengan cekatan Zayd mendekati Lord Gardosen, "Cepat selidiki latar belakang anak ini!" titahnya berbisik pada telinga Zayd.


Kepala Zayd mengangguk pelan tanda ia sudah mengerti. Lalu ia pergi dari ruangan Gardosen dengan tergesa-gesa meninggalkan perjamuan.


"Maaf Lord! Apakah ada hal penting sehingga tuan Zayd tergesa-gesa seperti itu?" tanya Jendral Atmojoyo dengan raut muka penasaran.


"Tidak apa-apa hanya masalah kecil. Silahkan dinikmati makanannya!" seru Gardosen melambaikan tangan mempersilahkan dengan sudut-sudut bibir membentuk senyuman ramah. "Jangan malu-malu, makanlah yang banyak!"


Jason terus menatap Ryuga dengan tatapan sinis, dan membuat Ryuga tidak nyaman. Ryuga makan dengan wajah menunduk, "Apa makanannya tidak enak? Atau kamu punya masalah?" tanya Gardosen melirik Jason, karena sedari memperhatikan Ryuga hanya menundukan wajah dan tidak berbicara sepatah kata pun.


"Tidak my Lord! Aku hanya bingung mengapa my Lord menundangku kemari?" tanya Ryuga kembali masih dalam keadaan menundukan wajahnya.


"Tentu saja memberikanmu apresiasi dan hadiah atas kinerjamu. Selanjutnya kamu akan menjadi kandidat utama Sangakama sektor Siliwangi. Alasanya mudah, aku telah melihat semua rekaman video yang diberikan Zayd. Kamu berhasil menghancurkan kelima portal ungu atau portal platinum. Apakah kamu tidak tahu? Jika penghancuran portal hanya bisa dilakukan oleh seorang Sangakama, dan kamu bisa melakukannya," jelas Gardosen tersenyum puas.


"Pffft ...! Uhuk, uhuk, uhuk!" Ryuga dan Atmojoyo menyemburkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya dan terbatuk, mata mereka membulat. "Kandidat utama Sangakama?!"


"Benar-benar menyebalkan! Aku sudah menunggu lama untuk menjadi Sangakama selanjutnya, malah terdepak oleh kadet yang masih bau kencur ini. Apa hebatnya dia denganku? Hanya menutup portal saja, Aku pun bisa, cih!" Jason berdecih dalam batinnya dengan menggertakan gigi, raut mukanya menyeringai geram, semerah kepiting rebus, dan menatap lekat Ryuga penuh dengan kebencian.


"Kenapa ada aura kebencian yang menghinggapiku sekarang?" pikir Ryuga sambil mengelap mulutnya yang kotor bekas dirinya tersedak.

__ADS_1


__ADS_2