
***
Flasback 10 menit yang lalu, Permukaan atas kota Diamond Frost.
Tubuh Anilika yang masih pingsan dibawa oleh Geminu Afkham. Posisinya kepala di bawah kaki kanannya di pegang oleh tangan kiri Geminu Afkham.
Lidah Geminu Afkham semakin panjang menjilati leher Anilika, seperti es krim. "Sayang sekali, tubuh seindah ini harus mati, ha-ha-ha ...."
"Berisik!" Elov tiba-tiba muncul dan menendang muka Geminu Afkham tapi tetap tak bergeming.
Geminu Afkham menyeringai, "Psycho Gravity!"
'Boom!'
Tubuh Elov tertarik gravitasi yang sangat kuat, dia tak mampu berdiri lagi. Stevany dan Aloody yang ingin menusuk Geminu Afkham juga dari belakang juga tertarik gravitasi yang sangat kuat. Skill Psycho Gravity, tarikan gravitasinya 10 kali lipat dari skill Gravity. Bahkan meringankan tubuhnya juga lebih ringan dan gerakan tubuh pengguna juga bisa dilakukan. Tidak seperti skill Gravity hanya ditujukan pada target saja.
'Ctak!'
Geminu Afkham menjetikan jari, dari dalam tana, tepatnya pintu gerbang bunker kota Diamond Frost, 1000 Psycho Golem menerobos keluar dan terjadi ledakan hebat.
'Boom!'
"Kalian hanya semut, matilah!" Geminu Afkham menyeringai dan 3 Psycho Golem melompat tinggi ke arah Elov, Aloody, dan Stevany.
Dyer, Vanya, Rany, Filza, Josephine , Verel, Angelina, Boy, dan Raras melompat dari pesawat untuk menyelamatkan mereka bertiga.
Tapi ketika masuk dalam ketinggian 50 meter, tubuh mereka ditarik kuat ke permukaan tanah dan menimbulkan dentuman ledakan beruntun.
'Boom-boom-boom!'
Dyer, Vanya, Rany, Filza, Josephine , Verel, Angelina, Boy, dan Raras bernasib sama dengan Aloody, Elov serta Stevany. Tertahan oleh tarikan gravitasi yang sangat kuat.
'Boom! Zrash!'
Energi Veda mereka di serap perlahan, nasib Aloody, Elov dan Stevany tewas tertindih kaki 3 Psycho Golem yang sangat besar. Tubuh mereka hancur menjadi bubur darah.
"Seal of eternity: Absolut speed!"
"God tword technique: Multiple Azure Dragon!"
__ADS_1
"Summoning: Infernal Of Darkness Army!"
"Summoning: Seven God Dragon!"
"Athena Bless!"
Vanya, Raras dan Rany memberikan buff kecepatan untuk meringankan tubuh yang lain termasuk dirinya, agar lepas dari jeratan tarikan gravitasi yang dibuat oleh Geminu Afkham.
Mereka berhasil lepas, Josephine memanggil pasukan kegelapannya. Tubuhnya juga sudah berubah menjadi iblis bertanduk dengan 10 sayap iblis di punggungnya dan melesat cepat untuk menyelamatkan Anilika.
Geminu Afkham menyeringai, "Nampaknya tubuh itu lebih cocok denganku!" Begitu Josephine mendekat Geminu Afkham mencekiknya dengan tangan kanan. Namun tangan kiri tetap memegang kaki kanan Anilika, "Soul Vessel Switch!"
Sebelum Geminu Afkham melakukan perpindahan jiwa, Gargoyle, Selion, Xaverion, Anmerion, Rexion, Zepdon, dan Union dalam mode pertama, naga sepanjang satu meter denga warna tubuh berbeda menubrk tubuhnya.
Josephine dan Anilika terlepas lalu terjerembab ke permukaan tanah. Geminu Afkham sangat marah, tapi kalah marah dengan Dyer yang melihat ketiga sepupunya tewas di depan matanya.
Flashback end.
***
Saat ini.
"Aku habisi kalian semua, monster brengsek. Aaaargh ...! Rage of extinction!"
Permukaan pasir beterbangan dan bergetar hebat dalam radius 200 meter. Fluktuasi udara dan suhu pun terjadi, deru angin bersuhu panas mengelilingi tubuh Dyer.
Vanya, Rany, Filza, Verel, Angelina, Boy, dan Raras mundur sejauh mungkin dengan berteleportasi. Josephine membawa Anilika dengan menggendong ala bridal style, pasukan kegelapan Josephine yang sedang bertarung dengan Psycho Golem juga ikut mundur merasakan energi yang sangat panas dan kuat yang siap membakar mereka.
"Haaaa ...!" Dyer melepaskan gelombang ledakan hingga memunculkan siluet pilar berwarna ungu menjulang ke langit dan menembus awan. Sejurus kemudian gelombang kejut menghempaskan semuanya hingga menjadikannya rata dengan tanah.
1000 Psycho Golem hancur berkeping-keping. "Awas semua, bersiap!" Josephine berteriak.
"Guardian protection!"
"Great shield of protection!"
"God sword technique: Absolut shield of turtle!"
"Sustained block!"
__ADS_1
Filza membentuk kubah pelindung, disusul Raras juga sama membentuk kubah pelindung melapisi kubah pelindung milik Filza.
Rany juga membentuk kubah pelindung berbentuk cangkang kura-kura transparan juga memperkuat kubah pelindung yang dibuat oleh Filza dan Raras.
Dyer terus mengeluarkan gelombang kejut dari tubuhnya tanpa henti, semakin lama semakin kuat. Dyer sudah dibutakan oleh dendam, tidak peduli dengan dirinya sendiri. Padahal tubuhnya sudah tak mampu lagi bertahan, tapi rasa dendamnya begitu kuat.
"Aku harus menolong Dyer," kata Boy dengan wajah bodohnya. Meskipun kekar agak gendut dan bodoh, Boy sangat baik. Dia tidak bisa melihat temannya terluka.
"Jangan Boy, itu berbahaya!" sergah Verel memegang tangan Boy.
Vanya, Rany, Filza, Josephine , Verel, Angelina, Boy, Anilika dan Raras, kini sedang berada di dalam kubah pelindung.
Josephine membuat pelindung delapan mata angin berbentuk pedang besar dikelilingi tengkorak manusia yang terletak di dalam kubah pelindung paling dalam dan terletak di delapan arah mata angin.
'Prang!'.
Kubah pelindung milik Raras hancur berkeping-keping. Kubah pelindung milik Filza juga mulai retak.
Sementara itu Geminu Afkham bajunya sudah compang-camping sedang melayang dan menyilangkan tangan untuk menahan hempasan gelombang kejut yang dilepaskan oleh Dyer.
"Aaaargh ...! Sial! Gara-gara kadal buduk itu aku gagal mengambil tubuhnya!" Geminu Afkham merutuk keras sambil menatap tajam Seven God Dragon yang sedang terbang tinggi di atasnya. Mereka juga menghindar dari serangan Dyer yang sangat berbahaya.
'Grrr! Grrr!'
Sektor Majapahit mengalami gempa berkekuatan 2.5 skala richter. Serangan Dyer memang benar-benar gila, setelah naik level Demigod kekuatannya bertambah pesat, Geminu Afkham pun dibuat tak berkutik.
Akhirnya tubuh Dyer mencapai batasnya dan berlutut lemas dengan nafas tak beraturan. Kepulan asap dan debu menghalangi pandangannya.
Semua kubah pelindung yang dibuat Josephine, Rany, dan Filza juga hancur.
Vanya, Rany, Filza, Josephine , Verel, Angelina, Boy, dan Raras, akhirnya terhempas dalam keadaan luka parah.
Geminu Afkham menyeringai, dia sama sekali tidak terluka hanya bajunya saja hancur compang-camping tapi tetap menutup bagian vitalnya. "Kalian akan aku siksa dengan siksaan perlahan." Geminu Afkham tertawa jahat. "Psycho thorn!"
Geminu Afkham menghentakan kaki kanannya dan muncul duri-duri tajam sepanjang setengah meter menusuk Vanya, Rany, Filza, Josephine , Verel, Angelina, Boy, Anilika dan Raras. Kaki mereka yang terkena tusukan dan menembusnya.
Serangan Geminu Afkham sangat luas dalam radius 1 km duri-duri hitam tersebut muncul dan makhluk hidup yang tertusuk energi kehidupanya diserap perlahan.
Vanya, Rany, Filza, Josephine , Verel, Angelina, Boy, Anilika dan Raras tidak bisa bergerak hanya mematung. Ruh mereka seakan dicabut perlahan, berteriak pun tidak bisa karena mulut mereka juga seperti terkunci rapat.
__ADS_1
Dyer sudah sekarat dan didekati oleh Geminu Afkham yang melayang lalu mengelurkan Psycho Clown Ball bergaris enam dan mendorong paksa ke dalam dadanya.