
Mereka bertiga mendapat lawan yang jauh di atas mereka bertiga. Tapi Filza berhasil menyerap setengah energi Veda di dalam tubuh Jester.
"Multiple ocean spear!"
Filza terus melompati sinar laser sambil membentuk tombak kristal dan menembakannnya untuk menghancurkan cermin-cermin yang memantulkan sinar laser.
'Prang-prang-prang!'
Filza berhasil menghancurkan lima cermin dan terus melempari cermin-cermin yang mengepungnya dalam radius 200 meter. Satu persatu cermin pecah. Di samping melempari cermin, Filza disaat bersamaan menghindari sinar laser yang menyerangnya. Benar-benar menguras tenaga dan pikirannya saat ini.
"Gorgon eye: Tearless barrage!"
Mata di atas Jester bersinar mengumpulkan energi, dan bersiap menembakan sinar laser secara beruntun.
Filza tak tinggal diam, "Field Ocean: Winged goddes frost!"
Sinar laser berbelok ke arah secara acak, setelah Filza melindungi tubuhnya dengan 6 pilar berbentuk pedang yang bergerak membentuk bola pelindung. Filza juga bisa terbang dan kembali melesatkan tombak kristal.
'Shua! Trang!'
"Poison sword!"
Jester berhasil menangkis hanya dengan tangannya yang sudah dilapisi cairan racun dan membentuk pedang untuk mengeraskan tangannya sekaligus membuat tangannya sangat beracun.
Tapi sayang, kekerasan pedang racun milik Jester lebih lunak dari tombak kristal milik Filza. "Hei! Kau benar-benar bodoh ya? Aku di tahap maksimal kuasa water yaitu kuasa Ocean. Kamu pikir dengan kuasa poison biasa melawan tombak kristalku, hah!" ejeknya.
Filza mengeratkan tangannya pada tombak kristal dan melesatkan tombak-tombak tersebut yang dibentuk secara cepat di tangan Filza.
Jester kali ini benar-benar terdesak, tombak-tombak tersebut berhasil mengenainya di kedua lengan, kedua paha, dan kedua betis hingga menembusnya.
__ADS_1
"Guhak!" Jester memuntahkan seteguk darah, bersamaan itu pula energi Vedanya dihisap oleh tombak dan mengalirkannya pada Ryuga, Josephine serta Vanya.
Tubuh Jester perlahan berubah dan bola hitam keluar dari tubuhnya masuk ke dalam tubuh Ryuga. Bola itu adalah bola yang pernah dibuat dari 7 pecahan bola emas makam nawadewanata yang ditemukan oleh Yosep. Lalu diserahkan ke Raiden untuk membentuk 7 WorldRuler. Atau asal muasal virus Zerocity.
Jester kembali menjadi Zayd, dan pingsan dalam keadaan mematung. Afkham geram melihat saudaranya telah hilang dihabisi oleh Filza.
Selama ini Zayd hanya wadah dari Jester, 7 jiwa baik yang terperangkap di dalam Universe ball. Tapi karena ditetesi darah Bayanaka yang menyamar menjadi Yosep. 7 jiwa tersebut berubah menjadi sesosok iblis psikopat yang suka membunuh dan menyiksa siapapun.
***
POV flashback Zayd.
"Tuan, ayo kita bergegas! Bukankah hari ini ada penyerbuan serentak pusara level E." Zayd membangunkan Gardosen yang masih tertidur pulas.
"Hmm ... jangan terlalu berisik Zayd. Aku masih mengantuk, 15 menit lagi, ok." Gardosen kembali tertidur, dia sangat lelah setelah menjalani serangkaian tes untuk menjadikannya Subject 09 di Laboratorium Los Angeles.
Agito sedang meneliti senjata dewa, ada 9 orang yang dijadikan subyek oleh Agito termasuk Ryuga anaknya sendiri. Asal muasal dna senjata dewa.
Dari 9 subyek yaitu Ryuga, Gemusha, Inusha, Freya, Aranya, Athena, Viktor, Thanatos, dan Gardosen. Maka Gardosen saja yang memiliki kecocokan sangat tinggi. Tapi kecocokan itu pula yang menggerogoti tubuhnya.
Zayd adalah asisten pribadi Gardosen, tapi dia lebih senang menganggap Zayd adiknya.
Dalam periode ini, Agito sudah menguasai dunia dan memiliki Ryuga sebagai anaknya. Anak yang terlalu ia sayangi, di saat itu pula Ryuga harus menjalani banyak tes untuk menguatkan tubuhnya dari gesekan energi Agito, Ryuga dan Vera.
Maka satu-satunya cara yang diketemukan Agito adalah membagi sel Evolt Ryuga ke senjata dewa lalu ditransplantasikan pada subyek lain yang mampu menahan efek sel Evolt tersebut.
Replika senjata dewa dipilih dari 9 senjata nawadewanata yang berhasil di lebur oleh agito dan di daur ulang bentuknya. Senjata dewa ditransplantasikan sel Evolt Ryuga. Lalu dilakukan pencocokan pada semua Divya di seluruh dunia termasuk Gardosen, pria kekar berumur 29 tahun.
Mereka berdua akhirnya pergi ke pusara yang muncul di tengah kota Los Angeles, sektor Trunyan.
__ADS_1
Gardosen memimpin penyerbuan pusara level E. Ada 10 orang Divya yang siap masuk termasuk Zayd yang membawa semua keperluan Gardosen, "Zayd, kamu tetap di belakangku. Aku tak ingin kau terluka, meski ini pusara level E tapi tetap saja berbahaya. Mengerti!"
"Baik, tuan. Aku tak akan jauh darimu." Zayd sangat senang diperhatikan oleh Gardosen, tuan sekaligus kakak angkatnya itu.
"Semuanya bersiap! Armor vest of god earth: Defense Gravity! Speed Gravity!"
Gardosen memberikan efek buff pertahanan dan kecepatan. Anggota timnya akan mengeras seperti batu logam titanium dan memiliki kecepatan, secepat kecepatan suara.
Gardosen hanya bersiap, jika saja monster di dalam pusara sangat berbahaya. Mereka masuk ke dalam pusara dari magic circle yang berada di depan Gardosen.
Mereka bersepuluh masuk ke dalam pusara, di dalamnya seperti kuburan di dalam piramida. Hawanya biasa saja dan cukup terang.
"Bro, sepertinya ini pusara yang cukup aman, bukan karena level E," kata Steve sahabat Gardosen.
"Tetap saja kita harus waspada. Ya, meskipun pasti di dalamnya ada sesuatu yang tidak berharga. Menurut informasi dari Regalia King, semakin rendah level, harta karunnya juga rendah," sergah Malika.
Tiba-tiba di dalam pusara bergetar 3 kali, muncul kotak emas. Pusara berubah levelnya menjadi level SSS.
"Tuan, sebaiknya kita pergi saja. Ini pusara sangat berbahaya, lihatlah berubah. Ayo kita kembali!" Zayd panik menarik lengan kanan Gardosen yang kekar.
"Steve deteksi semua wilayah pusara!" titah Gardosen. Kondisi seperti ini Gardosen harus tetap tenang. Sebagai pemimpin tim dia harus mengambil keputusan yang menguntungkan untuk setiap anggotanya.
"Transvision Eye!" Steve menekan tombol headset yang terpakai di telinganya dan muncul kacamata scouter. Dia sedang memindai wilayah tersebut, untuk memastikan apa ada monster yang berbahaya. "Aman bos!"
"Zayd, kamu itu terlalu parno. Lihat tidak ada monster satu pun. Kita pasti mendapatkan harta karun yang sangat mahal harganya nih," sergah Zoyi. Lalu berlari ke arah kotak emas dengan sangat senang.
"Zoyi tunggu! Jangan gegabah!" teriak Zayd. Ia merasakan sesuatu hal yang sangat aneh, makanya ia memperingatkan. Alatnya tidak mungkin salah jika itu adalah pusara Level SSS.
"Kemarilah ... kemarilah ... ha-ha-ha ...!" Suara tersebut hanya di dengar oleh Zayd.
__ADS_1
Zoyi memegang kotak emas tersebut dan tidak terjadi apa-apa. Namun satu menit kemudian, muncul monster seperti malaikat kematian membawa tongkat bilah sabit. 3 teman Gardosen kepalanya ditebas hingga lepas.