
Histeris Gladys mereda dan dia mau membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, Gladys memakai seragam kerjanya yang sudah dicuci oleh Ryuga selama Gladys mandi. Katanya dia mau bekerja.
Ryuga hanya bisa menghela nafas panjang, menerima keputusan Gladys. "Apakah kamu yakin, masih bisa bekerja?"
"Tentu, berkatmu aku baik-baik saja. Lagipula jika kakakku menyakiti lagi bukankah kamu sudah berjanji untuk melindungiku dan menjadikanku Divya. Dia bisa membuat portal, percayalah. Setelah aku bekerja kita pergi," jawab tegas Gladys, seperti bukan gadis yang cengeng yang sebelumnya Ryuga kenal, tatapan Gladys juga tajam.
"Sebenarnya siapa dia itu? Aku jadi penasaran," tanya Ryuga menelisik.
"Nanti aku jelaskan, aku harus bergegas pergi kerja. Mataku telah kembali makanya aku bis melihat semua kemampuanmu, tapi aku bukan Divya, Exceeder atau Evolter. Aku hanya manusia biasa yang diberikan entah berkah atau kutukan oleh dia."
Gladys memakai riasan ringan di depan Ryuga yang sedang melahap sarapan paginya. Ryuga jadi betah memandang wajah imut itu.
"Ya sudah. Ayo cepat nanti kau terlambat, aku akan bersamamu terus agar kedua kakakmu tak mengganggumu lagi."
Ryuga bangkit dan segera menarik lengan Gladys, semua kekuatannya sudah dibaca oleh Wheel Fire Eye yang sudah tertanam di kening Gladys jika ia memintanya aktif. Dengan begini Ryuga tidak perlu menjelaskan lagi jika ia bisa berteleportasi.
"Trickster!"
'Cwuszh!'
Ryuga dan Gladys tiba di pintu belakang restoran, tempat para karyawan masuk. Ryuga memakai jaket hoodie hitam yang mempunyai tudung, agar teman-teman Gladys tidak mengenalinya.
Gladys masuk dan melakukan absen fingerprint. Ryuga ke jalan untuk mencari tukang gorengan sekaligus mencari informasi tentan Zaka dan Zaki.
Ryuga membuka tudung yang menutupi wajahnya, pedagang gorengan itu ketakutan dan pucat wajahnya, ketika melihat Ryuga. "Setaan!"
Dia mau berlari tapi ditarik tangannya oleh Ryuga, "Aku bukan setan pak. Aku manusia, maaf semalam aku belum bayar." Ryuga terkekeh pelan lalu memberikan smartphone miliknya untuk transaksi digital. "Ini!"
"Syukurlah, aku lega sekali. Aku pikir mas semalam setan." Penjual gorengan menerima smartphone Ryuga dan menyeka peluh di dahinya.
"Pak, masa setan bisa minum kopi sama gorengan." Ryuga bercanda sambil tersenyum tipis.
Penjual gorengan dan kopi sudah melakukan transaksi hutang Ryuga semalam. "Bapak tahu kedua orang yang melempar wanita yang kutolong semalam?"
"Tentu." Penjual gorengan berkata dengan lirih dan celingak-celinguk takut orangnya muncul tiba-tiba.
"Tenang saja, aku ASSAT." Ryuga mengeluarkan lencana digital pada layar smartphonenya. Penjual gorengan kaget bukan kepalang sampai tak bisa berkata-kata, lututnya lemas. "Santai saja pak, aku hanya butuh informasi, itu saja."
__ADS_1
Penjual gorengan menarik nafas dalam-dalam, ia yakin jika berada di dekat Ryuga pasti aman. "Aku hanya tahu kabar selentingan jika mereka berdua mafia penguasa bawah tanah di Alam Sutera dan merupakan gembong narkoba itu saja. Mereka akan menjajakan sesuatu tapi aku tak paham. Aku melihatnya setiap jam 01.00 tepat di depanku ini."
"Terima kasih, pak. Aku akan menangkap kedua orang itu, aku tahu penjahat seperti mereka seperti belut licin. Punya seribu cara untuk menghindar. Tapi selama Lord Gardosen belum siuman maka aku yang akan mempimpin sektor Siliwangi ini," tegas Ryuga menatap tajam ke depan.
Saat ini Ryuga hanya percaya dirinya sendiri, analisanya pasti banyak pejabat yang bermain dengan Twins Death. Sehingga mereka selalu berhasil mengedarkan Floux pada Divya dan manusia biasa dengan lancar.
Hari ini Gladys pulang cepat, jam 16.00 sudah keluar. Ryuga sedari tadi mengawasi dan menunggunya di dalam restoran yang menghadap ke jalan, sambil memperhatikan keadaan. Jika ada hal yang mencurigakan dia bisa menyergapnya.
"Terima kasih Ryu." Gladys tersenyum merekah dan membuat Ryuga klepek-klepek.
"Untuk apa Glad?" Ryuga bingung. Dia mengetahui nama Gladys dari name tag yang dipasang di dadanya.
"Untuk semua yang kuberikan. Aku pikir kamu orang kaya yang jahat dan sombong karena punya jabatan tinggi. Jadi tak mau berteman denganku." Gladys tiba-tiba memegang kedua tangan Ryuga, membuat kulitnta semerah kepiting rebus.
"Ekhem, ekhem ...." Ryuga berdehem keras menenangkan sikapnya. "Lebih baik kita segera masuk portal. Bukankah kamu ingin menjadi Divya?"
"Iya, pinjam energimu!" Gladys menarik energi Veda di dalam wadah energi Ryuga. Muncul mata roda api di keningnya. Untung saja mereka berdua sudah di belakang Mall yang sangat sepi. Jika tidak, semua orang pasti ketakutan melihat mata yang mengerikan itu di kening Gladys.
Muncul kepala wanita, mukanya sangat mirip.Gladys tapi rambutnya berwarna hitam legam lurus, di keningnya ada batu kristal berbentuk prisma berwarna ungu terang.
"Terima kasih, Ryuga. Kamu sudah menjaga Gladys, dia adalah keturunan Dewi Nuwa, dan Nuwa adalah aku. Tolong selamatkan Zaka dan Zaki dari cengkraman Danger Psycho Seven," katanya.
Kepala Nuwa hilang masuk ke dalam tubuh Gladys lagi. "Itu adalah portalnya, kita masuk!" Gladys menuntun Ryuga.
Bagai kerbau dicocok hidungnya Ryuga mengikuti semua perintah Gladys san masuk ke dalam portal berwarna putih.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Juragan saat ini berada di dalam portal Infinity Sky. Level monster disini paling rendah level Gold dan paling tinggi level Titanium tapi ras mereka ras Immortal, lebih tinggi dari ras Deity. Montser level Gold ras Immortal setara dengan level Duranium]
Ryuga langsung berdiri di depan Gladys, "Kamu tetap di belakangku. Monster di sini cukup berbahaya. Aku tak bisa fokus jika kamu jauh dariku."
"So sweet!" Gladys menunjukan muka imutnya dan memeluk Ryuga. "Ini maksudnya?"
Ryuga menepuk jidatnya sendiri, "Bukan begitu juga keles."
"Kenapa Evolt tidak bisa menganalisa status Gladys? Siapa sebenarnya dia? Apakah terlalu kuat melebihi sistemku?" batin Ryuga berpikir.
__ADS_1
Tiba-tiba di dalam portal berubah menjadi sebuah hutan yang sangat sejuk dan asri. Siapapun yang memandangnya pasti terlena, dan lebih mirip pemandangan surga.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Misi tersembunyi: Selesaikan portal Infinity Sky dan bantu Gladys menjadi Divya
Hadiah: 100.000 Rainbow Cake dan 100 Apem Cake
Hukuman: Gladys akan terjebak selamanya di dalam portal Infinity Sky
Batas waktu: 24 jam]
[Selamat menjalankan misi, semoga berhasil]
"Sialan, kau Evolt. Apa kau pikir bisa menyelesaikan portal yang belum aku ketahui informasinya? Dasar sialan!" rutuk keras Ryuga dalam batinnya.
[Blangtungpak blaem-blaem. Terdeteksi monster dalam jarak 500 meter]
[Nama monster: Ghost Drake
Level: Gold
Elemen: Poison
Ras: Immortal]
[Skill: Fang Poison yaitu Ghost Drake menggigit dengan racun mematikan dan tubuhna juga memiliki racun mematikan. Siapapun yang tersentuh akan terkena efek korosi]
Nama: Vanya Veriska
Umur: 20 tahun
Level Divya: 9 Ancient
Kuasa: Eternity
__ADS_1
Kemampuan bersenjata: Belati( Double Dagger)