
"Memangnya ada yang mempunyai katana seperti itu di dunia ini? Walau itu seperti katana biasa, kamu akan tahu jika sudah memegangnya. Sekarang kamu mau dipihakku atau dipihak wanita berjiwa laki-laki itu!" Ryuga menunjuk tegas Jendral Sviska.
"Kenapa kamu selalu menyebut Queen Freya berjiwa laki-laki?" Jendral Sviska sangat bingung.
"Aiiih ... kalian memang tidak paham. Makanya baca informasi rinci tentang klan Kusuma." Jawaban Ryuga membuat Jendral Sviska melebarkan mata. "Sudah paham kan?"
"Jadi ... ti-tidak mung-mungkin?!" Jendral Sviska sudah menyadari jika di dalam tubuh Queen Freya adalah Fayyed karena skill tersembunyi klan Kusuma.
"Kemungkinan Lord Athena dan Queen Freya sudah mati dibunuh oleh Fayyed. Rencanaku gagal semua, kemungkinan besar anggotaku juga ditangkap oleh wanita berjiwa laki-laki itu."
Penjelasan Ryuga kembali membuat Jendral Sviska sangat terkejut. Pasalnya, setiap yang dikatakan Ryuga tentang Queen Freya dan Lord Athena sangat masuk akal.
Tidak ada yang tahu keberadaan Lord Athena dan semua divisi pasukan militer dan ketua asosiasi guild tidak ada yang berani bertanya tentang hal tersebut. Jika ada yang bertanya, malamnya sudah pasti hilang.
"Jika katana yang kamu katakan itu memang milikmu. Aku tak yakin kita akan menang melawannya, kamu sudah terkenal sebagai pembantai gelap di sektor Nagana. Pantas saja Fayyed menginginkan katana itu." Jendral Sviska tertunduk lesu, harapannya sudah pupus.
Apalagi tak ada satu pun perwira tentara yang berada di posisinya saat ini. Semuanya mendukung Fayfreya, termasuk semua bangsawan di sektor Nagana.
"Aku masih punya cara dan aku yakin menang. Asal kau bekerja sama denganku. Jika kita berperang besar, maka aku akan memanggil pasukanku dari tiga sektor sekaligus, bagaimana?" Ryuga menaik-turunkan alisnya dan tersenyum licik.
"Tiga sektor?!" Jendral Sviska lagi-lagi melebarkan mata. Rumor yang dikatakan kabar angin ternyata benar jika Ryuga memang menguasai sektor Siliwangi, Majapahit dan Trunyan walau dibalik bayangan. "Baiklah, aku setuju. Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Latih kadet sesuai perintahku dan tersembunyi." Jendral Sviska langsung mengangguk tegas.
***
Keesokan paginya, asrama level 7, Besukih School.
[Selamat juragan mendapatkan Rp.1.440.000 karena berkedip sebanyak 28.800 kali dalam 24 jam. Evolt sudah uang tersebut ke dalam saldo sistem]
__ADS_1
[Selamat, Pet Qyo menghasilkan 86,400,000 poin pengalaman selama 24 jam ]
[Selamat, Pet Azula menghasilkan 86,400,000 poin pengalaman selama 24 jam]
[Selamat, Pet Duelly menghasilkan 86,400,000 poin pengalaman selama 24 jam]
[Selamat, Pet Kazedogh menghasilkan 86,400,000 poin pengalaman selama 24 jam]
Ryuga sudah berada di ruang bawah tanah, hanya Jendral Sviska yang punya akses rahasia ini. Memang ia sengaja menyembunyikannya dari pemerintah, sebagai pencegahan jika terjadi hal diluar dugannya.
Haleem, Veesaki, Holdum, Friska, Kozaru, Jarred, Virga, dan Enisha sedang membangunkan semua kadet yang berada di asrama level 1.
Yang tersisa hanya 100 kadet, 400 lainnya sudah tewas di dalam pusara dan menjadi Draco Crystal.
Hal inilah yang memicu Jendral Sviska menjadi berada dipihaknya. Lama kelamaan, ia merasa jika sistem Fayfreya merupakan sistem bunuh diri.
Dengan mengirim Divya lemah ke dalam pusara. "Iiih ... dingin sekali di dalam ruangan bawah tanah ini." Ryuga memeluk dirinya sendiri dan menggigil kedinginan.
"Ti-tidak us-usah." Jendral Sviska langsung m*l*m*t b*b*r Ryuga.
Pergolakan panas pun terjadi, sudah lama wanita berumur 35 tahun itu mengidolakan, laki-laki super tampan itu. Bahkan setiap malam ia selalu bermimpi berwik-wik dengan Ryuga.
Ibarat pepatah jika ada madu yang tergeletak nganggur maka harus segera dihisap. Maka Ryuga segera meladeni Jendral Sviska dengan brutal.
Resleting di baju militer ketat milik Jendral Sviska perlahan diturunkan. Nampak bra berwarna merah pekat menutupi gundukan gunung kembar yang menonjol besar, siap disantap.
Ryuga mendudukan Jendral Sviska di pangkuannya dengan gunung kembar tepat di depan muka. Lalu dibukanya kasar dan dihisap dengan penuh gairah.
"Faster, Ryuga. Faster ...!" Jendral Sviska meracau tidak jelas di dalam ruangannya. Hantaman lidah Ryuga sangat ganas, hingga membuat gua merah muda milik Jendral Sviska basah dan terasa di paha Ryuga.
__ADS_1
"Kamu membuatku sangat bergairah, lanjutkan dua periode." Ryuga melepaskan pakaian jumpsuit militer Jendral Sviska, hingga hanya nampak bra dan underwear berwarna merah.
Terong XXXL milik Ryuga sudah tegak di dalam sarangnya, Jendral Sviska juga lebih brutal dengan segera melepaskan celana Ryuga.
Underwear merah itu Ryuga turunkan, dan gua merah muda itu langsung dihantam keras oleh Terong XXXL hingga Jendral Sviska berteriak kesakitan, "Aaaakh ... sakit sekali!"
Ryuga tidak memperdulikan teriakan Jendral Sviska terus menghantam bertubi-tubi hingga cairan merah keluar deras dari dalam gua merah muda.
Awal-awal Jendral Sviska menahan rasa sakit yang amat sangat, hingga tak kuasa meneteskan air mata, "Kenapa ini sakit sekali?" lirihnya meringis kesakitan.
Tapi setelah 15 menit berlalu dan cairan putih terus keluar tanpa henti dari dalam gua merah muda Jendral Sviska.
"Aaakh ... Aaaakh ... Ayo Ryu lebih cepat, ayo teruskan!" Jendral Sviska melenguh nikmat tiada tara, membuat Ryuga semakin semangat beberapa kali menggigit ujung gunung kembar Jendral Sviska membuatnya berteriak melenguh nikmat.
Untung saja ruangan milik Jendral Sviska kedap suara, kalau tidak teriakan suaranya membuat gaduh para kadet yang sekarang sudah berkumpul di aula ruang bawh tanah.
Haleem mengetuk pintu ruangan Jendral Sviska yang terkunci, "Jendral, semuanya sudah berkumpul!" teriaknya.
"Sial! Mengganggu saja." Ryuga menyudahi hantamannya, lalu memakai celananya kembali. "Kita lanjutkan malam nanti."
"I-iya." Jendral Sviska berkata dengan lirih karena lemas, sudah final beberapa kali hanya dalam 30 menit.
Ryuga memberikan heal potion dan segera ditenggak oleh Jendral Sviska untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang lelah.
Jendral Sviska segera merapikan pakaiannya dan masuk ke kamar mandi lalu merias sederhana wajahnya. Ia hanya tak ingin perbuatan tak senonohnya dengan Ryuga diketahui oleh semua kadet.
Ryuga kembali menutup wajahnya dengan Mask Of Universe lalu berpindah tempat ke pintu masuk ruang bawah tanah, agar tidak ada yang curiga. Lalu masuk dan menatap tajam dari balik topeng hitamnya.
Tatapannya tertuju pada 100 kadet yang sudah berbaris rapi lalu berdiri di hadapan mereka. Tepatnya podium dan berpidato dengan suara lantang, "Aku tak suka basa-basi. Apakah kalian ingin kuat?"
__ADS_1
"Ya!" teriak 100 kadet termasuk Haleem, Veesaki, Holdum, Friska, Kozaru, Jarred, Virga, dan Enisha.
"Sekarang berbaris dan telan kapsul kristal Dark Red ini. Satu kadet satu kapsul kristal," titah Ryuga sangat serius.