System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 10


__ADS_3

dua hari kemudian ria berencana membeli sepeda motor di dealer resmi terdekat agara memudahkan nya jika ingin bepergian.


kenapa gak langsung beli aja mobil, itu karena ria masih belum bekerja dan dia berasal dari desa siapa yang akan percaya dengannya.


di dealer ria dilayani dengan baik dan di pandu berjalan untuk memilih motor yang di suka. Ria yang tak mau repot pun langsung saja memilih dan melakukan pembayaran dan kejadian yang sama terjadi lagi ketika melakukan pembayaran saat menunjukkan kartu banknya manajer akan berlaku hormat kepada Ria dan harganya pun mendapat potongan.


setelah proses yang singkat Ria kini sedang ada di jalan menuju mall untuk membeli kebutuhan dapur.


setengah jam akhirnya Ria sampai Ria langsung saja masuk dam berkeliling, dua jam sudah berbelanja Ria langsung saja pulang. karena barang belanjaannya akan di kirim jadi Ria tidak perlu repot. ditengah perjalanan entah apa tiba tiba saja ada mobil dengan kecepatan tinggi menyalip Ria. membuatnya terkejut hampir membuatnya celaka. sekilas dia melihat sebentar lambaian tangan seperti orang meminta tolong


Ria yang curiga menebar persepsinya untuk mengikuti aura dari dalan mobil tersebut. hinga tak lama pria melihat mobil tersebut parkir di sebuah gubuk tua. ria berhenti cukup jauh dan sayup sayup ria bisa mendengar tangisan seorang wanita sambil memohon dan juga ada gelak tawa dari beberapa lelaki.


merasakan perasaan yang tidak nyaman ria langsung bergegas dan mendobrak pintu gubuk. alangkah terkejutnya ke adaan di dalam dia sudah melihat wanita itu di ikat di ranjang tempat tidur dengan posisi terlentang tanpa sehelai pakaian pun menutupinya


bayangkan aja ya soalnya sulit mencari gambar yang pass....


tiga lelaki yang berbadan kekar awalnya terkejut kemudian tertawa dan tersenyum penuh ke sinis


."lepaskan wanita itu kalian bisa bermain denganku".


ucap ria datar


."belum juga selesai satu sudah datang satu lagi tanpa di paksa. salah satu penjahat".


."ini mah rejeki nomplok hahahaha.....


ucap penjahat lainnya.


."Hai nona mari bermain bersama saja kami bertiga masih mampu melayani dan memuaskanmu dalam beberapa kali pertempuran....


."baiklah kalian yang meminta aku datang semoga kalian tidak cepat selesai".


dengan seringai yang manis jika mereka sudah di mabuk kan oleh kecantikan Ria.


hingga tidak ada yang menyadari jika Ria sudah ada di samping sang gadis


lalu berkata.


."bagai mana kalian akan bermain jika milik kalian sudah ada di tanah".


ketiganya sadar lalu melihat ke arah Ria dan kemudian melihat ke arah barang milik mereka barulah rasa sakit yang teramat sakit di rasakan mereka bertiga. teriakan serta tangis minta tolong semakin keras saling bersahutan.

__ADS_1


tapi Ria tidak perduli dia hanya melepaskan tali yang mengikatnya dan memintanya berpakaian. setelah selesai Ria langsung menggandeng tangan si wanita sambil mengucapkan


."Abaikan saja mereka."


kini Ria dan wanita itu sudah tiba di rumah.


mengajaknya masuk lalu membawanya ke kamar dan menyuruhnya membersihkan diri dan berganti pakaian.


."cepatlah aku menunggumu di meja makan". ucap Ria ringan dan lembut.


sang wanita mengangguk memasuki kamar mandi.


satu setengah jam berlalu kini mereka berdua sudah ada di ruang tengah sedang mengobrol. yang di ketahui bahwa namanya lusy


"jelaskanlah mengapa sampai bisa seperti ini".


."itu aku di tipu oleh temanku katanya aku akan di berikan pekerjaan karena temanku merasa kasihan terhadapku yang hanya tinggal sendiri".


."benar aku di bawa menemui seorang bos


dia bilang bisa memberikan pekerjaan kepada ku dengan sarat aku harus menemaninya bermain setiap saat. aku pum menolaknya dan segera keluar. tapi ketika di halte aku di datangi sebuah mobil lalu mereka menarik ku dangan paksa dan seterusnya hingga aku di selamatkan olehmu nona".


."penngalaman yang buruk. baik lah aku juga bukan orang baik, jadi pilih lah kebebasanmu sendiri jika kamu ingin pergi silahkan dan jika kamu mau tinggal silahkan tapi dengan aturan ku."


lusy masih bingung harus apa hingga ria yang telah hilang dari pandangannya pun lusy masih belum menentukan pilihannya.


pagi hari Ria yang sudah siap lalu keluar dari kamarnya menjual dapur dia melihat lusy.


."apa kamu sudah memutuskan untuk tinggal dan mengikuti aturan ku".


."aku sudah putuskan nona aku akan mengikuti mu, duniaku sudah tidak memiliki siapa pun jadi hidup dan mati ki ada pada mu nona".


."sebaiknya kau tak menyesalinya di kemudian hari".


."aku sudah tak memikirkannya nona bahkan jika aku di jadikan tameng hidup olehmu katakan saja nona aku siap".


."ya baik lah aku menerimanya. sepertinya kau pandai memasak mari kita makan".


."terimakasih nona. tapi aku merasa terlalu rendah untuk duduk dan makan dengan nona".


."ini rumahku dan ini aturan ku dan kau sudah memilihnya apa kau akan mengingkarinya lusy".

__ADS_1


."aku yang rendah ini tak kan berani nona".


sambil segera duduk dan bersiap makan.


Ria melihatnya cukup lama lalu.


."jangan merendahkan dirimu sendiri kau bukan pelayan ku mengerti."


."eeemmm ... mengerti nona".


."bagus makan lah".


.......


keesokan harinya di halaman belakang


."lusy apakah kau ingin menjadi lemah".


."idak nona".


."apakah kau mau menjadi kuat".


."aku mau nona".


jawaban penuh semangat ketegasan


."tapi ini tak akan mudah jika kau sudah jatuh kedalam pilihan mau berusaha sampai mati berusaha sampai kuat".


."aku menerima apa pun itu nona".


."semoga itu tak tergoyahkan mari kita mulai".


lusy segera berlari berkeliling halaman belakang yang luasnya hanya 40x30 mete tapi ria memberikan tekanan setiap 10 kali putaran dan hingga sore tadi lusy sudah menyelesaikan 30 putaran.


malam hari lusy bukan tidur tapi berendam didalam air hingga pagi tiba dan istirahat sampai jam 8 pagi dan seperi itu terus selama sebulan penuh. sampai sampai tuan Dani yang melihat proses latihan lusy dibuat merinding. dia melihat kerap kali lusy memuntahkan darah ketika tekanan akan di tambah oleh ria dan ketika lusy terjatuh makan ria akan memukul menendangnya sampai bangkit dan memulainya lagi.


."lusy cukup untuk sekarang aku merasa fisik dan pondasi mu sudah bisa menerima pemberianku".


."terimakasih nona aku akan menerimanya".


."kemari duduk lah di hadapan ku. dan ingat ini pertahankan lah ke sadaran mu ketika di landa rasa sakit mengerti jangan membuat ku kecewa".

__ADS_1


."baik nona aku akan memaksimalkan nya agar nona tak kecewa".


__ADS_2