System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 43


__ADS_3

Davis memungut kembali buku yang sempat terjatuh dan membuka lembaran lembaran buku yang kosong tadi kini sudah di penuhi dengan goresan goresan tulisan yang indah. davis segera membacanya dan itu tak memerlukan waktu yang lama hanya satu jam davis sudah selesai membacanya. lalu davis beranjak dari duduknya menarik tong besi lalu mulai membakar bukunya dan melemparnya ke dalam tong besi itu dan kini davis duduk kembali karena tinggallah pemahamannya setelah membaca buku, davis membutuhkan waktu dua jam untuk pemahaman dan ketika selesai memahaminya davis ingin mempraktekkannya namun tiba tiba ada seseorang yang secara paksa membuka pintu kamarnya ketika terbuka betapa terkejutnya.


" paman apa yang kau lakukan mengapa kau menerobos kamarku dan apa ini mengapa kau membawa beberapa orang kesini. " masih terkejut dan tak percaya bahwa orang itu adalah pamannya


" maaf tuan muda tuan besar tak bisa menunggu lebih lama lagi. aku sudah pernah mengatakannya kepadamu jika tuan muda tak segera pulang maka tuan besar akan menjemput tuan muda dengan paksa. " jelasnya kepada davis sesingkat mungkin.


" tapi paman aku ma......


belum selesai mengatakannya davis sudah pingsan karena pamannya itu bergerak begitu cepat memukul titik lumpuh davis hingga pingsan. "


" bawa tuan muda ke mobil dan segel tempat ini"


ucapnya kepada seseorang lalu melirik ke arah tong yang masih panas melihat abu buku yang sudah di bakar.


" ayo pergi tinggalkan tempat ini dan segera bawa tuan muda kekediaman utama agar tuan besar tak menunggu lama.


" baik tuan"


kata beberapa orang serentak.


di kediaman keluarga Andreas sedang terjadi perdebatan.


" ayah apa maksudmu dengan ini davis itu cucumu darah daging mu mengapa ayah begitu memaksanya"


ucap Ibu davis yang kesal terhadap ayahnya.


" apa yang salah dari ku, aku hanya memintanya pulang karena dia cucuku tapi apa dia menolaknya malah dia membuka kafe kecil apakah perusahaan begitu kecil hingga membuatnya membuka kafe bobrok seperti itu"


Jelas luqman andreas kakek davis.


" tapi ayah"

__ADS_1


" sudah lah tak ada bantahan lagi pula apa kalian tidak merindukannya. "


berlalu pergi meninggalkan ayah dan ibu davis.


keesokan harinya di ruang keluarga kakek dan ayah ibu davis sedang duduk kemudian suara langkah kaki memasuki ruang keluarga. ya itu davis dengan pengawalan yang di lakukan han dong dan beberapa orang.


"oh cucuku kau sudah pulang sudah lama kakek menunggumu kemari dan duduk lah," ucap sang kakek begitu antusias kepada davis.


" putraku kemari lah nak, ibu merindukanmu, ucap Ibu davis Helena andreas.


davis menghampiri ibunya lalu memeluknya erat.


."maafkan aku ibu karena terlalu lama pergi"


" duduk lah nak tak apa ibu senang melihatmu baik baik saja nak"


ucap helena senang sambil mengusap air matanya.


tapi sebelum melanjutkan kata katanya ayah davis sudah memotongnya.


."sudah lah ayah mengerti dirimu jadi tak perlu minta maaf".


ucap ayah davis haris hardiman.


" sudah sudah sekarang giliran ku yang berbicara"


ucap lukman kakek davis.


" davis mulai hari ini dan seterusnya dirimu tidak akan pernah keluar lagi dan han dong akan selalu di sisi mu. kemudian tahun depan kepemimpinan perusahaan akan di serahkan ke padamu dan lima bulan lagi dirimu akan menikah dengan amelia anton dari keluarga anton itu saja tak ada bantahan.


"oh ya kakek kau begitu senang mengatur hidupku sepertinya. mengapa kau tidak menyertakan pengaturan kematian ku sekalian".

__ADS_1


ucap davis datar penuh amarah.


" davis" ucap sang kakek. "


."inilah mengapa diriku memutuskan keluar dari rumah itu karena, kakek yang begitu egois, kakek memaksa seseorang mengikuti kakek tampa tau apa yang di rasakan mereka" ucap davis semakin dingin.


" davis"


tak kalah dingin ucap sang kakek ."


."apa apakah kakek marah, apa kakek ingin memukulku atau membunuhku silahkan kakek agar dirimu puas. apa kakek pernah mengerti hanya karena ambisi kakek pada perusahaan membuat kakek menjual keluarga pada orang lain, kakek menjual ibu pada keluarga ayah tapi untunglah mereka saling mencintai dan sekarang kakek menjual ku kepada keluarga anton, bagus kakek. memang tak ada orang sebagus kakek dalam mengambil keuntungan"


" davis kau sudah keterlaluan kali ini apa kau sadar dengan kata katamu tadi hahh... apa ini hasil yang kau dapatkan di luar selama 4 tahun menjadi pembangkang. han dong bawa dia ke kamarnya kunci di dalam jangan biarkan alasan apa pun membuatnya keluar, dan hanya aku dan dirimu yang boleh masuk apa kau mendengarnya.


" aku mendengarnya tuan besar"


sambil meraih lengan dari davis.


" lepaskan paman aku tau jalannya menuju kamar, ibu ayah jangan khawatir kepadaku aku tau apa yang aku lakukan, dan untukmu kakek ingat aku takkan pernah menduduki perusahaan selama dirimu masih tak berubah dan pernikahan itu takkan pernah terjadi, kakek kau akan merasakan kehilangan yang teramat mendalam nanti hingga membuatmu bersimpuh dan memohon percayalah ini akan terjadi".


lalu pergi tampa menoleh lagi.


" dasar sialan apa kau yang masih anak anak mengancam ku dan menggurui ku tersesat lah kau dan renungkan lah kesalahanmu" kemarahannya sudah meledak.


."davis berhenti".


."kakek tak perlu marah jagalah kesehatanmu untuk rencana mu itu. dan siapkan kekuatanmu atas kegagalan mu".


mengatakan tampa menoleh dan lanjut berjalan.


" lihat lihat itu, itulah hasil didikan kalian selama ini terlalu kendor padanya dia menjadi pembangkang sekarang, dasar tidak becus.

__ADS_1


__ADS_2