
" Lusy kuharap kamu akan baik baik saja. jika kamu selamat tunggu aku beberapa waktu aku akan datang menemui mu. aku akan bersungguh sungguh melatih apa yang sudah dirimu berikan padaku lusy. akan ku pastikan aku akan mendapatkan mu tak perduli meski itu sulit maupun terjal akan ku lalui dengan caraku. "
kini davis mulai duduk bersila dan mulai melakukan latihan setelah memantapkan hatinya untuk berlatih. pertama yang dia lakukan mengenal energi di sekitar kemudian memilih energi yang mana yang harus diserap. setahun memilih lakukan penyerapan secara perlahan dan bawa energi itu ketitik pusat tepat di pusar setelah tersimpan segera sebarkan energi ke seluruh tubuh. perasaan hangat dan nyaman terasa di awal tapi setelah beberapa saat rasa terbakar yang kuat melanda seluruh tubuhnya, selah lama berubah menjadi sakit di area titik pusatnya lalu menjalar ke seluruh tubuhnya. itu terus berulang secara bergantian tak terasa pagi sudah tiba dan davis baru saja selesai dengan rasa sakitnya. kini dia bangkit melihat dirinya yang bau di penuhi lendir yang menjijikkan segera pergi menuju kamar mandi.
setelah mandi davis membereskan tempat tidurnya. dan setelahnya duduk di kursi yang tersedia di kamarnya.
."sungguh kemampuan yang luar biasa tubuh dan jiwaku merasa lebih baik bahkan aku merasa lebih ringan. jelas saja lusy meminta ku untuk membakar buku itu. jika itu jatuh pada orang yang salah mungkin bencana akan terjadi kekacauan tak terhindarkan entah akan berapa banyak nyawa yang akan melayang".
Di pulau terpencil dimana tempat Ria melakukan peleburan atau pelatihan kini ria masih terus mengerang kesakitan tapi kini tubuhnya bercahaya kemudian meledak dan detik berikutnya tubuh yang hancur itu kembali menyatu secara perlahan membentuk Ria yang lebih sempurna lebih cantik lebih menawan lebih mempesona bau wangi di tubuhnya yang menyebar. kini tubuh Ria sudah terbentuk tapi cahaya yang menyinarinya masih belum meredup malah bertambah terang dan lama kemudian cahaya itu memasuki tubuh Ria. memperlihatkan seorang wanita tampa busana dengan keindahan tiada dua di dunia ini. lama terbaring Ria kini mulai menemui kesadarannya matanya mengerjai berkedip menyesuaikan diri dengan cahaya di sekitar. lalu mulai melihat sekitar yang sudah hancur berantakan. kemudian melihat dirinya yang sedang telanjang tampa busana. Ria segera menyambungkan semua ingatannya menjadi satu dan kemudian.
."ini sudah setahun mungkinkah aku masih belum terlambat segera Ria memusatkan pikiran pada matanya mencoba menggunakan tehnik yang dikenakan oleh dirinya sendiri berupa mata dewa".
kini mata Ria mulai menelusuri semua tempat hingga sampai di pinggiran hutan dia melihat pertempuran yang besar terjadi tak luput juga dia melihat dewa sedang bertarung. orang sangat Ria rindukan menitik lah air mata Ria dia juga melihat lusy yang sedang membantai musuh.
." dia sudah semakin kuat dan kejam sekarang"
ucap Ria kepada lusy.
Ria kembali ke kesadarannya dan bergegas menggunakan teleportasi ke kediamannya. untuk berpakaian tak butuh waktu yang lama untuk Ria sampai karena baru pertama kali membuat Ria sedikit pusing tapi masih bisa menyeimbangkan tubuhnya. segera Ria mandi dan berpakaian.
di lokasi pertarungan kini felix mulai berubah dia menjadi semakin aneh semua bawahannya yang mati maupun hidup energinya di tarik kedalam tubuh felix. ya felix sudah mulai membangkitkan raja iblis dalam tubuhnya.
__ADS_1
lusy yang melihatnya mulai merasakan hawa kematian jadi dia segera berteriak
."kalian semua yang masih selamat segera pergi dan bawa mereka yang terluka biarkan aku dan tuan dewa yang menghadapi yang satu ini ini perintah tak ada bantahan".
ucap lusy maka semuanya patuh mereka semua pergi menjauh sejauh mungkin dari medan pertempuran.
" tuan ini lah yang di maksud nona kuharap siapkan dirimu jangan simpan lebih lama kartu as mu dia sudah bukan manusia lagi." ucap lusy memberitahu dan memperingatkan dewa.
" ya aku mengerti lusy "
singkat dewa
dan mengaktifkan seluruh kemampuan ya dan mengalirkan seluruh energinya keseluruhan tubuh tak luput juga lusy melakukan hal yang sama.
felix segera bergerak sangat cepat melakukan serangan dewa dan lusy masih bisa melihat kecepatan itu bisa menahan serangannya. tapi membuat lusy dan dewa terdorong mundur begitupun felix tapi tak separah lusy dan dewa.
" hahaha kalian cukup hebat makan terimalah ini"
kini dua lawan satu terus terjadi setiap pukulan menimbulkan kerusakan di sekitar. setiap pergerakan mereka seperti kilatan petir dan bayangan begitu cepat ledakan sudah banyak kali ter dengar retakan lubang yang dalam dan luas sudah ada di beberapa tempat.
kini felix menciptakan sebuah bola energi sebesar bola sepak di tangannya lalu di lempar ke arah dewa, lusy yang melihat segera berganti posisi lusy bergerak di depan dewa dengan perisai energi, bola itu menghantam perisai lusy cukup lama kemudian meledak melemparkan lusy kebelakang menabrak dewa kemudian terseret di tanah meninggalkan bekas yang dalam dan panjang mereka berhenti setelah menabrak pohon besar. lusy langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya dahinya berkerut menahan sakit di tubuhnya.
__ADS_1
" pergilah tuan biar aku yang melawannya. aku masih bisa menahannya beberapa saat pergilah."
ucap lusy yang bergetar
"tidak lusy aku tidak akan pergi dari sini" ucapnya dewa pada lusy.
Tapi kini felix sudah membuat bola energi dua kali lipat dari sebelumnya dan melemparnya kembali dewa segera membuat perisai berlapis tapi perisai itu satu persatu hancur. dan ketika bola energi itu hampir mencapai dewa kini lusy kembali berdiri di depan dewa membuat perisai dengan seluruh kekuatan energinya dan dengan cepat bola energi itu menghantam lusy.
lusy menahannya sebentar kemudian menendang dewa menjauh dan perisai pun hancur dan meledak bersamaan dengan bola energi itu.
duuuuuuaaaaaar..... ledakan yang begitu besar disertai dengan terlemparnya lusy sangat jauh menghantam puluhan pohon hingga tumbang. ketika sudah berhenti terlempar lusy memuntahkan darahnya lagi bayangan Ria dan davis muncul.
" nona aku rasa aku sudah tak bisa bersamamu lagi maafkan aku yang tak mampu melindungi tuan dewa. davis sepertinya kisah kita terlalu singkat jika ada kehidupan kedua aku ingin bertemu denganmu kembali".
lalu memejamkan matanya.
dewa berteriak
" lusy"
tapi dia tak bisa menghampirinya karena felix sudah membuat bola energi lagi, kali ini lebih besar bahasa sangat besar.
__ADS_1
" satu sudah mati tinggal dirimu adikku kuharap kau langsung mati" kemudian melemparnya ke arah dewa.