System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 13


__ADS_3

ini sudah satu tahun dan belum jga ada titik terang yang bisa aku dapatkan. jika begini hanya satu orang yang bisa aku dapatkan informasinya yaitu CEO dari R.A COMPANY.


."siapkan keberangkatan kita sekarang aku akan melakukan ini sendiri".


."eeee baik bos sesuai keinginanmu".


sambil berguma di hati ini akan kacau akan banyak pertumpahan darah jika bos turun tangan.


dan juga musuh yang sudah menunggunya keluar akan memburunya."


di kantor lusy yang sedang sibuk di kejutkan oleh informasi bahwa ada penerbangan menuju ke kota dan orang dalam penerbangan tersebut adalah Dewa sang utusan hidup dan mati


satu jam setelah Dewa memutuskan berangkat informasi sudah masuk kepada lusy.


dan lusy segera menghubungi Ria.


."nona sepertinya mereka sudah keluar dari sarangnya. mungkin ini permainan yang sesungguhnya akan di mulai".


."hahaha ini ini yang selama ini aku tunggu kita lihat permainan apa yang akan mereka mainkan kepada kita...


terus awasi dan hati hati".


."baik nona. jangan khawatir."


dua hari berlalu kini Dewa dan jhon sudah berdiri di depan R.A COMPANY.


ini perusahaan yang sulit di tembus mari kita coba hahaha


didalam Dewa langsung pada intinya tunjukkan jalan menuju ruangan CEO sekarang. sambil memperhatikan sekitar seperti ada yang aneh semua orang yang ada seperti biasa saja menganggap Dewa dan jhon tak ada. ini sepertinya akan sulit.


mari saya antar keruangan CEO. Mereka sudah mendapat informasi jadi tidak ada pergerakan aneh yang dilakukan para karyawan


di ruangan lusy sudah siap dengan semuanya


dan tak lama pintu terbuka


."selamat siang CEO tuan Dewa dan asistennya ada di sini."


."persilahkan mereka masuk dan kunci otomatis pintu ini jangan biarkan siapapun membuka nya kecuali aku perintahkan".


."baik CEO..


Berbalik


."silahkan tuan CEO bersedia".


Dewa sudah memasuki ruangan dan pintu langsung tertutup dan terkunci.


dewa tersenyum dan menyapa lusy


."halo nona lusy ada apa ini sepertinya anda sedang ingin menangkap seseorang".


."aihhh selamat datang tuan utusan ada apa kiranya hinga yang besar ini turun ke tempat yang kecil".


."hahahaa... nona lusy terlalu menggiurkan ku dan baik hati tak banyak tujuanku hanya ingin menyapa saja".


dengan aura membunuh yang kuat dan tatapan dingin yang mampu membuat orang merangkak ketakutan.

__ADS_1


bahkan jhon pun sudah keringat dingin dengan tekanan ini


."tuan utusan anda begitu impulsif hingga mengeluarkan aura membunuh yang kuat itu tak berpengaruh padaku. tidak kah kau kasihan melihat asisten mu yang hampir kencing di celana".


merasa di sindir jhon sedikit marah tapi dia masih belum bertindak karena belum ada perintah.


."aku tak perduli bisakah Nona lusy memberi tahu ku siapa di balik layar R.A COMPANY ini".


."itu tuan utusan tak kan pernah mendapatkan apapun sekalipun tuan membunuh dan menyiksaku".


dengan berani lusy mengatakan.


."hahaha sungguh gadis pemberani apa kau tau aku. aku tak pernah membedakan laki laki dan perempuan. sekalipun nona cantik dan memiliki aura yang aneh jika menghalangi jalan kita makan kematian adalah jalannya."


."oh tuan utusan apa memiliki kemampuan untuk itu".


di ruang bawah tanah seorang wanita cantik sedang melihat sebuah layar di depannya dengan ekspresi tenang dan tersenyum


."dasar lelaki bodoh walau lusy tak bisa mengalahkan mu tapi dia masih mampu berimbang dengan mu".


."nona perlukah aku membantunya."


Dani yang sudah berdasarkan di sana semenjak 2 hari yang lalu


."tak perlu cukup kita lihat saja ucap Ria".


kembali ke dalam ruangan lusy


."jhon".


jhon pun maju bersiap. tapi tak menyangka sudah ditendang di bagian perut hingga terlempar ke dinding dengan memuntahkan darah dari mulutnya.


."sebaiknya kau beristirahat saja dulu ini tak


sesuai denganmu yang lemah".


sambil melihat kearah jhon yang mulai meringkuk pingsan.


."hemm gadis yang kuat".


Sambil melayangkan pukulan kearah lusy yang di tahan dengan mudah.


serangan demi serangan saling jual beli tapi tak ada dari mereka menunjukkan kan berakhir.


lusy sedikit mendapatkan celah segera mendaratkan tendangan ke arah perut dewa. seperti dugaannya dewa tak sempat menahannya terdorong tiga langkah tapi tidak terjadi apa apa.


sungguh fisik yang kuat gumam lusy


sedangkan dewa sedikit terkejut dengan rasa sakit di perutnya tendangan yang kuat gumamnya.


tak memberi nafas yang banyak lusy kembali menyerang dewa, secara bertubi tubi. tapi dewa masih mengimbanginya dengan cukup serius. dan keduanya kini saling memberi jarak.


dewa : "baiklah ini sepertinya sudah cukup, jika di teruskan sepertinya tidak akan pernah selesai".


ucapnya.


." Lusy tersenyum sungguh tuan utusan memberikan kemudahan untuk ku".

__ADS_1


lalu berjalan ke arah jhon. lalu menempelkan tangannya di punggung jhon mengalirkan energi murninya ke arah perut untuk mengobati jhon.


."sungguh keahlian yang langka dimiliki oleh nona lusy. dewa memuji kemampuan lusy".


."tuan utusan terlalu memuji ini tak sebanding dengan no..... ah silahkan duduk tuan aku akan menyiapkan kopi. dan asisten mu itu akan bangun sebentar lagi".


."oh baik lah maaf merepotkan mu aku tak akan sungkan".


Siapa orang di baliknya mengapa begitu sulit menemukannya bahkan aku rasa berimbang ketika bertarung dengannya lalu sekuat apa orang di baliknya. di dalam hati dewa berbicara.


setelah 2 cangkir kopi sudah di atas meja jhon mulai sadar dan melihat bosnya yang duduk berhadapan dengan lusy.


."oh sudah sadar rupanya silahkan duduk dan di minum kopinya maaf ruangan ku sedikit berantakan. lain kali jika para tuan kembali lagi ini tak akan terjadi lagi".


jhon yang merasa sudah baik segera duduk di sebelah dewa.


."dewa hanya tersenyum mendengar ucapan dari lusy."


."nona lusy tak bisakah kau memberi tau ku siapa orang yang ada di belakang mu".


dewa masih penasaran sambil menyesap kopi.


."maaf tuan ini sebuah aturan bagi setiap orang yang ada di dalam perusahaan ini. dan sekalipun nyawa sebagai jalannya akan selalu di ambil oleh setiap orang di sini".


."hah baiklah jika nona lusy tak dapat membantu. mungkin suatu saat aku akan bertemu dengannya. benarkan seseorang yang ada di balik layar. matanya melihat ke arah kamera".


."Ria hanya tersenyum sungguh lelaki yang menarik kita lihat sampai di mana ke tahanan mu mencari ku".


."hah baiklah bolehkah aku pergi sekarang nona lusy".


."oh tentu mari saya antar anda sampai lantai bawah".


BUKA.


suara mekanisme robotik terdengar lembut dan pintu terbuka.


dewa yang mengikuti sedikit berbisik di telinga jhon


."carilah yang seperti itu untuk di kantor".


sampai di lantai bawah.


."Terima kasih nona lusy sudah mengantarku lain waktu aku akan ke sini lagi dan kuharap orang yang di balik layar itu lah yang menemui ku".


."kami selalu terbuka untuk tuan utusan. smoga sesuai dengan harapan tuan".


lusy dengan senyuman yang manis membuat jhon jatuh hati.


dewa tak men jawab hanya tersenyum dan memukul kepala jhon yang masih bengong melihat ke arah lusy


."plaaaak apa yang kau pikirkan hah jangan pernah kau melangkahi ku sebelum aku mendapatkan orang di belakangnya".


."aku takkan berani bos sambil menggosok kepala belakangnya".


."ayo kembali ke hotel aku sudah cukup lelah".


DAN......

__ADS_1


__ADS_2