System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 36


__ADS_3

di perjalanan pulang.


."nona aku tak melihat mobilmu tergores sedikitpun, dari yang kau tau kedua pembalap itu punya banyak trik untuk menang dan mereka terkenal begitu brutal. tapi bahkan mobilmu tak menerima kerusakan bahkan goresan pun tak ada. " ucap lisan menyanjung lusy.


" mereka saja yang terlalu bodoh dan sombong dan mudah marah"


singkat lusy lalu memejamkan mata.


"aaaa"


belum sempat berbicara lusy sudah menjawab.


."si raja jalanan itu dia memilih terjun dari jurang dan si dewa balapan itu memilih adu banteng dengan tebing jadi aku tak bisa memaksa mereka untuk menang balapan." ucap lusy dengan mata terpejam


."Hah kau begitu misterius untukku nona tapi aku tak menyesali mengikuti mu jikapun salah satu keluarga mereka ada yang ingin menuntut balas biarlah aku yang di posisi depan menghalanginya untukmu nona." ujar lisan di dalam hati dan lusy tersenyum kemudian.


" apa kau yakin ingin berdiri di depan menjadi tameng hidup ku. aku tak yakin kau mampu menghalang satu peluru pun."


ucap lusy santai


" ehhhh itu "


lisan terkejut tak menyangka nona nya mengetahui apa yang di dipikirkannya.


."aku yakin nona walau aku tak bisa menahan peluru aku bisa sedikit menunjukkan kesetiaan padamu nona".


ucap lisan bersungguh sungguh.


setelah sampai di kediaman lusy bertanya kepada lisan. tentang tempat lain yang bisa di buat balapan karena menurut lusy di sini sudah tak ada yang menantang lagi.


Dan menurut sepengetahuan lisan tentang balapan jika di negaranya hanya tiga jalur ini yang utama dan untuk permintaan nona nya ini lisan merasa harus berjalan jalan ke negara U.


pagi hari yang cerah lusy sudah bangun dan melakukan rutinitasnya yaitu latihan melihat keadaan laporan kantor memeriksa pergerakan dari organisasi tersembunyi dan pon utamanya selalu memastikan keadaan keluarga aditama dan keluarga nona nya di negara K. karena jika terjadi sesuatu pada salah satu poin ini lusy pasti memilih mati dari pada berhadapan dengan nona nya.


dijalan lusy mengemudikan mobilnya santai karena hari ini lusi sedang ingin mengunjungi kafe, semalam sudah terlalu malam untuk mampir jadi lusy memutuskannya hari ini saja

__ADS_1


ting.....


suara bel pintu masuk menandakan ke datangan seorang pelanggan, lusy memasuki kafe dan melihat ke arah mejanya lalu melangkah menuju meja biasanya.


" lusy kau datang siang hari tumben sekali biasanya malam "


ucap davis mendekat dan duduk di depan lusy.


" yah semalam aku sedikit sibuk dan tak sempat untuk mampir, jadi ku putuskan hari ini saja."


ucap lusy sedikit menahan kegugupan nya melihat ketampanan di depannya. sungguh lelaki yang berbeda dia mampu menggerakkan hatinya.


" oh begitu apakah dirimu masih ingin pesanan yang sama atau ingin merubahnya".


tawar davis ramah


" yah biarkan aku apa saja yang bisa membuatku tambah semangat hari ini.


ucap lusy tenang.


lusy pun yang melihatnya terpana dan tersadar ketika davis sudah berbalik.


satu jam kemudian setelah berbincang bincang dan tertawa lusy menanyakan sesuatu kepada davis


" davis apakah kau memiliki waktu menemaniku jalan malam ini"


ucap lusy gugup dan sedikit tidak yakin.


" eh apa kau yakin lusy ingin berjalan denganku, eh bukan bukan maksudku tentu aku bisa silahkan tentukan saja. tapi aku tak memiliki mobil untuk menjemputmu."


ucap davis tak kalah gugup.


" oh tentang itu biar aku yang datang menjemputmu, tapi apakah dirimu bisa mengemudikan mobil".


ucap lusy.

__ADS_1


" tentu aku bisa aku pernah bekerja di bengkel mobil cukup lama jadi tidak perlu khawatir. jadi pukul berapa kita berangkat dan kemana tujuan kita. "


ucap davis


" pukul tujuh saja dan tujuannya bawalah aku jalan kemanapun yang menyenangkan, apa itu bis. " lusy


" itu bisa tenang saja tuan putri akan ku buat dirimu senang bahkan bahagia" davis


setelah perbincangan singkat dan basa basi lusy pergi dari kafe menuju ke arah kantor dewa ada sedikit pembicaraan yang harus dia katakan kepadanya.


di kafe setelah kepergian lusy tak lama datang seorang berpakaian rapi menghampiri davis, kemudian memberikan hormat


" hentikan paman dong apa kau tak melihat kita di mana, mengapa kau datang kembali, bukan sudah ku katakan aku akan kembali jika sudah selesai urusanku. "


" maafkan aku tuan muda aku tak memiliki pilihan lagi ini perintah dari tuan besar. memintaku memberi tahu mu jika dalam 1 tahun lagi tuan muda tidak pulang tuan besar akan melakukan penjemputan paksa ke pada tuan muda. "


" hahhhh ya terserah kakek saja aku masih ingin bermain bebas di sini, jadi kembalilah jangan membuang waktumu paman" berlalu pergi tak menunggu jawaban


" memberikan hormat dan berkata baik lah tuan muda aku permisi"


di kantor dewa lusy segera menuju ke ruangan dewa setelah mengetahui bahwa dewa berada di ruangan nya.


tok.... tok.... tok....


" tuan ini aku lusy bolehkah aku masuk "


"ya masuklah lusy sudah satu bulan lebih semenjak kedatangan mu ke mari katakan ada hal apa." dewa


"maaf tuan ini tentang organisasi itu sepertinya mereka sudah menetapkan bahwa targetnya memang keluarga mu tuan dan mungkin tidak lama lagi mereka akan bergerak menyerang. aku tak tau kapan nona akan kembali jadi kuharap tingkatkan lah kemampuanmu tuan agar ketika nona kembali tak melihatmu terkapar tertimbun tanah karena aku tak akan sanggup menghadapinya."


" kau begitu peduli kepadaku apa ini perintah ria kepadamu lusy"


"ya tuan ini merupakan tugas utama ku, jadi bantulah aku agar aku bisa menghadapi nona ku lagi jika dia kembali nanti"


" ya tentu apa pun itu aku akan tetap hidup untuknya. sampai dia kembali nanti.

__ADS_1


__ADS_2