
setelah merasa semuanya baik ria keluar dari rumah. pergi ke pusat perbelanjaan atau mall atau apa saja lah karena di sana semuanya ada. itu pun di mendapat saran dari system.
ria yg sudah berganti penampilan nya menjadi sederhana. kenapa bisa iya ria sudah meminta ke pada system. agar tidak terlalu mencolok di sana nanti.
di depan pusat perbelanjaan ria berdiri sedikit bingung di tidak pernah masuk ke sebuah mall selama di desa yang iya tau hanya warung saja.
DING...
System melihat sepertinya tuan kurang percaya diri.
apakah perlu system tingkatkan kepercayaan diri tuan
. sepertinya lebih baik system tingkatkan.
DING...
Kepercayaan diri sudah ditingkatkan. selamat tuan sudah membangkitkan kharisma tuan sampai 100%.
" bagussss.. tapi ini akan menjadi jadi masalah. " ria yang berfikir akan terjadi masalah jika kharismanya mencapai level max segera meminta system merubahnya seperti semula saka.
didalam ria berkeliling setiap toko yg ada di dalam mall untuk melengkapi kebutuhan rumahnya. hingga tak terasa sudah dua jam dia berkeliling dan sudah menjadi pusat perhatian semua orang. walaupun sudah berpakaian cukup tertutup tapi masih saja aura yang keluar memancing perhatian orang orang di sekitar. dia tidak memikirkannya selama mereka tak menyentuh dan mencelakakannya.
. akhirnya selesai semuanya sekarang ting.....
titut... titut... titut...
suara ponselnya berdering rupanya panggilan dari sang adik yang menanyakan kabar dan tempat tinggalnya. ria dijawab senyaman mungkin agar tidak membuat adik dan ibunya khawatir di sana.
setelah berbicara di telpon ria melihat sepertinya dia harus mengganti ponselnya ini sudah terlalu tua untuk tahun ini. ponselnya tersebut di dapat dari semenjak sekolah SMP dari hasil menabung nya.
setelah berkeliling mencari counter ria mendatangi salah satu yang paling besar diantara yang ada.
" permisi saya mencari smartphone. " ucapnya kepada pelayan tapi tak ada yang menanggapinya hingga dia memanggil yang ke dua kalinya. baru ada yg mendatanginya dengan senyum dan menganggukkan kepalanya.
pelayan lain nya mencibir dengan nada sedikit menghinanya.
__ADS_1
" jika hanya melihat lihat lebih baik pergi saja dasar orang yang tidak tau batasan diri sendiri."
sedangkan Ria yang mendengar sedikit tergerak di hatinya kemarahan, tapi ia tahan dengan menyambut pelayan yang datang sembari tersenyum.
" maaf nona atas ketidak nyamanan nya. " ucap sang pelayan dengan lembut
" oh tidak masalah saya mengerti. bisa bantu saya tunjukkan smartphone yang bagus. "
" oh kebetulan nona disini tersedia dari berbagai merek. silahkan ini dilihat dulu."
sedangkan ocehan dan cibiran dari pelayan lain terus berlanjut.
hingga datang sepasang kekasih. si pelayan segera menghampirinya dengan sapaan yang manis dan penuh hormat.
" selamat datang tuan dan nona di toko kami silahkan saya siap membantu tuan dan nona utuk memilih smartphone. "
" aku ingin smartphone yang paling bagus di sini. " dengan nada lembut menggoda sambil memeluk lengan kekasihnya.
" tentu saja nona ini silahkan di lihat."
" jika tak ingin membeli tak usah melihat lihat nanti rusak aku takut kamu takkan mampu membelinya. " ucap pelayan yang melayani pasangan kekasih itu
nona itu pun mencibir kepada tiara bermaksud menjatuhkan ria.
" dasar anak desa sok kaya. " dengan kata yang sinis.
" hey maaf smartphone itu aku terlebih dahulu yang mendapatkannya mengapa kau mengambilnya. " ucapan Ria kepada pelayan.
." hay anak desa sadar diri lah jangan terlalu tinggi nanti jika jatuh rasanya sakit".
."pelayan. benar yang Anda ucapkan dasar anak desa".
Ria yang diperlakukan seperti itu memilih mengalah karena sudah banyak orang yang memperhatikannya.
."nona itu. berapa harga smartphone ini. dengan wajah sombongnya".
__ADS_1
."pelayan. ini murah hanya 50 juta saja dengan spesifikasi tinggi cocok untuk nona yang begitu cantik ini".
ona itu yang di puji semakin percaya diri sambil melirik ke arah Ria yg sedang memilih smartphone lainya.
sedangkan pasangannya yang mendengar harga smartphone itu sedikit terkejut tapi berusaha tenang.
Ria yang sedikit kesal bertanya
."Apakah masih ada yang seperti itu?.
."maaf nona untuk yg sepeti itu sudah tidak ada. tapi jika nona berminat ada smartphone edisi terbatas di toko kami."
Dengan ragu pelayan itu menyebutkan harganya 85.jt
Ria yang mendengar cukup santai walau dia berasal dari desa tapi berkat sistem semuanya menjadi mudah.
."Boleh aku melihatnya terlebih dahulu."
nona itu mencibir dasar gadis desa yang tidak bisa mengukur diri.
."Sayang aku menginginkan yang edisi terbatas itu titik."
dengan manjanya ke pada kekasihnya.
sang pelayan yang mendengar sangat bahagia ini bisa menjadi bonus besar untuknya.
sang kekasih yang di minta seperti di terjang badai di hatinya. bukannya tidak mampu membeli tapi dia hanya dia dibatasi oleh orang tuanya dalam pemakaian uang nya. jadi dia sedikit mengelak dengan mengatakan
."apakah gadis itu benar mampu membelinya".
Ria yang mendengar pun sudah semakin malas jadi di langsung saja. maaf aku ambil yang edisi terbatas itu saja sambil menyerahkan kartu bank berwarna hitam dan ber goreskan emas.
Sang pelayan yg tadinya sudah siap mengambil smartphone itu kembali lagi dan mengambil kartu bank Ria. Untuk di bawa ke pada sang manager beserta smartphonenya karena itu termasuk barang terbatas jadi manajer harus yg menanganinya.
cibiran hinaan dan sindiran terus terdengar. tapi Ria tak memperdulikannya hingga beberapa saat kemudian sang manager keluar menghampiri Ria dengan hormat.
__ADS_1
DAN.....