System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
73


__ADS_3

" lalu bagai mana menurutmu alina tentang orang orang yang saat ini memburu mu. " tanya davis


" sebelumnya aku akan katakan kepadamu davis aku juga bukan orang yang baik, sudah tak terhitung jumlah nyawa yang aku hilangkan tangan tubuh ku ini sudah di penuhi darah orang orang yang mati di tanganku. saat ini jika mereka datang padaku maka aku akan lenyap kan mereka". jelas alina


" ya aku mengerti. tapi apa tidak sebaiknya kita menyerang mereka terlebih dahulu atau kita laporkan saja paman Dani akan mengurusnya nanti. Adrian


" tidak , ini perang ku dengan mereka, meraka sudah mengusik ku, maka kali ini biar aku saja. sebulan lagi aku akan mulai menyerang mereka akan ku babat habis lalu akan ku munculkan bukti bukti kebusukan mereka. "


di kamar ria dan dewa kini ria sudah tertidur tapi dewa masih terjaga dengan laptop nya beberapa hari belakangan ini pekerjaannya tidak dapat di tinggal jadi dewa selalu membawa kemanapun pekerjaaan nya.


sedangkan ria yang tertidur mulai berkeringat walau kamar yang di tempati ber AC. sedangkan di alam bawah sadarnya ria sedang bermimpi. ria sedang berada di tempat serba putih tampa ujung sendirian, sunyi, sepi, bahkan suara nafasnya sendiripun terdengar. ria gelisah, hatinya tidak tenang.


" aku di mana apa aku mati lalu bagai mana Anak-anakku , tida aku tidak mau mati".


ria pun mulai berlari tampa tau arah. di dunia nyata ria seperti orang kelelahan keringatnya mengucur membasahi tubuhnya. tapi dewa masih tak menyadari karena terlalu fokus dengan pekerjaannya.


ria terus berlari meski kakinya sudah mulai terasa sakit nafasnya sudah terputus putus.


berlari berlari berlari hingga tempo larinya melambat melambat melambat kemudian tersungkur dan terjatuh. tapi ria masih tak menyerah dia merangkak ketika sudah tidak kuat berlari, ria terus merangkak.


" aku tidak akan mati aku tidak akan mati aku tidak akan mati. "


itulah yang selalu terucap di mulutnya tapi pikirannya hanya tertuju dengan sosok dewa dan bagaimana nasib malaikat kecilnya jika dia mati.


di alam nya dewa mulai merasa aneh dengan ria segera melihatnya, ketika melihat dewa terkejut karena ria sudah mulai memucat tubuhnya dingin keringat sudah banyak jadi dewa bergegas memeluk ria me mukul lembut pipi ria untuk menyadarkannya.


ria sendiri masih terus merangkak tapi ria juga sudah kelelahan tempat itu tidak berujung.


"kembalilah waktumu masih belum tiba. "


" siapa siapa di sana siapa.... "


" kembalilah waktumu masih belum tiba"


" tunjukkan dirimu apa maksud semua ini jelaskan padaku. "


" kembalilah waktumu masih belum tiba


suara itu hanya mengucapkan itu dari setiap pertanyaan yang ria ucapkan ria kesal marah tapi tak bisa melakukan apapun.

__ADS_1


."baik lalu bagai mana aku kembali. "


ucap ria yang sudah putus asa percuma juga dia bertanya banyak hal.


kemudian ada sebuah cahaya muncul awalnya kecil lalu mulai membesar terus membesar cahayanya pun tak bisa di lihat dengan mata jadi ria menutup matanya. hingga ria merasa tubuhnya di hempas kan begitu kencang hingga menabrak sesuatu kemudian ria pun tersadar.


di dunia nyata dewa panik karena ria mulai melemah dan aura kehidupannya terus menipis. kegaduhan dewa yang berteriak histeris menyebut ria mengundang perhatian keluarga satu persatu mulai mendekat mereka melihat ria yang sudah di pelukan dewa dengan wajah pucat. berbagai macam pertanyaan ditanyakan kecemasan dan ketakutan mereka pun sama hingga.


tiba tiba ria tersadar dengan mata yang melebar dan menarik nafas panjang kemudian melemas dan menangis pilih di pelukan dewa.


malam itu semua orang yang berkerumun di kamar ria mulai menanyakan apa yang terjadi dengan ria. dewa juga sama dia sangat khawatir dia juga menangis. tapi dewa mengatakan kepada semua orang. untuk pergi dahulu biarkan ria tenang dan istirahat. mereka semua mengerti jadi mulai meninggalkan kamar dan menyisakan ria dan dewa, ria masih saja memeluk dewa dengan erat seakan tidak ingin lepas.


" tenanglah sayang aku di sini ayo berbaring lagi biarkan aku memelukmu. "


kemudian ria melunak mengikuti semua apa yang di katakan dewa.


" tidurlah kembali. tenangkan dirimu aku akan selalu bersamamu. "


ria memejamkan matanya dalam pelukan dewa. tapi bayangan tempat itu masih terlihat bahkan suara itu masih terus terngiang di telinganya.


keesokan paginya ria terbangun dan masih melihat dewa terjaga memandangnya.


" ya aku menjagamu sayang aku khawatir terjadi sesuatu padamu. "


"aku baik baik saja hubby semalam aku entah itu mimpi atau apa tapi itu seperti nyata. " maka ria mulai menceritakan semuanya.


" jadi suara itu hanya mengatakan jika aku harus kembali dan waktuku masih belum tiba. begitulah yang aku dengar. dan suara itu terus terpatri dalam pikiranku. " jelas ria


" ini sedikit sulit jika hanya mimpi tak mungkin dirimu hingga seperti semalam, jika itu suatu pertanda semoga saja bukan hal buruk yang terjadi padamu sayang, dan jika itu adalah waktumu semalam dan dirimu di kembalikan aku sangat bersyukur karena aku tidak kehilanganmu. " dewa


" iya hubby aku hanya ingin hidup untuk mu dan malaikat kecil. aku tak ingin kehilangan kalian berdua. aku menyayangimu kalian, sangat menyayangi. "


dewa membelai lembut rambut ria.


" aku juga menyayangi mu dan malaikat kecil. aku hanya ingin kalian baik baik saja. "


beralih kembali dengan keadaan lusy dan davis kini kamar itu sudah berantakan. dan hanya menyisakan dua orang di tempat tidur tampa sehelai kain pun bahkan selimut pun sudah berpindah di lantai.


lusy terbangun dan merasakan sedikit ganjalan di area miliknya. ternyata milik davis masih tertanam di dalam, mereka berdua tertidur.

__ADS_1


" davis bangunlah aku bingung ke kamar mandi. dan cabutlah milikmu ini. "


" tidurlah kembali lusy biarkan tetap seperti ini aku merasa nyaman. "


" tapi aku memang harus ke kamar mandi davis. "


" lakukanlah di sini seperti semalam tak apa. " ya semalam lusy sampai basah berkali kali oleh davis


" bicaramu enak sekali bagaimana caranya jika milikmu masih menancap di sana. ayolah biarkan aku ke kamar mandi. "


" ya baiklah".


lalu davis menarik miliknya dalam satu tarikan. itu sedikit membuat lusy mengeluarkan suara aneh yang ambigu


" aaahhhh.... " lusy bereaksi karena miliknya terasa geli bercampur...


" ada apa lusy apa masih ingin bermain. " goda davis


" tidak aku aku aku. aku mau ke kamar mandi.


" bergerak spontan hingga meringis kesakitan karena miliknya terasa perih dan ngilu".


" aahhk... sakit. " suara lusy


" kemari biar aku gendong saja ke kamar mandi. " ucap davis lalu menggendong lusy ke kamar mandi


satu jam kemudian davis dan lusy baru saja keluar dari kamar mandi. terlihat lusy memanyunkan bibirnya


" maafkan aku istriku aku sungguh tak tahan melihatnya. "


" dirimu itu begitu bersemangat setelah menggempur ku habis habisan hingga tertidur sekarang dirimu melakukannya lagi lukanya juga masih belum kering dan itu..... ah sudahlah. "


" hehehe... baiklah seharian ini aku akan melayani mu istriku. "


" terserah dirimu saja. aku ingin ber kultivasi dulu untuk memulihkan tubuh ku. "


" ya baik lah lakukan saja istriku. "


lalu mereka pun melakukan kegiatan mereka masing masing tanpa saling mengganggu.

__ADS_1


__ADS_2