
keesokan harinya di dalam markas setelah terjadi kehebohan. dan pelaku dari kehebohan itu tak di temukan bahkan jejaknya saja tak terlihat dan ter deteksi
di ruangan yang minim penerangan sedang duduk dengan tangan memangku ke palanya di samping pegangan kursi terlihat dia sangat gelisah dan memikirkan sesuatu.
" siapa orang ini sebenarnya, dia begitu profesional dari orang orang ku, bahkan 10 orangku tewas tanpa ada bekas perkelahian apa lagi beruang yang juga belum di temukan sebab kematiannya bahkan penjagaan yang sudah sangat ketat masih belum juga mampu menahan orang ini untuk tidak masuk. "
" lapor ada paket yang dikirimkan dari kantor yang di Terima dari kurir. "
" letakkan saja di meja. "
" siap laksanakan. "
" lapor tugas selesai mohon ijin untuk kembali. "
" ya kembalilah. "
setelah kepergian prajurit yang mengantarkan paket, orang itu melihat isinya. ternyata pistol dan sepucuk surat.
" simpanlah senjata ini aku akan segera datang menjemputmu agar dirimu bisa menemani mereka yang sudah mati menemui malaikat penjaga neraka. "
" sialan siapa yang berani memberikan paket ini apa dia tidak tau ke dudukan ku. apa ku benar benar sudah bisa di tindas sekarang kita lihat apa kau berani datang ke markas ku dan membunuhku. "
sedangkan di rumah gubuk alina sedang berlatih pedang bersama danqi. alina tampak serius berlatih karena danqi terus memberikan serangan serangan yang benar benar bisa membuatnya celaka.
" ayo nona alina apa dirimu hanya akan bertahan tunjukkan ke jeniusan mu. aku ingin melihatnya. "
" danqi kau mempermainkan ku tidak memberiku celah untuk menyerang. "
" dalam perang tidak ada negosiasi yang ada hidup dan mati. jika dirimu terus di tekan mengapa tidak memilih mati saja nona. "
" danqi kata katamu pedas sekali akan kubuat dirimu menyesal nanti, percayalah. "
" bagai mana caranya nona sedangkan posisimu sedang terjadi tertekan tak bisa melakukan apapun. "
mendengar itu bukannya melemah alina malah bersemangat dan mulai menyusun cara untuk melakukan serangan balik.
__ADS_1
lamas sudah tapi alina masih tak menemukan nya. " pak tua ini begitu sulit untuk di kalahkan bahkan tak memiliki celah yang bisa ku manfaatkan.
terus berlanjut dan lanjut tangan dari alina sudah mulai gemetar memegang pedang itu tapi pandangannya masih saja fokus.
kemmbali ke pada dewa dan ria yang kini berbaring di tempat tidur tanpa kain penutup untuk menutupi tubuh mereka.
ria yang masih jahil ingin bermain dia bergerak menerkam milik dewa yang masih tegak itu.
" sayang apa yang kau lakukan. oh rupanya masih ingin bermain ya. "
tapi orang yang di ajak bicara tak menjawab karena mulutnya sudah tersumbat. terus berjalan hingga cukup lama melakukannya akhirnya usai juga dan ria menelan itu semua
" sekarang giliranku yang bermain kuharap dirimu akan lama bertahan. "
" lakukanlah hubby. " dewa pun melakukannya permainan yang sudah sering di lakukan tapi bagi ria itu lah yang dia sukai karena itu biasa membuatnya terbang di awan kenikmatan.
di pulau tersembunyi lusy sudah selesai berlatih di kolam segera menuju altar tapi ter kejut karena tiba tiba saja davis datang memeluknya lalu menggendongnya.
" ayo lakukan sekarang aku sudah menunggu dengan sabar dirimu sehari semalam. maka bayar lah kesabaranku ini sekarang. "
lusy tak bisa melakukan apa pun dia hanya pasrah ketika dia di jamah dengan lembut oleh davis. ingin menolak tapi tubuhnya menerima ingin berontak tapi permainan davis sunguh sempurna ingin berbicara tapi mulutnya tak pernah sampai mengatakan karena hanya mengeluarkan seruan dan *******
" Adrian kemana alina mengapa ibu tak pernah melihat dia datang akhir akhir ini. "
" alina sedang mengerjakan sesuatu bu. "
"ibu lihat dirimu dekat dengannya apa kalian sudah menjadi kekasih. "
" ya bisa di bilang kekasih bu. "
" ingat nak jangan sakiti hati perempuan karena hatinya lembut. tidak semua wanita bisa bertahan ketika di sakiti. karena ketika tersakiti wanita hanya akan melakukan tiga hal. "
" apa itu bu bisa katakan pada Adrian. " penasaran
" pertama wanita yang tersakiti hanya akan berlarut dalam kesedihannya dan menangisi orang itu.
__ADS_1
kedua wanita yang tersakiti akan berusaha kuat dan mendoakan orang yang menyakitinya.
ketiga wanita yang tersakiti akan melakukan pembalasan dengan berbagai cara. entah itu halus atau kasar, cepat atau lambat, bahkan kejam sekalipun. "
" benarkah bu Adrian. "
" ya benar bahkan di negara lain ada sese orang yang pergi ke pada seseorang yang memiliki kemampuan black magick untuk mengembalikan orang yang sudah menyakitinya, bahkan ada yang sampai mati. "
" wah Adrian baru tau jika ada hal seperti itu. "
" dulu teman ibu ada yang memiliki kemampuan itu dan menawarkan kepada ibu tanpa di pungut biaya. tapi ibu menolaknya. "
" wah apakah sekarang dia masih ada bu. di mana dia mempelajarinya. "
" entahlah dia selalu menyendiri di dalam hutan dan hanya sesekali keluar. dia dulu teman sepermainan ibu lalu ketika itu dia di sakiti oleh seorang lelaki lalu pindah ke sebuah negara dan mempelajari black magick selama puluhan tahun dan baru kembali 5 tahun yang lalu.
" lalu apakah lelaki yang menyakitinya kembali sekarang. "
" tidak dia membunuhnya dengan ilmunya itu. "
" ah Adrian tak percaya dengan itu apa iya ada kemampuan membunuh tanpa menyentuh. "
" entah lah ibu hanya mendengar dari teman ibu yang melakoni kegiatan itu. "
" suatu hari Adrian harus bertemu dan membuktikan. "
" tidak ibu tidak mengizinkannya. jangan pernah coba coba. "
" tapi Adrian ingin melihatnya bu. "
" tidak nak kau tak tau seberapa mengerikannya itu ibu pernah melihatnya ketika ibu mengatakan tidak percaya. "
" benarkah bu tolong ceritakan itu pada Adrian. "
" ketika itu dia bercerita jika dia sudah membunuh lelaki itu dengan kemampuannya ibu yang mendengar tak percya jika dia memiliki kemampuan itu. lalu dia membuktikannya dengan mengeluarkan paku yang berkarat lalu di letakkan di tanganya setelah itu dia membaca mantra dan meniup ke arah paku itu dan paku itu hilang. dan kebetulan juga di sana ada seorang penagih hutang yang tiba tiba memuntahkan darah dan paku kemudian mati. "
__ADS_1
" Adrian semakin penasaran saja bu bisa ibu hubungi dia Adrian ingin berbicara dengannya. "
" tidak adrian. ibu jadi menyesal karena menceritakan ini, sudah ibu kembali ke kamar saja. "