System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 23


__ADS_3

."sayang apa kau mencari ku? aku dari ruangan gym. maaf aku tidak membangun kamu kembali".


jelas dewa.


. "hubby kau membuat ku takut di tinggal sendirian di rumah semegah ini bagaimana jika aku tersesat".


."hahaha kau nyonya rumah ini jadi sudah harus terbiasa dengan semuanya. Oh ya hari ini aku di panggil ke kediaman utama apakah dirimu ikut sayang. kulihat dirimu semakin cantik mengenakan baju itu. yang sedari tadi menahan diri agar tidak menjadi Monster..


."emmm apakah tidak masalah jika aku ikut denganmu sekarang hubby..... ?


aku tak menemukan baju lainnya yang membuatku pas jadi aku mengambil ini saja apa tidak masalah hubby... ?


."tidak masalah pasti mama senang melihat calon menantu yang secantik dirimu sayang


tidak masalah pakailah jika dirimu suka.


dan ini bau apa ini?.


. "emm itu hubby aku menyukai bau parfum mu jadi aku sedikit memakainya".


."pakailah apapun yang ada di rumah ini jika dirimu menyukainya sayang".


."hubby apakah aku akan memakai ini saat ikut denganmu".


."tidak... aku tidak mau berbagi keindahan tubuh wanitaku pada siapapun. mintalah jhon atau lusy membawakannya".


sambil mengacak rambut halus ria lalu berdiri


."sayang aku mandi dulu, mau mandi bersama?.


."tidak hubby aku tidak yakin tentang itu, kau yang melihatku berpakaian saja seperti monster apalagi bila aku tak berpakaian mungkin aku akan di terkam olehmu. lebih baik aku memasak saja".


langsung saja berlari....


."hahaha dasar gadisku yang menawan. aku semakin jatuh cinta di buatnya.


sayang masaklah yang enak aku lapar. teriak dewa.


di dapur Ria sibuk memasak banyak pilihan bahan untuk di jadikan masakan. tapi Ria bukan orang yang sibuk jadi dia hanya membuat nasi goreng telur ceplok.


setelah beberapa puluh menit lusy datang dengan membawa baju ganti yang di minta oleh Ria.


."nona ini baju yang nona minta. apa ada hal lain yang dapat aku lakukan nona".


."terimakasih lusy maaf telah merepotkan mu. tidak ada hal lain lagi yang aku butuhkan, kau bisa ke dapur aku sudah memasak".


."aku langsung kembali saja nona. lusy


."baiklah apa pun keinginanmu. Ria


sore hari ria dan dewa sudah siap untuk berangkat. tapi dewa begitu uring uringan ketika mau berangkat.


."sayang mengapa kau begitu cantik, bagaimana jika di sana banyak yang memandang mu".


."hubby ada apa denganmu itu keluargamu...


."walau mereka keluargaku aku tak rela membagi kecantikan mu dengan orang lain".


."ya sudah aku disini saja cukup dirimu saja yang pulang..


."itu.... ahh ini sungguh berat...


ucap dewa serba salah

__ADS_1


pada akhirnya setelah lama berdebat mereka berangkat selama satu jam perjalanan


mereka sampai di rumah. bel istana dengan pintu yang besar dan tinggi. dekorasi bangunan yang indah penataan taman kolam dan danau buatan yang tepat dan sempurna.


."hubby ini kediaman utama sungguh indah dan mewah. seberapa banyak uang yang dimiliki keluarga aditama".


ucap Ria dengan kekaguman memandang kediaman utama.


."meski aku memiliki uang aku tak pernah berfikir memiliki kediaman seperti ini".


celetuk Ria asal.


."sayang biasakan lah dirimu".


saran dewa.


."sistem aktifkan kembali kharisma diriku".


DING..


KHARISMA AKTIF


SELAMAT TUAN...


."sayang kemampuan apa sebenarnya yang kau miliki bisa merubah dirimu sesingkat ini".


."aku tak bisa menjelaskan kau tak akan pernah mengerti hubby, percayalah...


apa yang akan terjadi pada keluarga aditama ya.. hehehe kita lihat seberapa kewalahan dewa menghadapi keluarganya.


didalam rumah.


."maa.... dewa pulang bawa mantu."


."dasar anak tidak tau diri kau selalu berteriak jika pulang apa dipikirnya ini hutan...


sarkas ayunda aditama ibu dari dewa.


."jangan marah ma lihat lah menantu mu ini". menunjukkan Ria yang berada di sampingnya.


."selamat malam, tan, nona, semuanya. jawab Ria sedikit membungkukkan badannya, dengan suara lembut.


."dewa anak siapa yang kau bawa pulang mengapa begitu cantik..


."aaaiiiih mama pertanyaan macam apa itu....


."kemari sayang jangan panggil kami seperti itu. panggil aku mama, dia ayah, dan dia kakek sama seperti dewa karena sekarang kamu adalah calon menantu bukan kamu menantu di rumah ini".


Jelasnya penuh antusias melupakan keberadaan dewa. begitu pun yang lainnya.


."ka... ka.. kalian mengapa mengabaikan ku dan dia juga merupakan calon istriku mengapa kalian merebutnya".


."diam lah dewa kau pergi saja sana, disini sudah ada menantu mama yang cantik".


."kakek lihat lah mama...


."sudahlah dewa kamu sudah besar dan kau bisa pergi atau duduk disini. lagi pula banyak yang ingin aku bicarakan dengan cucu menantu ku".


."kaa kek ini ini tidak adil kalian semua menduakanku...


tapi tak ada yang memperdulikan mereka begitu antusias dengan ria.


."sayang siapa nama mu?.

__ADS_1


lembut ibu dewa.


."nama ku RIA AGUSTIN ma".


singkatnya.


."sayang apa dewa memaksamu jika ya biar ayah menghajarnya".


ayah dewa demikian aditama.


."benar cucuku aku akan membunuhnya jika dia melukaimu".


kakek dewa dharmawan aditama.


."itu tidak dewa tidak memaksaku. ma, ayah, kakek".


berbohong padahal kalian ingatkan bagaimana dewa.


."syukurlah jawab mereka kompak. termasuk dewa bernafas lega karena sempat menahan nafas ketika pertanyaan itu di tanyakan keluarganya.


."kalian paham kan kenapa".


."tapi aku berasal dari keluarga biasa saja ibu dan adikku tinggal di desa. mereka sama sekali tak mengerti perkotaan apakah tidak membuat keluarga aditama malu".


Jelas Ria jujur.


."sayang keluarga adi tama tak memandang status atau asal usul menantu. asal dia baik dan saling mencintai kami semua menerimanya kami tidak merasa malu sama sekali".


."benar cucuku kami semua merestui mu. katakan saja jika dewa melakukan yang menyakitimu. akan aku tendang dia dari rumah biar kamu saja yang menjadi cucuku".


."kakek kau begitu kejam padaku, aku takkan menyakitinya tau...


densus dewa kesal.


."sayang ayo pulang aku disini merasa seperti di neraka yang dilupakan".


Ajak dewa.


."jika mau pulang pulang saja biar menantu mama di sini benarkan sayang...


."itu emmm iya ma Ria masih suka disini".


."sayang kau. lihat kalian semua sudah merebut istriku. kalian jahat, lebih baik aku ke kamar saja.


hingga waktu makan malam tiba semua nya sudah berada di meja makan.


."suami, ayah. cobalah masakan menantu kalian ini".


ucap Ibu dewa.


."wah menantuku pandai memasak ternyata ya".


Ayah dewa


."itu Ria hanya belajar saja dari mama".


rendah Ria.


sambil mengisi piring untuk dewa dan yang lainnya.


semuanya menikmati makan malam tidak ada pembicaraan hanya suara aduan sendok dan piringan yang terdengar.


Dan.....

__ADS_1


__ADS_2