
tidak terasa kini sudah tiba di mana ria akan melahirkan ria yang saat itu tengah bermanja bersama dewa tiba tiba saja perutnya terasa sakit.
" sayang kau tampak lebih menarik saat hamil seperti ini. bagai mana jika n
sudah melahirkan kita buat kan adik untuknya. " ucap dewa yang menggoda ria
" hubby aku merasa sakit di perutku. "
" apa benarkah sayang. coba kulihat. "
" hubby apa yang dirimu lakukan mengapa melihat itu. "
" sepertinya air ketuban mu sudah pecah sayang kau akan melahirkan ku akan panggil jo untuk kita bersiap ke rumah sakit. "
" hubby. " ucap ria entah mengapa dirinya merasakan takut.
" sabar lah sayang tunggu. " dewa segera menekan no jo untuk di hubungi
" jo siapkan mobil ria mau melahirkan. "
" siap bos. "
tuuut.........
" ayo sayang. "
" hubby aku takut. "
" itu sudah biasa untuk seorang ibu yang melahirkan anak pertama. "
" tapi rasa takut ku berbeda aku takut jauh darimu hubby. "
" sudah aku akan menemani kelahiran mu sampai akhir. "
" em baik lah hubby. "
dewa menggendong ria ke lantai satu. sedang kan jo juga sudah siap di depan pintu menunggu ke datangan dewa dan ria.
" bos. "
" sudah cepat buka pintu mobil saja. "
" baik bos. " jo berlari untuk membuka pintu mobil
dewa segera membawa masuk ria kedalam mobil dan meminta jo untuk segera melajukan mobil ke arah rumah sakit.
" ayo jo cepat. "
" baik bos. "
jo tak ambil jeda terlalu lama segera tancap gas. mobil segera melaju dengan sangat cepat.
" tenanglah sayang semuanya akan baik baik saja bukanlah dirimu wanita yang kuat. "
__ADS_1
" aku takut kehilanganmu hubby dan juga aku takut tak bisa bersama anak kita. "
" itu tidak akan terjadi kita akan selalu bersama sayang. sudah jangan pikirkan hal lain cukup pikirkan anak kita saja. "
" em. "
" bagus itu baru istriku. "
ria semakin mempererat pelukannya kepada dewa. untuk mengambil kembali ketenangannya. tapi sayang bukan mendapatkannya ria malah merasa semakin jauh dari dewa.
dewa yang merasa ada yang salah dengan ria berusaha menenangkannya dengan memeluk lembut dan membelai rambut halus ria.
tak lama mobil segera tiba di rumah sakit dokter dan yang lainnya sudah menunggu mereka mendapatkan informasi dari jo segera bersiap di pintu. karena mereka sangat mengenal siapa itu dewa dan istrinya jadi tak ada alasan menunda jika salah satu di antaranya datang ke rumah sakit.
" tuan..... nyonya..... " ucap kompak mereka.
" sudah lupakan tentang itu dulu segera lakukan yang terbaik untuk istriku dulu. "
" baik tuan. " ucap dokter senior.
" ayo semuanya segera lakukan yang terbaik.
di ruangan melahirkan kini ria sudah dalam posisi melahirkan dewa berada di sampingnya memegang tangan ria. ria masih bisa menahan sakit nya tapi keringat sudah membanjiri nya.
" hubby aku rasa ini sudah waktunya. "
" maksud mu sayang. "
" anak kita akan keluar melihat dunia ini. "
semuanya mulai bersiap dan ria mulai proses mengeluarjan anaknya. ria yang mempunyai keahlian dalam hal seperti ini sudah tau step bay step nya tak lama suara tangis bayi terdengar.
" anak ku. lihat sayang anak kita sudah ku katakan semua akan baik baik saja. "
" hubby aku rasa ini belum selesai aku rasa aku akan melahirkan lagi. " dengan wajah pucat dan suara lemah tapi berusaha kuat.
" apa benarkah sayang. "
kembali lagi tiara melakukan proses melahirkan sama halnya seperti yang pertama. tapi kali ini tiara langsung kehilangan kesadaran setelah anak keduanya keluar.
dewa sangat panik melihat hal itu. melihat tiara yang tidak sadarkan diri
" kalian lihat ada apa dengan istriku lihat lah. "
" siapkan infus dan yang lainnya sepertinya pasien kelelahan. " ucap dokter senior.
dewa sangat ketakutan terus mengirim energi pada ria agar cepat sadar dan pulih.
" sayang kau akan baik baik saja tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi. " ucap dewa
sedangkan ria yang sudah tidak sadar kini kesadarannya sudah berada di tempat yang tidak asing bagi ria. karena tempat itu tempat yang sudah sering datang ke mimpi ria.
" kenapa aku di sini kembalikan aku. " ucap ria
__ADS_1
" kini sudah tiba waktumu. " ucap suara tanpa wujud
" apa maksud dari semua ini. " ucap tiara kembali bertanya.
" tugasmu sudah selesai kau adalah orang yang membawa takdir untuk menghapus kan anak buah iblis di duniamu dan kah sudah menyelesaikannya dan sekarang sudah waktunya untukmu kembali. "
" apa maksudmu aku akan mati. "
" ya. "
" aku tidak mau bagai mana dengan kedua anakku dan suamiku. "
" kau tidak bisa menolak ini takdirmu dan kau juga tidak bisa melawan. "
" tapi aku masih ingin bersama anak anakku. "
" kau memiliki takdir lain dan kau juga akan bersama anak anakmu nantinya. "
" benarkah. "
" ya. tapi saat itu kau tidak akan mengingat mereka dan siapapun orang yang kau kenal sekarang. kau akan menjadi orang biasa saja. "
" tak apa aku siap asalkan aku bisa bersama anak dan suami ku. "
" baik itu lah takdirmu sekarang aku akan membawamu pada takdir barumu. "
" tunggu tak bisakah aku berpamitan pada anak anakku sekali saja. "
" baik aku tak memberi waktu banyak manfaatkan lah. " tiba tiba saja ria ditarik paksa untuk kembali ke tubuh fisiknya
ria yang tak sadarkan diri di ruang perawatan dimana di kamar itu seluruh keluarga dan juga orang dekat ria sedang berkumpul. ria segera membuka matanya setelah mendapatkan kesadarannya. segera ria melihat ke samping rupanya dewa masih terus memegang tangannya.
" kau sudah sadar sayang. aku sangat khawatir karena dirimu sudah tidak sadar hampir 24 jam. "
" hubby bagai mana anak kita. "
" tenang itu mereka." ucap dewa menunjuk pada dua anak yang sedang tertidur.
" boleh jah aku menggendongnya hubby. "
" tentu saja kau ibunya pasti mereka akan sangat senang. "
" ria sayang biar mama membantu mu mengambilkan malaikat kecil ini. "
" ibu juga. "
setelah itu ria mulai menggendong anaknya yang pertama seorang anak laki laki.
" itu anak pertama kita sayang dia laki laki. "
" ah tampan sekali anak mama. " dengan air mata yang mengalir yang tanpa sengaja jatuh tertelan ke mulut sang anak. air mata itu bereaksi membuat ikatan batin yang kuat antara ria dan anaknya.
" hubby siapa namanya. "
__ADS_1
" aku akan memberikan nama devaliano. "
" nama yang bagus liano anak tampan mama jadi lah anak yang baik sayang jaga adik mu dan orang terdekatmu apapun yang terjadi. " ucap tiara dengan derai air mata semua orang yang melihat merasa haru berpikir jika ria sangat senang dengan kelahiran anaknya. tapi yang sebenarnya tangisan ria sangat berat karena dirinya harus berpisah dengan anaknya.