
satu hari berlalu setelah penyerangan di kediaman milik Ria.
lusy, nona, nak lusy, suara serempak dari Dani lalu lisan dan mama dari dewa.
" kalian semua aku baik baik saja dan aku akan menjelaskan sekarang semuanya."
lalu lusy menuju ke arah mama, papa, dan kekek dewa.
" salam nyonya dan tuan serta tuan besar " lusy memberikan salam.
" nak lusy lain kali tak perlu membungkuk seperti itu anggaplah kami ini seperti keluargamu sendiri"
ucap mama dewa.
" benar lusy anggaplah kami berdua juga orang tuamu"
ucap ayah dewa.
" nah jadilah cucuku juga, kami akan memperlakukan mu sebaik mungkin,"
kakek dewa.
" te... te... terimakasih ayah dan ibu serta kakek aku sangat senang dengan itu. ayo duduk lah. "
lalu lusy menceritakan semuanya tampa di tutup tutupi lusy menjelaskan bahwa
" tuan dewa selamat dan baik baik saja nona membawanya pergi entah kemana, nona mengatakan dia akan kembali sebulan lagi jadi dia meminta kalian tak perlu khawatir"
"syukurlah jika semuanya baik baik saja akhirnya Ria kembali di waktu yang tepat aku sangat bersyukur karenanya"
ucap Ibu dewa sambil di angguki oleh ayah dan kakek dewa.
setelah menjelaskan semuanya mereka berbincang bincang ringan di ruang tengah. tak lupa lusy juga menanyakan orang orang nya dari penuturan Dani dari pihaknya. tak kehilangan satu orang pun mereka semua hanya terluka tapi orang milik dewa yang di pimpin jhon harus kehilangan seperempatnya. ya seperti yang di ketahui orang orang dewa hanya di bekali ilmu beladiri tidak seperti orang orang lusy
di tempat Ria berada.
__ADS_1
kini Ria terbangun tapi anehnya dia bukannya kelelahan tapi malah merasa semakin kuat dewa yang merasakan gerakan juga terbangun hal yang sama di rasakan oleh Ria di rasakan oleh dewa juga.
."hubby,...sayang...ucap mereka berbarengan
" apa dirimu merasakan perbedaan hubby" ucap Ria mendahului.
" ya aku merasakannya apakah dirimu juga sayang. "
ucap dewa sambil melihat anggukan dari dewa
" hubby kau jahat mengapa kau merusak semua pakaianku. aku jadi tak bisa berpakaian"
ucap Ria memanyunkan bibirnya yang manis dan menggoda membuat milik dewa bangkit dari tidurnya.
" sayang itu tak masalah kita hanya berdua dan aku menyukaimu yang seperti ini saja." ucap dewa langsung menyambar Ria lalu menindihnya.
" hubby kita baru berhenti beberapa jam yang lalu dan kau sudah ingin melakukannya lagi. tak bisakah kita mandi dulu aku ingin mandi"
" aku sudah tak tahan lagi sayang mari lakukan sebentar saja lagi pula di sini tak ada kamar mandi bagaimana dirimu mau mandi"
" baiklah hubby lagi pula aku juga menginginkannya juga. apa lagi permainan lidah kucingmu itu benar benar membuatku tak terkendali. dan untuk kamar mandi disini ada kolam yang sangat bermanfaat.
" hubby kau benar benar rakus padaku kau tak membiarkan aku berhenti lama dan apa yang sebentar entah ini mungkin sudah pagi. " ucap Ria yang bangkit dari berbaring nya kemudian berjalan sedikit aneh ke arah kolam.
" entahlah dirimu terlalu mahal bagiku untuk di sia siakan sayang dan itu aku rasa kau menikmatinya juga dan tak menolak bahkan kau memintanya sayang"
mengikuti Ria ke kolam dan mereka mandi berendam bersama, dan pada akhirnya dewa memulainya kembali hingga petang datang.
di altar Ria memeriksa cincin penyimpanan yang melihat mungkin ada baju yang bisa dia pakai karena dewa terlalu buas melihatnya yang tampa busana. setelah beberapa waktu mencari Ria menemukan beberapa pakaian wanita yang pas untuk dirinya jadi Ria mengeluarkannya dan memakainya dewa yang melihat itu sedikit terkejut melihat datangnya pakaian Ria dan itu pakaian dengan model kuno bernuansa Kekaisaran. dan ketika Ria memakainya dia tampak seperti seorang permaisuri yang Agung dengan rambut panjang tergerai dan basah.
dewa yang melihatnya sampai menelan ludah begitu dalam mengapa istrinya begitu cantik.
" hubby coba kenakanlah pakaian ini aku rasa ini pas untuk mu.
menyerahkan satu set pakaian ke pada dewa
__ADS_1
" sayang sebenarnya aku lebih suka kita tak berpakaian seperti tadi."
menerima pemberian pakaian yang di beri Ria
" tidak hubby kau begitu buas dan kuat aku bahkan harus meleleh beberapa kali karena mu. bisa bisa aku mati lemas di sini karenamu"
jelas Ria kepada dewa membuat dewa menggaruk kepalanya
" maafkan aku sayang aku benar benar tak bisa menahannya tubuhmu bagai narkoba yang membuatku candu dan melayang. dan permainan servis mu yang begitu bagus aku menyukainya. boleh kah...
" tidak hubby kau harus bisa menahannya kita tak bisa melakukan itu setiap waktu karena."
" karena apa sayang? karena apa katakan padaku. "
desak dewa kepada Ria
" karena.................. "
Ria menggantung kata katanya
" karena di dalam perutku ada anak mu hubby.
setahun yang lalu saat aku pergi aku tenyata hamil. jadi selama pelatihan ku, aku membungkus mereka dengan aura spiritual untuk menundanya dan saat ini aku sudah melepaskannya agar mereka berkembang seperti seharusnya"
jelas lusy
" sayang apa itu benar sayang kau tak menipuku kan. "
" tidak hubby periksalah dengan kekuatanmu maka kau akan melihat kehidupan lain di dalam perutku. "
maka dewa segera melakukannya dan dia begitu bahagia dia segera memeluk Ria sayang terimakasih sudah memberikan aku hadiah yang begitu indah." lalu dewa mendekatkan telinganya di perut ria
" malaikat kecil dady sehatlah terus jadi anak yang kuat dady akan menunggu kalian. "
ria yang mendengar kata kata dewa menangis hatinya begitu hangat mendengarnya seperti malaikat kecil di perutnya begitu senang mendengar suara dewa.
__ADS_1
dewa segera menegakkan tubuhnya ingin mengatakan sesuatu tapi ria sudah memeluknya begitu erat sambil menangis begitu haru dan sedih.
" terimakasih hubby telah hadir di hidupku aku sangat mencintaimu aku tak ingin berpisah lagi denganmu lebih baik aku mati jika perpisahan itu datang".