
Satu mingu berlalu.
waktu yang di tetapkan sudah tiba semua hal sudah di selesaikan.
lusy di gantikan sendiri oleh asistennya dan ria memberikan hal yang sama dengan yang diberikannya kepada lusy.
."Dani dia berhasil membalaskan dendam yang dulu kepada perguruan nya".
."dewa selalu bersama ria tak pernah terpisahkan".
."jhon perkembangannya begitu pesat. jika bertarung dengan dewa. mungkin dewa akan kesulitan walau tidak berimbang".
."di bandara Ria hanya menunggu ke datangan Dani dan jhon".
dua menit kemudian mereka datang.
."maaf nona membuat mu menunggu. dengan menunduk hormat...
."ya tidak masalah...
."hey mari kita lihat siapa ini, bukan kah jhon lumayan berbakat juga ternyata dirimu. apa sudah banyak yang kau pelajari jhon".
."nona terimakasih atas semuanya. meski aku tidak tau apa yang nona lakukan membuatku seperti ini aku ucapkan terimakasih. masih tidak banyak yang bisa aku pelajari nona. meski aku tidak bisa menang melawan nona lusy aku setidaknya masih bisa melawan 3 sampai 4 kali serangan".
."bagus sekarang apa kau takut dengan orang yang berada di sampingku ini".
."ee aaaku tidak takut pada bos nona tapi aku menghormatinya".
."ohh jhon apa kau mau berlatih lagi dengan ku....
."apa bos tidak sibuk aku sangat menginginkan nya untuk meningkatkan kemampuanku bos".
."kaau jhon".
."sudah lah huuby walau dirimu bisa mengalahkannya tapi tidak akan semudah dulu. percayalah padaku".
."sayang mengapa kau membuatnya kuat. ini tidak adil".
merengek seperti anak kecil.
."semuanya pun tertawa.....
dewa hanya bisa meratapi nasibnya huuu huuu huuu.....
tak lama panggilan sudah terdengar menandakan keberangkatan pesawat akan segera di lakukan ria dan semuanya berjalan santai menuju pesawat.
setelah perjalanan panjang menempuh waktu 3 jam dalam pesawat akhirnya mereka sudah tiba di negara K.
Author sebut gitu aja ya biar mudah buat kalian... iya kalian.. hahahaha.
__ADS_1
mereka sudah di sambut dengan dua mobil mobil pertama memang bawahan dewa mobil kedua orang suruhan lusy yang memang sengaja di tempat kan di negara k.
."nona... nona besar.. selamat datang di negara K. mari saya langsung antar ke kediaman agar bisa beristirahat".
."lusy menjawab silahkan pimpinan jalan".
."sayang tidak pulang bersama ku saja".
menahan ria
."tidak untuk saat ini hubby aku masih banyak yang perlu di lakukan mengertilah".
."baiklah aku hanya akan mengikuti mu boleh aku ingin mengetahui kediaman mu".
."tidak masalah silahkan".
ria di tarik ke dalam mobil dewa. jhon bertukar lah.
."baik bos. singkat
."nona... nona besar perlukah aku".
."jangan tidak ada perintah ikuti saja mengerti. lusy".
."baik nona. singkat
."baik nona".
terus terjadi kejar kejaran cukup lama begitu tiba di jalan sepi sebuah mobil menyalip dan menghadang mereka.
ria dan yang lainya berhenti dan melihat. ada sekitar 100 orang dengan kemampuan bertarung yang tinggi.
ria dan lainnya pun keluar. saling berhadapan muka
."kalian dari mana dan apa tujuan kalian. lusy yang sudah berdiri di depan riya dani di belakang".
."dari mana itu tidak penting. yang penting kalian mati saat ini. jawab pimpinan dari mereka"
."lusy jangan melawan mereka, mereka terlalu receh untuk mu. biarkan jhon saja yang melawan mereka".
jhon yang di sebut segera maju.
."lakukan lah dengan cepat jhon aku sudah lelah. ucap riya
."baik nona. singkat jhon
."sayang apa jhon tak perlu bantuan. mereka semua adalah petarung tingkat tinggi jika hanya sepuluh aku mungkin masih tenang ini sekitar seratus orang".
."hubby percayalah kepada jhon. ucap ria meyakinkan jhon".
__ADS_1
."jangan banyak bicara".
serang mereka ucap salah satu dari pasukan itu
jhon pun tak tinggal diam dia berlari dengan cepat menghampiri orang terdekat. lalu meninjunya tepat di dadanya, orang tersebut terlempar jauh memuntahkan darah dan tak bergerak lagi
terus bergerak cepat untuk menjatuhkan musuh musuhnya. menendang meninju semuanya saling jual beli serangan. tapi jhon tidak menunjukkan kelelahan...
melihat kawannya mulai berjatuhan sang pemimpin berteriak gunakan senjata berupa belai tajam. siapapun yang melihatnya pasti akan ngeri
."ria sendiri hanya tersenyum terus menghitung. 1... ... 10..... ....... 20.....25....30 ........................... 40.....45..... 50....
jhon yang sudah banyak menjatuhkan musuh. pakaian yang di pakainya penuh dengan sobekan bahkan kemeja putihnya kini sudah berwarna merah. tapi masih berdiri dengan kokoh tidak bergetar sama sekali malah menunjukkan senyuman meremehkan.
."sayang apa kita tidak perlu membantunya lihat lah jhon sudah penuh luka di sekujur tubuhnya
tapi ria hanya menghitung
70....75....80...........................90......99.
stop.. ucap ria.
tinju jhon yang kurang satu senti dari wajah pemimpin kelompok itu berhenti.
."lusy buat dia pingsan dan bawa dia".
."baik nona....
yang membuat dewa tak mengerti kenapa lusy tidak bergerak. dan hanya menghentakkan kakinya.
tiba tiba
."nona dia pingsang".
."what... kata dewa kapan lusy bergerak kenapa dia pingsang. jawab dewa terkejut dan tak percaya".
."masukkan ke mobil kita bawa kekediaman ucapnya tak memperdulikan dewa".
."baik nona. singkat jhon
kemudian Ria dan yang lainnya melanjutkan perjalanan. dewa terus saja mengoceh.
."hubby sudah hentikan ini belum saatnya untukmu tau".
."baiklah jika dirimu tak ingin memberitahukannya aku akan bertanya pada jhon".
."laku kanlah jika kau bisa hubby.... jawab ria di dalam hati.
Dana.......
__ADS_1