
."engah malam ria masih menemani dewa yang tertidur. dan masih mengelus rambutnya dengan lembut".
."sayang mengapa dirimu tidak tidur".
Suara serak dewa yang masih belum mendapatkan kesadaran penuhnya
."aku masih belum mengantuk dan lelah hubby".
melihat dewa yang sudah mengerjakan mata menyesuaikan pencahayaan di sekitar.
."tidurlah itu tak baik untukmu sayang".
memberikan perhatian
."sebenarnya untuk diriku meski tidak tidur dan makan selama satu minggu itu tidak masalah".
jelas ria kepada dewa
."apa ada yang seperti itu sayang".
penasaran dewa dengan wajah manis tampannya.
."ada itu aku, lusy danqi, jhon, dan asisten lusy".
jelas ria menyebutkan.
."lalu apa aku juga bisa melakukannya". berharap bisa seperti ria
."bisa....., tapi apa sebagai gantinya untukku".
."emmm bagaimana jika aku menikahi mu saja sayang".
."tu bukan imbalan tapi itu memang keinginanmu hubby".
."hahaha kau pintar sayang".
."hubby apa kau begitu mencintaiku. keluargaku berasal deri desa dan tak mengerti kehidupan kota apakah orang tuamu bisa menerimanya".
."aku sungguh sangat mencintaimu sayang.
dan keluarga jika mereka tidak suka aku tinggal pergi saja tinggal bersamamu".
jelas dewa penuh keseriusan..
."ku tidak ingin yang seperti itu hubby".
singkat ria
tak ada jawaban dari dewa tapi dewa langsung menindih ria dan ******* bibir ria dengan lembut. cukup lama dewa melepaskan tautan bibirnya.
."percayalah padaku keluarga besar aditama tak memandang status orang dari kalangan atas atau bawah, keluargaku selalu mendidik turunannya dapat kan lah cintamu dengan caramu sendiri selama kalian berdua bahagia.
itulah yang kakek dan ibuku katakan padaku selama ini.
."hubby. jika seperti itu aku harus menemui keluargamu esok dan dirimu harus mengatakan kepada mereka jika diriku adalah kekasihmu apa bisa".
."sayang apa dirimu serius apa kamu sudah menerimaku apa kamu mau menikah denganku.... ????
."ya aku sudah jatuh hati padamu dan kau harus bertanggung jawab hubby".
."aku pasti bertanggung jawab sayang aku pasti camkan itu".
."baik aku percaya padamu hubby".
saat dewa akan memeluk ria, ria menghentikannya.
."masuk lah lusy".
__ADS_1
dengan wajah menunduk lusy masuk.
."maaf mengganggu mu nona aku sudah menyelesaikan semuanya".
."tak perlu menunduk seperti itu kau saat ini adalah keluargaku".
."lumayan juga kemampuanmu dalam menyerapnya.
darimana sebenarnya diri mu lusy....
."baik nona, mengangkat kepalanya yang menunduk. terimakasih nona ini juga berkat nona".
".dan aku kembali ke negara J untuk melakukan pelatihan tertutup di gubuk tua".
."lusy kau jahat padaku, kau meninggalkanku dan menyerahkannya ke pada lelaki mesum ini. entah apa yang dilakukannya saat aku tak sadarkan diri".
goda ria utuk mengerjai dewa. dewa yang mendengar terkejut dan menelan ludahnya.
."sayang kau ingin membunuhku dengan monster wanita ini".
sambil melihat kearah dewa sebentar kemudian beralih kepada ria.
."nona maafkan kesalahan aku akan segera membunuhnya sekarang dengan cara memutilasi tubuhnya".
."hey hey hey kau kau monster wanita jangan coba coba aku sekarang calon suami nona mu apa kau tega membuatnya janda sebelum menikah.... ??
Ria dan lusy tertawa sejadi jadinya melihat ekspresi dan ucapan dewa.
."janda sebelum menikah apa yang seperti itu ada".
."jika kalian tau tulis di kolom komentar ya bantu author nya menjawab " Ria
."hh kalian mengerjai ku ya hmm sayang hukuman mu mungkin akan lebih berat dan kau wanita Monster pergilah tugasmu sudah selesai".
."lusy aku ikut denganmu ya".
menghindari hukuman
ancam dewa serius
."ah lusy kau boleh pergi sepertinya aku perlu istirahat".
Sudah merinding di seluruh tubuhnya
Lusy pun langsung keluar kamar setelah menerima perintah Ria.
."hubby maafkan aku, aku emmmmmmmm".
Tak sempat menyelesaikan kata katanya ria sudah di bungkam dengan luma tan intens dari dewa, cukup lama melakukannya dewa beralih pada leher ria.
."hhhhhk hubby".
sambil meremas rambut dewa.
."ahhhhhk hub hubby".
Tapi dewa seperti kerasukan dan semakin memanas kini ria hanya menyisakan pakaian dalamnya.
."ahhhkkk hubby aku sudah tidak tahan".
."ahhhhkkk ku mohon lakukanlah saat kita sudah menikah".
dewa tersadar dan segera bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi.
ria sendiri sudah bernafas tak beraturan nafasnya tersengal segala tubuhnya lemas pikirannya masih melayang bagian bawahnya sudah basah entah sudah berapa kali menyemburkan lahar hangat.
."hahh.. hahh.. hahh... sepertinya aku tidak boleh lagi membuat kesalahan dia memiliki kemampuan yang aneh hingga mampu membuatku seperti di surga dengan perlakuan dan sentuhan sederhananya. dia lelaki jantan sesungguhnya".
__ADS_1
sambil meringkuk di dalama selimut berusaha tidur.
keesokan harinya ria terbangun dari tidurnya tapi tak merasakan pelukan dari dewa jadi ria berbalik dan ternyata dewa tidak ada.
ria berfikir apa dewa marah dengannya karena kejadian semalam.
."apa aku salah tidak memberikannya sekarang?.
."lebih baik aku memasakkan makan siang untuknya dan pergi ke kantornya".
."ternyata kantornya besar juga. pantas saja di sebut kerajaan bisnis. eits itu dulu sekarang sudah ada R. A company heheheh."
di dalam kantor.
."permisi maaf apa dewa ada?.
tanya Ria bertanya kepada resepsionis.
."iya nona. tuan dewa ada di atas besama tamu jika boleh tau dengan nona siapa.... ??
apakah sudah membuat janji dengan tuan dewa sebelumnya.
."jadi seperti itu. namaku Ria, Ria Agustin lebih tepatnya. aku tak membuat janji dengan dewa. apa aku masih bisa bertemu dengannya... ? tanya Ria lembut.
."sebentar nona aku panggilkan sekretaris tuan dewa saja aku tak bisa memberikan keputusan seperti itu, apakah tidak keberatan nona....
."tidak masalah aku akan menunggu".
singkat ria
tak lama kemudian keluar wanita super cantik dengan riasan tebal dan pakaian terbuka. bukan tapi sengaja di buat terbuka tepatnya.
."kau sedang mencari tuan dewa dasar gadis kampung yang baru tinggal di kota. pergi sana tuan dewa masih ada tamu. dan mungkin dia tidak akan mengenalimu.
jadi dari pada membuat dirimu malu cepatlah pulang dan berkaca".
."apakah sudah bicaranya mulutmu begitu bau apa kau sudah menggosok gigimu. kau datang datang menggonggong tidak jelas bahkan suaramu lebih buruk dari suara anjing dan penjaga komplek rumahku.
tidak kalah kasar tapi lebih pedas".
."kau kau berani plaaaakkk....
suara tamparan begitu keras terdengar di seluruh ruangan tapi anehnya yang merintih bukan ria tapi wanita yang menamparnya mengadu kesakitan
."auuu ahhhk".
."kau sudah menamparku maka...
."nona anda di sini ada apa ini nona?.
."oh jhon kau tambah baik sekarang.
Tidak apa apa kau kesini untuk bertemu dewa, tapi wanita ini menghina dan menamparku. apa di kantor ini boleh membunuh jhon".
semua orang melihat jhon yang begitu hormat dan tak sedikitpun mengangkat kepala ya dan apa tadi membunuh ini membuat mereka lebih terkejut.
."itu nona tak perlu mengotori tangan nona dengan masalah ini biar aku saja yang melakukannya".
."kau bawa wanita ini. kepada seseorang".
."bos bos bos dengar dulu akau tidak salah maafkan aku bos".
tapi jhon tak menghiraukannya.
."pimpin jalan keruangan dewa".
singkat dengan suara dingin.
__ADS_1
DAN.....
.