
beberapa menit setelah kepergian kakek davis.
" maaf untuk para tuan sekalian mengapa kalian mengeluarkan senjata apa kalian mencoba ingin menyerang kami. apa kalian tau konsekuensinya lebih Baik kalian pergilah" ucap Rama penjaga pintu
" tak perlu banyak bicara ayo lakukan. "
ucap salah satu dari orang orang itu
kemudian lima puluh orang itu maju menyerang ke dalam tapi di depan pintu hanya berdiri sepuluh orang dengan senyuman dan memegang pentungan khas penjaga.
ketika kelompok itu semakin dekat sepuluh orang itu mulai saling melihat dan mengangguk, kemudian mulai menyerang menerjang maju. dan baku hantam pun terjadi meski hanya sepuluh orang itu sudah mampu menghadapi lima puluh orang itu tanpa kerepotan.
kemudian lusy dan tua li keluar melihat itu hanya menggelengkan kepala. melihat kesenangan sepuluh orang nona nya membantai lima puluh orang.
" mereka terlalu bodoh menurutku nona. " komentar tua li
" mungkin saja. kurasa mereka tak memiliki informasi tentang siapa kita" lusy
selang beberapa menit pertarungan itu usai lima puluh orang itu tergeletak tak bergerak. tak bisa di pastikan tentang kehidupan dan kematian mereka. sepuluh orang ini bukan orang baru mereka juga salah satu dari orang yang pernah ikut serta dalam pertempuran yang lalu. jadi jika hanya lima puluh orang biasa itu hal mudah untuk mereka.
" nona, tua li, ada yang bisa kami lakukan" salah satu penjaga dari 10 orang itu
" tidak ada " lusy.
"kalian terlalu kejam kepada mereka" tua li
" itu kami tidak serius tua li hanya meregangkan otot saja" ucap seorang penjaga
" ya bereskan ini bawa saja ke hutan, mungkin mereka sudah kelaparan" lusy
" siap nona akan kami laksanakan. "
__ADS_1
setelah itu pun berlalu saat lusy dan tua li ingin pergi salah satu ponsel dari salah satu orang dari kelompok itu berdering. segera saja salah satu penjaga mencarinya, setelah di temukan segera menyerahkan kepada lusy
" apa semuanya sudah beres. suara seorang di sebrang seorang pria
" ya semua beres mereka mati semua, mereka terlalu bodoh hingga tidak tau siapa yang mereka hadapi, seperti kalian juga bodoh. " lusy
di dalam pesawat han dong yang melakukan panggilan terkejut karena bukan orangnya yang menerima panggilan tapi seorang wanita yang mengatakan semuanya mati.
" apa maksudmu mengatakan mati dan kami bodoh, apa kalian tidak tau siapa kami. " marah han dong membuat semua perhatian orang tertuju padanya.
" ya kalian bodoh apa ada yang salah dengan itu semoga kalian tidak menyesalinya karena telah mengusik orang yang salah. "
lalu memutuskan panggilan begitu saja dan melihat ke arah salah satu penjaga.
."kirim kan videonya padanya. " ucap lusy
" bai nona"
di pesawat lukman kakek davis yang penasaran segera bertanya kepada han dong
" maafkan aku tuan ini seseorang orang mengatakan jika semuanya sudah mati dan kita semua terlalu bodoh ucapnya dari suara yang ku tangkap kurasa dia seorang wanita" han dong
" apa maksud mu han dong. "
belum juga han dong menjawab suara notifikasi pesan masuk di ponselnya, segera saja han dong membuka pesan itu yang di mana merupakan sebuah potongan video berdurasi beberapa menit. segera saja han dong memutar video itu dan melihatnya betapa terkejutnya di ketika melihat itu perasaan tak percaya muncul di wajahnya jantungnya berdetak kencang melihat setiap detik dari video itu, setelah selesai han dong menyerahkan ponselnya kepada tuannya itu.
lukman kakek davis yang melihat ekspresi wajah dari han dong sedikit bingung. melihat han dong yang menyerahkan ponselnya segera meraih dan melihat lalu memutar video di ponsel yang han dong berikan. itu juga membuatnya terkejut tak percaya.
" ini apa mereka dari militer tapi itu juga masih tidak mungkin orang orang ku juga bukan petarung sembarangan.
tak lama ponsel miliknya berdering, segera saja meraih ponselnya di dalam saku jasnya dan melihat yang melakukan panggilan adalah sekretarisnya. jadi segera saja dia menerima panggilan itu.
__ADS_1
" tuan maaf ini gawat ini benar benar gawat. " ucap orang di sebrang
" katakanlah dengan jelas jangan membuatku marah. "
" taun para pemegang saham menjual saham mereka pada seseorang dan hanya kita saja yang masih memegang saham saat ini dan juga para investor memutuskan kerjasamanya. lebih parahnya bank mendesak pembayaran hutang. aku sudah tak bisa melakukan apa lagi tuan bagai mana ini. jika seperti ini perusahaan akan benar benar hancur sampai titik nol. "
" apa yang kau katakan apa kau mencoba bermain denganku. jangan coba coba apa kau tak sayang dengan nyawamu. "
" tuan kau boleh membunuhku jika itu hanya permainan. segeralah kembali dirimu akan tau jika ini benar benar serius dan gawat. "
" sialan sialan apa sebenarnya yang terjadi... "
" sekarang apa kau percaya kakek kau salah berurusan dengan orang. mereka bukan sekedar anak muda biasa mereka bisa melakukan apa pun dengan hanya berkata. " davis
" diam kau anak sialan kau pikir aku percaya hah kita lihat saja nanti siapa yang akan menangis, aku tidak akan mempermalukan diriku sendiri di hadapan leluhur ku. "
" kakek pikir kakek tidak mempermalukan leluhur. kakek salah dengan sikap kakek yang seperti ini leluhur lah yang malu karena penerusnya terlalu keras kepala. " davis
" kurang ajar kau berani menceramahi ku kau pikir siapa dirimu jika bukan karena kau cucuku satu satunya sudah ku bunuh kau sejak dulu, dasar anak sialan. "
davis hanya diam tersenyum menghiraukan ucapan kakeknya baginya itu hanya angin lalu
beralih di negara k setelah pembelajaran usai Adrian berencana langsung pulang karena tidak ada jam kuliah lagi jadi dia langsung mengarah ke arah parkiran setelah keluar dari kelas tapi ketika sampai di lorong sepi Adrian di kepung oleh kelompok Dio mereka berjumlah lima belas orang mengitari Adrian
" halo anak karat, oh sudah sombong rupanya setelah merubah penampilan, sepertinya perlu di beri pelajaran agar tau siapa tuannya. "
" sudah lah dio anak seperti di itu gak perlu banyak omong langsung hajar saja toh gak ada hukumannya untuk orang seukuran nya. "
Adrian hanya diam saja tidak melakukan apa pun tapi dia mengumpulkan seluruh energinya di seluruh tubuh memikirkan sekeras besi pada setiap tubuhnya
" dasar orang mati dia mengabaikan kita, ayo hajar dia jangan beri ampun padanya
__ADS_1
Adrian melihat sekitar ternyata dia masih di luar jangkauan kamera. jadi dia memutuskan untuk sedikit melawan
ketika serangan secara bersamaan itu di lakukan dari mulai tendangan bogeman dan lain sebagainya mulai mendarat di tubuh Adrian di barengi dengan suara renyah tulang patah dan ringi kan kesakitan.