
di negara A.
" ibu kau sungguh menjatuhkan ku sebagai seorang lelaki bagai mana jika lusy tau jika ibu sudah melihat milikku."
" lusy takkan tau jika dirimu atau ibu mengatakannya."
santai sanga ibu yang berhasil melihat barang milik anaknya itu.
" kuharap ibu kak mengatakan apa pun dengan lusy nanti"
" ya baik lah", di dalam hatinya sungguh terpesona dengan milik anaknya itu. lalu apa dirimu tak mau menunggu ayahmu kembali dulu"
" tidak bu aku harus pergi sekarang mungkin sebentar lagi paman dong akan segera sadar aku sudah tidak bisa melukainya lagi aku tak tega. ibu ini alamat rumah lusy jika suatu hari kakek mendesak ibu berikan ini davis tau jika nona dari lusy bukan orang sembarangan jadi ibu jangan ragu memberikannya jika kakek sudah mendesak ibu. "
" ya baiklah nak ibu mengerti berhati hatilah semoga dirimu berhasil. segera kembalilah jika sudah selesai ibu dan ayah sudah merestui kalian jadi jika kalian memutuskan menikah menikahlah. "
" ibu dirimu memang ibuku yang terbaik terimakasih ibu".
meraih ibunya lalu memeluknya.
."ibu davis pergi jagalah diri baik baik"
" ya pergilah nak kejar semua keinginanmu doa ibu menyertaimu. "
lalu davis melangkahkan kakinya ke arah jendela membukanya lalu lompat. itu lantai dua kurang lebih 10 m, ibunya yang tak menyangka segera berlari untuk melihat. alangkah terkejutnya davis sudah tidak ada di tempat.
" anak ini sungguh telah berubah semenjak kembali sebulan yang lalu, jika aku tidak menahan diri mungkin aku sudah berteriak".
segera kembali ke dalam dan menutup jendelanya. melihat waktu yang masih siang dia segera mengambil ponselnya.
" suami segeralah pulang ini sungguh tak bisa menunggu"
tampa menunggu jawaban segera memutus panggilan. dan segera ke kamar mandi mengambil sesuatu yang khusus dalam lemarinya kemudian mengambil pakaian super halus dan Trawangan.
__ADS_1
mendapatkan panggilan dadakan dan kemudian di putus membuatnya tak tenang segera bergegas pergi.
setengah jam perjalanan segera memarkirkan mobilnya menghiraukan semua orang yang memberi hormat. berlari secepat nya menuju lantai dua. dan ketika membuka pintu dia di kejutkan dengan pemandangan didepannya dia melihat istrinya yang begitu indah sedang berpose cantik di tempat tidur.
"ke marilah suamiku kunci pintu itu aku menginginkanmu"
harus yang mendengar suara yang begitu menggoda sudah mulai melepaskan sisi Monster nya segera mendekat setelah memastikan mengunci pintu.
."sayang katakan ada apa ini mengapa dirimu melakukan ini"
ucap haris sudah berada dia tas istrinya dan menghirup wangi yang memancing sisi monsternya.
" minum ini suamiku aku ingin melewatinya lebih dari sebelum belum nya."
menyodorkan minuman kepada haris. haris pun meraihnya dan langsung meminumnya.
."kau tau suamiku anakmu davis sudah dewasa dia sudah pergi barusan mengatakan jika dia ingin menjemput menantu kita makan segeralah buat malaikat kecil lagi untuk menggantikannya. kumohon suamiku".
sedangkan davis kini sudah berada di pesawat melakukan penerbangan ke negara j dia sudah tak sabar bertemu lusy. lusy sendri sudah menerima kabar jika davis sudah melakukan penerbangan. lusy senang tapi tak menunjukkannya kepada ria karena saat ini lusy dan Dani sedang berada di hadapan Ria membahas perkembangan apa saja yang terjadi selama setahun dan ingin di bawa kedepannya.
tanpa di duga lusy Ria kemudian melontarkan sebuah perkataan yang membuat lusy merona merah dan malu.
."lusy apa pujaan hatimu sudah melakukan penerbangan ke negara ini. "
" itu.... itu... benar nona maafkan aku sudah jatuh hati kepada seorang lelaki nona tapi aku masih dengan sumpah ku jika hidup dan mati ku hanya untukmu "
" lusy apa yang kau katakan tak ingin kah kau hidup bahagia bersama suamimu mengapa kau harus mengikuti ku terus. aku membebaskan mu lusy"
kemudian lusy menangis mendengar itu dari nona nya. Entah mengapa dia merasa sakit dengan perkataan nona nya.
."nona jika aku harus jauh darimu karena lelaki ini lebih baik aku membunuhnya saja atau aku saja bunuh diri. "
" lusy kau keluargaku aku tak menginginkan kematian mu. baiklah jika seperti itu katakanlah dan jelaskan itu dengan baik kelak dengan suamimu. aku tak ingin membuatmu terbelenggu dengan sumpah mu itu"
__ADS_1
" aku mengerti Terimakasih nona" lusy yang kembali menghangat hatinya
" bagaimana dengan mu Dani apa dirimu tak ingin menemukan pasangan hidupmu".
tanya Ria kepada Dani.
" itu aku tak tau nona jika takdir masih mengaturnya aku akan mengikutinya. "
" baiklah sebulan lagi siapkanlah dia antara kalian. aku akan membawa salah satu dari kalian ke suatu tempat untuk berlatih. tentukan siapa dulu diantara kalian"
" aku rasa Dani terlebih dahulu nona" lusy
" aku rasa lusy saja nona karena lusy selalu di dekatmu jadi dia bisa lebih kuat"
dan pada akhirnya keputusan itu jatuh kepada lusy dengan beberapa alasan yang masuk akal di buat oleh Dani.
."baiklah Dani pelajari kemampuan ini secara mendalam dan buatlah pasukan khusus yang bergerak dalam membantu pemerintah memberantas kejahatan".
kemudian ria memasukan kemampuan assassin ke dalam kepala Dani, kepala Dani menghangat menerima kemampuan itu.
setelah satu menit proses pun sudah selesai.
" baik nona sesuai perintah mu, jika seperti itu aku akan kembali ke negara k saja untuk berlatih bersama dengan yang lainnya nona. "
"ya pergilah Dani buatlah negara k aman dan bersih kuharap dalam 2 tahun aku sudah menerima perubahan itu walau tidak besar".
dani hanya mengangguk dan pergi.
" lusy apa dirimu sudah memantapkan hatimu padanya kuharap tak ada sesuatu yang dapat memecah kita di kemudian hari"
"aku sudah memastikannya nona.
" baik aku percayakan padamu lusy. ku harapkan itu terjadi"
__ADS_1