
" ya sudah jika seperti itu ria ibu tidak masalah yang terpenting bagi ibu kamu sehat dan baik baik saja. kamu sudah setahun bersama dewa apa masih belum berisi nak. " ramah sang ibu kemudian bertanya.
"apa ibu tau aku sedang hamil bu." ucap ria mengejutkan sang ibu
" benarkah nak, ibu sungguh bahagia mendengarnya berapa kini usia kandungan mu nak, kemari lah berbaring di sini biar ibu memegang perutmu. "
ria menurut dan mulai berbaring di pangkuan ibunya posisi ternyaman selain di pelukan dewa.
"ini masih satu bulan bu, doakan saja semoga semuanya baik baik saja".
pinta ria yang sedang berbaring
" tentu nak ibu akan selalu mendoakannya. " mengelus lembut perut ria " andai ayahmu ada di sini..... "
" bu tak usah memikirkan ayah ayah mungkin sudah lupa dengan kita. ria tau ibu masih berharap ayah kembali tapi ria mohon bahagia lah bu jika memang takdir menginginkan ayah untuk kembali pasti kembali"
" iya sayang maafkan ibu, ibu tidak akan memikirkannya kembali. "
sedikit sedih di hatinya
" nak apakah dirimu lapar biar ibu masak kan sesuatu yang enak bagai mana"
" tentu bu aku sangat menginginkannya" senang ria
" tunggulah mungkin sebentar lagi adikmu akan pulang, dia selalu terlihat lesu ketika pulang cobalah tanyakan dirimu begitu dekatkan dengan adikmu mungkin nanti adikmu itu mau bercerita. "
" baik lah bu akan aku lakukan kita lihat masalah apa sebenarnya yang di alaminya saat ini"
ibunya sudah ke dapur dan sudah mulai di sibukkan dengan memilih bahan dan alat memasak sedangkan ria langsung menuju kamar khusus yang hanya bisa diakses oleh suara ria
" BUKA"
pintu pun terbuka
."sudah lama sejak aku pergi super komputer aktif" ucap ria
" super komputer aktif memuat data di mulai waktu 10 detik. "
" super komputer sudah siap, selamat datang tuan apa ada sesuatu yang bisa ku kerjakan tuan. "
" ya bagaimana situasi saat ini apakah perusahaan aman, atau kau sudah menemukan sesuatu pergerakan dari musuh".
" untuk saat ini aman tuan masih belum ada yang mampu menerobos, tak ada pergerakan yang membahayakan dari musuh nona semuanya berjalan stabil "
" hmm bagus, itu saja yang ingin aku ketahui, apa tak ada informasi untuk ku, "
"tak ada sesuatu yang penting tuan jadi tak ada informasi"
" baiklah non aktifkan"
kemudian ria keluar dan menutup pintu dan menuju ke ruang tengah kembali. tak lama setelah ria duduk di sofa sang adik datang dan mematung ketika melihat ria.
Adrian baru saja pulang dari kuliahnya mukanya kusut karena sesuatu dia memarkirkan motornya dan masuk kedalam rumah ketika sampai di ruang tengah Adrian terkejut dengan sosok wanita cantik tidak lebih tepatnya sangat sangat cantik sedang duduk dan Adrian sangat mengenalnya itu adalah kakaknya.
__ADS_1
Adrian kegirangan segera tersadar dari mematung nya dan segera bergerak ke arah ria kemudian memeluknya.
" kak ria kau kembali apa sudah lama, bagai mana kabarmu di mana kak dewa apa dirimu sendiri apa kau baik baik saja apa..... emmmmmm"
ria sudah membekap mulut adiknya dengan tangannya
" sudah kau seperti orang lain saja, aku baik dan aku bersama dewa tapi dia masih ada urusan"
" bagus bagus aku senang kaka sudah kembali kesini aku sungguh memikirkan kakak karena tidak menghubungi ku atau ibu"
" maaf aku sedang melakukan hal penting belakangan ini tapi saat ini sudah selesai"
" syukurlah kak, oh ya apa ibu ada saat kakak tiba"
" iya ibu ada dia sedang memasak di dapur sekarang"
" emm bagus lah.
" Adrian apa kuliahmu baik baik saja apa ada sesuatu yang kurang katakan padaku. "
" kuliahku baik kak tak ada kekurangan apa apa kak mira selalu menyediakan nya meski aku tak meminta. itu sebenarnya aku selalu di ganggu seseorang orang dia selalu mempermainkan ku aku tak bisa melawan mereka karena mereka semua juara 1 sabuk hitam dalam seni beladiri jadi aku hanya bisa menerimanya saja"
" hanya masalah sepele itu tenang serahkan saja pada kakakmu ini. tapi mengapa tidak kamu ceritakan pada mira dia pasti akan membantu mu"
" untuk itu aku tak memiliki alasan kak, aku juga tidak tau mengapa aku tidak menceritakan ini pada kak mira, hatiku mengatakan suatu saat nanti aku pasti akan membuat mereka menyesal dan pergi dengan sendirinya"
" baik aku mengerti nanti malam kita akan membuatmu kuat. tapi ada syaratnya pertama jangan pernah bertanya kedua jangan katakan apa pun kepada orang lain nanti ketiga jangan pernah teriak meski sesakit apa pun apa kau sanggup adikku"
" jika kakak yang berbicara aku akan menyanggupinya.. "
di negara J dewa kembali dari kantor karena tak ada pekerjaan jadi dia memutuskan pergi ke rumah utamanya dulu untuk bertemu dengan mamanya.
" tuan dewa anda sudah kembali selamat datang tuan " ucap penjaga gerbang
" ya terimakasih apa ayah dan ibu ada di rumah" ramah dewa
" tuan dan nyonya ada di rumah tuan dewa untuk tuan besar sudah beberapa hari kesehatannya menurun"
" oh kakek sakit, ya sudah aku kedalam dulu"
" silahkan tuan dewa
dewa kemudian melajukan mobilnya, beberapa saat kemudian dewa keluar dari mobil dan mulai melangkah kan kaki kedalam rumah
"ayah mama dewa pulang"
ucapnya keras karena dewa tau jika kakek sakit pasti ada di mansion belakang.
" dasar anak sialan pulang pulang sudah teriak kau pikir ini hutan hah"
mama dewa yang kesal
" mama aku merindukanmu"
__ADS_1
peluk dewa tampa memperdulikan omongannya
"ayah aku juga merindukanmu, apa kalian baik baik saja
" ya kami baik dewa bagai mana dengan mu apa semua baik, di mana menantuku... " sahut ayah dan mama dewa bergantian
" dewa baik baik saja ma, ayah untuk ria ada di rumah aku hanya mampir karena merindukan kalian, tapi kemarin ria mengatakan jika dia ingin tinggal di sini bersama kita. "
" oh menantuku aku tak sabar ingin bertemu dengannya dia menantu terbaik, jika saja dia anakku. "
mama dewa yang begitu bahagia dan senang
" ma apa maksudnya itu dewa ini anak mama jangan mengatakan hal yang aneh"
tapi mama dewa hanya diam saja tak menjawab
"dewa ayah dengar perusahaan semakin berkembang" ayah dewa mengalihkan pembicaraan
" ya ayah perusahaan terus berkembang jhon sangat kompeten dalam bekerja aku tidak salah dulu memilihnya. "
dewa tak pernah melupakan orang yang telah bekerja atau berjasa padanya
" ya ayah juga tau kau sungguh beruntung dewa"
" Oh ya apa kakek baik baik saja ayah"
" kakek mu sedang sakit sudah beberapa dokter yang datang untuk memeriksanya dan memberikan obat. saat ini sudah mulai membaik" mama dewa
" ya sudah dewa ingin menyapa dan menjenguk kakek rasanya kurang sopan jika dewa tak segera menemuinya
" ya pergilah pasti dia sangat bahagia melihatmu kembali. " ayah dewa
segera dewa berjalan ketempat kakeknya sekitar 3 menit melalui jalan khusus dewa sudah sampai di tempat sang kakek
" tuan dewa apa anda ingin bertemu tuan besar" ucap sang penjaga
" ya bolehkah aku masuk" dewa
" tentu saja tuan silahkan, aku akan sedikit menjauh di sana silahkan tuan panggil saja jika membutuhkan sesuatu"
" ya tentu terimakasih. "
dewa mulai menyiapkan energi di jarinya kemudian masuk,
."kakek dewa datang berkunjung".
" oh cucuku sudah kembali rupanya ke marilah mendekat. "
lalu dewa mendekat dan memeluk sang kakek kemudian meletakkan jarinya di punggung sang kakek.
kakek dewa yang di peluk dewa begitu bahagia, tapi ada perasaan aneh seperti ada sesuatu yang masuk melalui punggungnya itu begitu hangat dan mulai menyebar ke seluruh tubuh membuat tubuh terasa segar bugar
" apa benar kakek sakit, dewa sungguh mengkhawatirkan kakek" dewa
__ADS_1
" ya beberapa hari yang lalu kakek memang sakit tapi sekarang kakek sudah baik baik saja. "