
SATU BULAN BERLALU
hari hari ria berlalu dengan berkultivasi. dan kantor. dewa sendri sudah seperti pulang ke rumah karena setiap hari akan makan dan tidur di rumah ria. tapi ria tak pernah menolaknya justru dia merasa semakin dekat dan ada sedikit rindu jika tak bersama. entah itu karena terbiasa atau mulai mencintainya. ria hanya mengikuti takdir.
hendri yang sekali pernah bertemu ria bersama dewa. menunjukan ke tidak sukaannya dan dia menyatakan perasaannya kepada ria. ria menjelaskan bahwa dirinya tak bisa menerimanya karena tak memiliki perasaan apapun selain perasaan kakak dan adik.
hendri sedikit tak menerimanya tapi melihat kenyataan akhirnya dia bisa melepaskan ria walau berat. dan memperingati dewa jangan pernah menyakitinya.
."Tuan Dani juga sering berkunjung untuk menerima tugas dan kali ini aku akan mengajaknya keluar untuk membantu memberantas organisasi, yang selalu menggangunya".
."lusy yang juga memaksa akhirnya ria pun memper bolehkan nya juga karena dia perlu bantuannya juga di sana".
."untuk dewa ria tak memberi taukan tujuan sebenarnya kepada dewa. karena pemimpin organisasi ini masih menyandang nama keluarga aditama juga. walau sudah menerima informasi yang akurat ria masih tidak mau melibatkan dewa".
."tuan utusan apa hubunganmu saat ini dengan nona jangan pernah mempermainkan nya jika aku melihat nona menangis karena mu bahkan jalan kematian pun akan ku ambil untuk menghancurkan mu".
."dewa yang tersinggung sangat marah dan ingin menghampiri lusy. tapi ria menengahi mereka. lusy sudah dia tidak akan mampu melakukannya padaku butuh seribu tahun untuknya melakukan itu padaku apa kau mengerti lusy".
."mengerti nona maaf karena aku secara tidak langsung merendahkan mu nona".
."hubby duduk lah dia mengkhawatirkan ku jadi jangan marah. Dani turunkan auramu walau kau mampu mengalahkannya dengan semua kekuatannya tapi aku tak memerintahkannya".
.maafkan aku nona aku salah kau boleh menghukum ku".
."dewa mulai tenang dan mencibir dengarkanlah nona kalian ini. walau aku bukan lelaki yang lurus dan baik tapi aku tak akan melakukannya".
."mereka berdua hanya menunduk takut ke pada ria dan tak memperdulikan ucapan ria".
."hubby sudahlah....
."apa yang kau berikan pada mereka, mengapa mereka begitu setia dan melindungi mu bahkan kematian ditantang oleh mereka bisik dewa di telinga ria".
tapi ria tak menjawabnya hanya tersenyum.
."sedangkan Dani dan lusi yang mendengarnya walau dewa berbisik tetap diam dengan omongan di hati masing masing".
."sekarang aku jelaskan ke pada kalian berdua, dani dan lusy maksudnya.
aku akan melakukan perjalanan ke negara sebelah dan Dani akan ikut aku. dan lusy karena memaksa ikut kau harus mencari seseorang bisa menggantikan mu secepatnya dan bawalah dia padaku, apa ada pertanyaan... ??
."tidak ada nona kami akan mengikuti semuanya sesuai perintah".
."sayang apa yang akan kau lakukan di negara itu dan juga kotaku".
."saat ini aku hanya melakukan perjalanan utuk tujuanku kau tak perlu tau hubby. kumohon jangan memaksaku kali ini".
."ok ok aku tak memaksa... itu juga kotaku nanti aku juga akan tau sendiri".
."cukup sampai disini selesaikan urusan kalian selama seminggu kita bubar".
."lusy aku pulang. kau langsung saja ke kantor ingat kata kata ku".
."baik nona...
."sayang kau pulang bersamaku kuharap tidak ada penolakan...
akhirnya ria pulang bersama dewa. tapi kali ini bukan terpaksa. dengan senang hati ria pulang bersama dewa.
tapi dewa tidak membawanya pulang dia membawa ria berkeliling kota. ria sendiri tak menolak hanya bisa mengikuti dewa.
malam harinya dikamar ria dan dewa yang belum tidur. dewa mencoba bertanya tentang kultivasi yang dilakukan ria.
tapi ria masih belum memberikan jawaban yang tepat karena ria hanya mengatakan. belum saatnya dewa tau. karena ria masih belum tau mau di bawa kemana hubungan ini oleh dewa ya walau dewa sudah mengungkapkan perasaannya tapi ria masih belum menerima sepenuhnya dewa.
."hubby bagaimana dengan asisten mu itu apakah dia bisa di percaya".
."siapa apakah jhon. ya dia bisa di percaya walau aku tak tau apakah dia bersedia mati seperti lusy dan Dani ke pada ku".
aku menemukan jhon di jalanan dia mencari uang dengan cara melakukan pertarungan jalanan hinga suatu malam aku menemukannya sudah tergeletak di jalanan di penuhi darah. orang lain yang melihat berfikir mungkin akan mati karena kondisinya yang parah dengan luka di seluruh tubuhnya. tapi aku masih bisa melihat dari sinar matanya dia begitu memiliki keinginan hidup yang besar jadi aku menolongnya dan menjadikannya tangan kananku.
."hubby bolehkah aku bermain bersamanya beberapa hari sepertinya aku tertarik kepadanya".
."boleh saja asal jangan nyawanya, karena nyawanya sudah menjadi milikku.
__ADS_1
permainan seperti apa yang ingin dimainkan olehmu kepada jhon".
."hubby kau boleh ikut besok jika ingin mengetahuinya".
."lalu bagai mana cara menangkapnya dia bukan petarung biasa".
."ria tak menjawab tapi malah menelpon lusy.
"lusy bawalah anak anak malam ini bawa jhon ke rumah gubuk. jangan menyakitinya lakukan dengan bersih".
."segera di laksanakan nona".
kembali kepada dewa dan ria, aku sudah melakukan jadi tunggulah besok.
.em hubby bolehkah aku memelukmu malam ini. dengan rasa malu dan memberanikan diri
."tentu boleh kau boleh melakukan apapun pada ku selama kau suka sayang. apa sekarang dirimu sudah bisa menerimaku sepenuhnya sayang".
kriik.. kriik... krik...
apa..... dia sudah tertidur dengan mudahnya dasar wanita aneh. sambil membelai rambutnya yang halus.
."tidurlah sayang sepertinya kau lelah sebenarnya apa yang ingin kau kerjakan. seberapa banyak rahasia yang kau simpan. mengecup kening lama kemudian tidur.
esok paginya hanpone ria berdering..
ria segera meraihnya, ternyata lusy
."ada apa lusy. dengan suara serak khas bangun tidur. dewa juga terbangun dan mendengarkan percakapan lusy dan ria.
."perintah sudah di laksanakan sesuai keinginan nona dan jhon sudah ada di rumah gubuk.
apa yang perlu saya lakukan nona. silahkan beri perintah".
."bagus lusy kamu yang terbaik. jangan sentuh dia katakan kepada siapapun yang di sana. aku akan bermain dengannya kamu mengerti".
."mengerti nona sesuai perintah mu. dengan patuh lusy menjalankan perintahnya".
."apa lusy berhasil membawa jhon tampa melukainya. tanya dewa".
."bagai mana dirimu melatihnya sayang".
dengan nada penasaran
."hubby kamu akan tau jika bertanya pada orangnya jika aku yang memberi taunya kamu tidak akan mempercayainya".
."tapi sepertinya akan sulit lusy begitu bermusuhan denganku".
."cabang saja ketika bersamaku nanti...
............
selama kurang lebih dua jam dijalan ria dan dewa baru sampai di lokasi yang di sebut gubuk tua. sebenarnya ini merupakan tempat Dani melatih anak anak yang di bawa lusy untuk di jadikan pengikut ria.
."nona. ucap dani dan lusy kompak".
."ria hanya mengangguk. tunjuk kan aku jalannya..
ketika memasukinya memang seperti gubuk dan hanya ada satu kamar.
lanjut memasuki kamar ketika masuk kamar dani segera meniup lilin di meja dan hal selanjutnya yang terjadi lemari baju bergeser dan menunjuk kan tangga dengan lorong gelap.
tapi ketika menuruni tangga lorong yang awalnya gelap kini sudah terang dengan deretan lilin yang berjejer rapi memperlihatkan lorong yang panjang tampa batas.
tidak jauh berjalan Dani tiba tiba meniup salah satu lilin dan tempat ketika lilin mati tepat di bawah lilin pintu terbuka. ada ruangan sebesar kamar, di sana sudah ada jhon yang terikat dengan posisi berdiri.
."merasa kehadiran seseorang orang jhon berteriak.
siapa kalian hah apa yang kalian inginkan".
."tenanglah aku hanya ingin menanyakan tuan mu dan mengajakmu bergabung denganku".
."sampai mati pun kalian tidak akan mendapat kan apapun".
__ADS_1
."apa kamu yakin. lalu ria menggores jarinya di lengan jhon.
jhon berteriak.
."aaaaahkkkkk".
."apa yang kau lakukan dengan nafas kesakitan".
."apa kau tak mendengar ucapan ku tadi. sambil menggenggam lagi di lengan lainnya dan jhon berteriak lagi."
."sekali pun kau memotong tangan dan kakiku kau tak akan mendapatkan apa pun".
."apa kamu yakin mari kita coba".
."tapi sebelum melakukannya ria merasa merinding di punggungnya dan melihat ke arah dewa yang sudah memberi kode jangan menggunakan tangannya".
ria yang mengerti segera mengambil tongkat kayu dan memaksa jhon mengatakannya. tapi jhon tetap saja bungkam. hingga tiga menit kemudian ikatan dan penutup wajahnya di lepas wajahnya sudah pucat menandakan sudah terkena tekanan mentalnya. badi dewa mungkin itu hangat di gores biasa tapi bagi jhon itu seperti nyata. karena ria menyiksa jiwanya.
."bbbbboss....nona.... kalian semuanya ada apa ini. jhon".
."kau itu kenapa teriak teriak tidak jelas sedari tadi. dewa".
."bbbos maafkan aku sepertinya aku tak lagi bisa berada di samping mu tangan dan kakiku sudah tiada lebih baik aku mati. belum sadar dari tekanan mentalnya. jhon".
."apa kau buta jhon lihatlah kaki dan tanganmu masih utuh. dewa.
."Ria menatap lusy. lusy yang mengerti segera menyalurkan energi dalamnya segera benang tak kasat mata menancap di belakang kepala jhon".
."hahhh apa yang terjadi tadi aku merasa seperti di siksa dan di potong tangan dan kakiku tapi sekarang".
."jhon kau sudah gila".
."hubby itulah caraku melatih lusy. apa kau percaya".
lalu ria mendekatkan diri kepada jhon dan meletakan jari telunjuknya di tengah dahinya. ketika ria melepaskan jarinya jhon langsung berteriak. kesakitan ria sudah pucat dan kelelahan. langsung berdiri dan di tangkap oleh dewa.
."sayang apa yang terjadi...
apa semua baik baik saja..
. "hubby aku baik baik saja tolong bawa aku ke kamar sebelah".
"Dani kau mengerikan, katakan padanya jangan katakan apa pun setelah keluar dari sini kau mengerti".
."mengerti nona. jawab dani dengan hormat."
di kamar sebelah nya dewa yang memapah Ria sangat khawatir dengan ria wajahnya begitu pucat.
."sayang kau sungguh baik baik saja apa yang harus aku lakukan. jika sampai kau terluka akan ku bunuh jhon".
."hubby aku baik baik saja. kamu akan mengerti suatu hari nanti ku mohon sabarlah.
bisakah aku tidur di pelukanmu lagi. karena itu bisa membuatku lebih cepat pulih".
dewa tak melakukan apa lagi segera melakukan apa pun yang ria minta.
tepat sore hari ria terbangun dengan penuh energi. melihat dewa yang masih tidur ria berucap lirih "terimakasih hubby" mengecup bibir dewa tapi hal tak terduga terjadi ria tidak bisa melepaskan kecupannya karena ngan dewa menahan nya.
setelah sedikit lama. dewa melepaskan ria yang seperti kehabisan nafas.
.'sayang kau sudah mulai berani sekarang. mau kita lanjutkan".
dewa menggodanya
ria tak menjawab segera bangkit dan berlari ke kamar mandi.
setelah selesai semuanya ria dan dewa sudah di mobil akan kembali ke kota.
."hubby bolehkah jhon tetap berada di sini hingga waktu keberangkatan ku ke negara sebelah".
."tentu saja sayang. sebenarnya apa yang ingin dirimu lakukan kepada jhon".
."hubby aku ingin menjadikan jhon seperti lusy".
__ADS_1
."apa kau jahat sekali sayang aku atasannya mengapa dia menjadi lebih kuat dariku. aku kan malu..
."hahahahahaa wkwkwkwkw. ria hanya tertawa.....