
sedangkan di negara K di kamar Adrian, dia baru saja selesai berkultivasi.
" akhirnya selesai juga, sudah berapa lama ya aku berkultivasi, hmmmm tubuhku bau sekali dan di penuhi dengan cairan lengket berwarna hitam, sebaiknya aku segera mandi saja. "
" Adrian apa kamu sudah bangun cepatlah ini sudah hampir memasuki jam kuliahmu, dan juga segera bangunkan pula kakakmu mungkin dia juga kesiangan".
di luar di depan pintu kamar Adrian ibu dari Adrian.
" ya bu Adrian sudah bangun sebentar lagi Adrian ke luar, ternyata sudah pagi aku pikir ini baru satu atau dua jam saja" Adrian
setengah jam kemudian Adrian sudah selesai dengan ritual mandinya segera berdiri di depan cermin, ketika melihat dirinya di depan cermin Adrian terkejut berpikir ada orang lain di kamarnya tapi ketika melihat kembali di cermin ternyata itu dirinya
" ini ini gila ini terlalu tidak masuk akal aku hanya berlatih semalaman dan lihat, tubuhku begitu terbentuk otot-otot ku juga muncul menambah kesan seksi tinggi badanku juga bertambah dan ini yang membuatku terkejut mengapa wajah tampanku semakin tampan dan halus sungguh sempurna".
".kakak kau benar benar luar biasa aku tidak menyesal menjadi adikmu".
setelah lima belas menit Adrian kini sudah duduk di ruang makan menunggu ibunya. tak lama ibunya datang.
" maaf anda siapa mengapa Anda di sini aku rasa aku tidak menerima tamu" ibu Adrian tidak mengenali Adrian
" ibu ini aku Adrian anak ibu apa ibu tak mengenali Adrian. "
" Adrian dirimu benar benar Adrian anakku apa yang terjadi nak. " bingung
" ini aku sedikit merubah penampilanku kak ria yang memiliki ide"
" ria dimana dia di mana kakakmu kalian membuat ibu terkejut kalian terlalu cepat berubah sampai sampai ibu hampir tak mengenali kalian. "
" ibu jahat masak anak sendiri tak di kenali, oh ya kak ria sudah kembali semalam waktu ibu tidur jadi kak ria berpamitan pada Adrian semalam. "
" apa....., kakak mu sudah kembali, bagaimana bisa mengapa tidak menunggu atau membangunkan ibu".
sedikit sedih karena dia masih ingin menghabiskan waktunya bersama ria
" entah lah bu kakak sepertinya memang terburu buru, mungkin kakak akan berkunjung lagi"
__ADS_1
" ya mungkin, segeralah makan dan berangkatlah kuliah"
sudah sedikit merelakan kepergian ria yang tak berpamitan.
di negara J di kediaman ria, ria segera merogoh ponselnya menghubungi seseorang.
" rayakan perusahaan keluarga andreas di negara A serata mungkin beli semua saham para pemegang saham. buat mereka merasakan angka nol"
santai ria kepada orang di sebrang sana.
" hubby apa dirimu tidak ke perusahaan sekarang" tanya ria
" tidak aku ingin menemani mu saat ini" santai
" emmm baguslah pergilah bersamaku ke negara K untuk bertemu ibu karena kemarin aku pergi begitu saja pasti ibu akan sedih" mohon ria pada dewa
" tentu ayo"
antusias dewa.
" kami mengerti nona"
kompak lusy dan tua li tampa bantahan dan pertanyaan.
di negara k di rumah ria yang lama Adrian sudah siap untuk berangkat.
" nak mengapa tidak menggunakan mobil saja ini bukan di desa apa dirimu tidak masalah menggunakan motor"
sang ibu mencoba bertanya mengapa Adrian sangat tidak ingin mobil.
" untuk saat ini tidak bu rian ingin tetap apa adanya saja. mungkin suatu hari nanti jika rian ingin rian akan membicarakannya dengan kakak. "
" ya baiklah terserah dirimu saja " ibu
" Adrian berangkat ya bu sepertinya kakak akan datang lagi bu. "
__ADS_1
" iya hati hati, tau dari mana kamu"
" entahlah bu mungkin batin antara adik dan kakak" lalu melajukan motornya
setelah beberapa waktu bermotor kini Adrian sudah sampai di kampusnya semua mata melihat ke arahnya, tapi Adrian tak perduli seperti biasa. jika biasanya mata mereka tertuju kepada Adrian yang bermotor di kampus favorit yang mayoritas isinya anak orang kaya dan menaiki mobil semuanya hanya Adrian yang tak tau asal usulnya di Terima di kampus dan mengendarai motor itulah yang dulu jadi perhatian. tapi saat ini sosok pria tampan mengendarai motor apa dia lupa minum obat.
semua orang bingung siapa orang tersebut karena motor yang di gunakan sama dengan motor yang biasa Adrian gunakan bahkan sepatunya pun sama. apa dia kembaran Adrian berbagai macam pemikiran muncul
Adrian mulai membuka helm nya dan jaketnya. barulah wajah yang sedikit familiar terpampang di hadapan semua orang. semua orang yakin jika itu Adrian tapi kini sudah berubah, bahkan tidak sama seperti biasanya.
" hey anak karat, operasi plastik di mana bisa cepet gitu berubahnya. "
dio seorang anak dari keluarga di mantara.
Adrian hanya tersenyum lalu pergi begitu saja mengabaikan ucapan dio
dio yang di perlakukan seperti itu sedikit memanas tapi tak mengejarnya karena mata kuliah nya akan segera di mulai jika dia masih berurusan dengan Adrian bisa bisa tidak ikut kelas.
" awas kau nanti, dasar anak karat. "
di kelas Adrian yang duduk di paling depan menjadi sorotan mata teman temannya karena penampilan dan sosoknya yang tampan halus gores wajah yang menawan membuat kaum hawa terpana melihat sosoknya
" rian ini benar kamu kan.... bukan kembaran atau orang lain yang kebetulan sama" ucap teman di sebelahnya
" iya lah ini aku masak temen sendiri gak kenal" adrian biasa saja
" bukan begitu kamu tampak berubah sangat drastis dari sebelumnya jika bukan karena aku sudah lama bersamamu mungkin aku akan tidak percaya jika kamu itu Adrian yang aku kenal"
" hah sudah lah. aku tetap Adrian jadi tak perlu di permasalahkan. "
di dalam pesawat kakek davis masih dengan wajah marah penuh kedinginan tak melontarkan kata semenjak keluar dari rumah ria. " hubungi orang orang kita apa mereka sudah membereskannya. " lukman melihat ke arah han dong.
" baik tuan"
segera saja mengambil ponselnya dan menekan salah satu no yang ada di ponselnya.
__ADS_1