System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
55


__ADS_3

keesokan harinya dewa mulai kekantor kini dewa sudah duduk di dalam ruangannya di hadapannya ada jhon.


" jhon bagai mana kabar perusahaan selama kepergian ku selama sebulan ini. apa ada sesuatu yang sulit di tangani. " dewa


" bos selama sebulan ini tidak ada suatu hal yang besar atau pun sulit semuanya bisa ku atasi. tapi beberapa hari ini perusahaan dari negara A sering menghubungi ku mereka ingin mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita".


Jelas jhon kepada dewa


" hmm menarik siapa mereka apa kau mengetahuinya jhon." tanya dewa


" benar sekali bos aku mengetahuinya mereka dari keluarga andreas mereka memiliki perusahaan yang lumayan besar dari beberapa perusahaan lain" jelas jhon


" jangan terburu buru dulu kita lihat pergerakan mereka karena mereka dari luar kita kekurangan informasi untuk sementara kumpulkan informasi dari mereka baru memutuskan bekerja sama atau tidak" jelas dewa


" sesuai permintaan mu bos aku masih menyelidiki mereka secara mendalam".


Lalu jhon menyerahkan tumpukan laporan berkas selama sebulan yang menunggu dewa.


."dan ini pekerjaan mu hari ini bos aku sudah memilahnya yang bisa ku atasi sudah ku selesaikan bos dan ini yang menunggu putusan mu selamat bekerja bos aku pergi".


" jhon apa kau ingin mengurungku di kantor dengan berkas sebanyak ini, apa kau tak bisa mengurusnya"


tapi jhon sudah keluar.


."hah.... kurasa ini akan lama, sayang aku akan merindukanmu dalam beberapa jam ke depan".


Lalu dewa mulai bekerja.


di perusahaan Ria juga sama. lusy mendapatkan panggilan dari asistennya.


."nona apa aku mengganggumu".


asisten lusy


" tidak aku sedang longgar apa lisan membuat masalah di sana?.


tanya lusy


" tidak nona semuanya baik baik saja, lisan juga cakap dalam pekerjaannya hanya saja hari ini datang sebuah surat pengajuan kerjasama dari perusahaan asing dari negara A, mereka salah satu perusahaan tersebut besar nona perusahaan ini dari keluarga andreas. "


ucap sang asisten menjelaskan.


" hmm keluarga andreas ya, jangan Terima untuk sekarang katakan jika harus menunggu kembali saja"


ucap lusy tersenyum jahat.


" baik nona."


kemudian setelah basa basi panggilan di putuskan oleh lusy yang sedari tadi masih sibuk dengan laptopnya tak lama ada suara dari luar dan lusy tau siapa itu

__ADS_1


" lusy apa kau sibuk.... bisakah dirimu menemaniku jalan aku ingin jalan jalan sekarang." Ria


lusy segera meletakkan laptop nya dan berlari cepat dan segera membuka pintu.


."nona tidak aku tidak sibuk apa kita akan jalan sekarang atau bagai mana nona. "


" ya ayo aku ingin menggunakan motor hari ini dan aku ingin di bonceng mu"


pinta ria kepada lusy.


" baik nona sesuai dengan keinginanmu. tapi apa tidak sebaiknya nona mengenakan pakaian yang lebih tertutup, aku tak yakin jika orang di luar sana tidak bereaksi jika melihat nona. mungkin itu bisa menghambat jalan jalan nona. "


" ya kau benar juga lusy aku berganti pakaian dulu dan dirimu juga segeralah ke parkiran. aku akan segera menyusul"


berlalu pergi


" aku merasa ada yang aneh dengan nona saat ini. tapi apa ya aku tak bisa menebaknya" gumam lusy di hati


di hotel tempat davis menginap kini davis baru saja selesai makan davis berencana nanti malam akan mengunjungi lusy di kediamannya.


" apa yang harus aku lakukan nanti ketika bertemu dengan nona dari lusy, bertemu saja tidak pernah jangankan bertemu berbicara saja tak pernah, ini sungguh berat aku sudah mengumpulkan setiap kata kata yang baik tapi aku masih merasa takut, sepertinya kejeniusan otakku ini tak mempunyai berhadapan dengan nona dari lusy ini".


ya davis sudah memilih dan memilah kata kata yang tepat dan baik untuk nanti malam tapi hatinya masih tidak tenang takut takut dia melakukan kesalahan bahkan otak jeniusnya kini seperti tak memberikan jalan.


di jalan ria dan lusy mengendarai motor lusy melaju dengan pelan bukan karena apa ria yang memintanya, nona nya itu meminta mengemudi dengan pelan dia ingin melihat pedagang di pinggir jalan hingga ria meminta lusy berhenti di tepi jalan tepat di depan tukang mie.


" ya aku menginginkan mie yang itu"


tunjuk ria mengarah pada pedagang dengan gerobak sederhana tapi masih terlihat bersih dan tidak ada satu orangpun yang membelinya.


" baik lah nona aku akan ke sana untuk membelinya"


lusy akan segera melangkah.


" tunggu lusy aku ingin memakannya di tempat" pinta ria


" baiklah mari nona ku antar ke sana. " melangkah lah mereka berdua ke arah tukang mie itu


" selamat siang nona, apakah nona berdua ingin membeli mie" tawar sang pedagang


" ya aku ingin membelinya satu porsi dan aku ingin makan di sini. lusy apa dirimu mau temani aku makan atau melihatnya saja" suara ria yang cukup dingin jika lusy yang mendengarnya


lusy yang mengerti segera menjawab.


."aku juga 1 dan makan di sini".


Segera meraih ponselnya mengirim pesan kepada seseorang.


" baiklah nona karena kalian adalah pelanggan pertamaku aku akan siapkan mie spesial untuk kalian harap tunggu sebentar" ramah si penjual kepada ria dan lusy

__ADS_1


tak butuh waktu yang lama hanya sekitar 10 menit mie sudah siap dan di sajikan di meja.


."silahkan nona maaf menunggu lama"


" iya terimakasih"


singkat ria dan lusy,


kemudian mengaduk sedikit mie yang di mangkuk dan mulai menyuapi mie kedalam mulut mereka masing masing, saat suapan pertama keduanya terdiam sejenak kemudian saling melihat satu sama lain kembali melihat ke mangkuk mie itu dan mulai menyuapi kembali.


" ini sungguh enak mengapa tidak ada yang membeli dasar orang bodoh. "


gumam ria di hati.


setelah beberapa menit lusy dan ria selesai mangkuk mereka bersih tampa sisa,


." maaf aku pesan lagi satu tapi di bungkus apa bisa. " ria


" tentu saja nona tunggu sebentar nona"


tak lama setelahnya mie sudah di kemas sederhana.


" ini silahkan nona"


" terimakasih berapa semuanya tuan" lusy


" cukup 10 dollar saja nona" ucap sang penjual


" ini kembaliannya ambil saja" menyerahkan 100 dollar


" ini terlalu banyak nona aku tak bisa menerimanya"


ucap si penjual tak percaya dan ingin menolak.


" terimalah ini sebenarnya harga yang pas untuk mie seenak buatan mu. Terima aku tidak suka penolakan".


ucap ria menimpali sebelum lusy menjawab


" baiklah terimakasih banyak nona semoga nona selalu di berikan kesehatan"


" iya terimakasih"


melenggang pergi dari sana


"lusy tolong antar aku ke perusahaan dewa. setelahnya terserah dirimu ingin kembali atau kemana pun kau mau" ucap ria


" baik nona".


tampa membantah.

__ADS_1


__ADS_2