System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 42


__ADS_3

Di kafe tepat malam sebelum penyerangan lusy datang lagi membawa sebuah buku kepada davis dan memberikannya.


"lusy apa itu akan terjadi esok hari. apa dirimu tak bisa untuk tidak datang. pergilah jauh bersamaku. " bujuk davis yang tak pernah henti.


"tidak bisa davis sejauh apa pun aku pergi dan sedalam apapun aku menyelam nona ku pasti akan mengetahuinya karena jiwaku dan jiwanya sudah terikat . ini ambillah buku ini, aku harap kau membacanya dan setelah itu kau harus membakarnya tak boleh menyimpan ya jika tidak dirimu akan terkena kutukan apa kau mengerti davis, kumohon lakukanlah perkataan ku ini. "


" aku akan lakukan lusy aku berjanji pada mu buku ini akan musnah setelah aku membacanya."jelas davis


."baiklah aku harus pergi davis. kuharap masih ada waktu untukku bertemu kembali denganmu".


cup lalu lusy menaikan bibirnya di bibir davias, davis pun membalasnya dan mengangkat lusy dalam dekapannya membawanya ke sebuah meja lalu menidurkan di atasnya. Kini davis menindih lusy di atasnya dan tangannya mulai aktif bergerak ketika salah satu tangannya sudah menyentuh bagian sensitif milik lusy lusy melepaskan tautan bibirnya.


."davis jangan lakukan itu sekarang, aku bisa memberikannya kepadamu jika itu aku yang dulu tapi aku kini milik nona ku apa yang akan ku katakan padanya jika aku tak bisa menjaga diriku sendiri bagai mana aku pantas berdiri di sampingnya nanti".


ucap lusy yang sebenarnya sudah memanas nafsunya juga sudah memuncak.


"maafkan aku lusy aku sebenarnya juga tak mengerti dengan diriku aku tak bisa menguasai diriku ketika melakukannya maaf"

__ADS_1


bangkit lalu duduk di kursi dekat meja lain sambil menundukkan kepala menurunkan nafsu yang begitu menderu di dalam dirinya


"ya tak apa aku ke toilet dulu, tenangkan dirimu davis".


ucap lusy berlalu pergi menuju toilet. di dalam toilet lusy membersihkan miliknya yang sudah basah karena davis.


."ini benar benar gila hampir saja jika itu benar terjadi. tadi aku akan bunuh diri saja aku tak sanggup menghadapi nona, tapi mengapa juga hati dan tubuhku begitu senang jika di cumbu oleh davis sungguh lelaki polos yang agresif lain kali aku harus berhati hati."


melihat lusy yang kembali.


" davis aku baik baik saja tak perlu seperti itu aku juga tak keberatan sebenarnya."


jelas lusy lembut dengan semu malu di wajahnya dan jantungnya berdebar kencang.


" lusy pantaskah sudah aku menjadi kekasihmu sekarang, aku sudah berusaha menjadi seorang lelaki yang sebenarnya " ucap davis begitu mantap menatap lusy dengan dalam.


"jika aku yang dulu aku akan menerima saat ini juga davis karena aku sudah terperangkap dalam cintamu saat pandangan pertama. jika kau bersungguh sungguh pelajari buku itu dengan benar dan datang temui aku dan katakan pada nona ku jika kau menginginkan aku. jika nona ku mengizinkannya aku akan menerimamu tapi jika nona ku menolak bahkan jika aku harus membunuhmu aku akan lakukan. walau sakit di hatiku tapi aku hidup dan mati untuk nona ku.

__ADS_1


" pegang lah kata kataku lusy aku akan datang dan meyakinkan nona mu bahkan jika nona mu membentangkan jembatan kematian di hadapanku akan ku lalui demi mu lusy" menunjukkan kesungguhan yang dalam bahwa davis begitu mencintai lusy


" ya aku percaya padamu davis kali ini aku benar benar harus pergi untuk mempersiapkan esok, kuharap malaikat maut masih mau bernegosiasi denganku agar aku bisa kembali dan melihatmu"


" ya pergilah lusy aku mendoakan mu dan kembalilah lusy aku menunggumu"


ucap davis lalu mengecup kening lusy dengan lembut


lusy pun pergi dengan mobilnya setelah mengobrol pendek dengan davis lusy tersenyum dalam tangis, lusy tersenyum karena davis menyatakan perasaannya lusy juga sedih karena tak tau apa di bisa kembali besok nona nya juga belum kembali dan nafas dingin kematian semakin terasa pada dirinya.


" nona apa pun yang kau lakukan di sana lekas lah kembali aku merasa kali ini akan sulit walau aku dan tuan dewa menggabungkan kekuatan. kuharap dirimu baik baik saja nona jika sampai akhir peperangan dirimu tak kembali dan aku masih bernafas aku akan membunuh diriku saja nona kembali lah nona kembali lah. "


di kafe davis sedang membuka lembaran buku yang di berikan lusy tapi kosong dan hanya ada tulisan di lembar pertama.


" AKU BERSUMPAH ATAS NAMA DIRIKU BAHWA AKU PEMILIK BUKU INI ADALAH ORANG PERTAMA DAN TERAKHIR YANG MEMBACANYA DAN JIKA AKU MELANGGARNYA AKU AKAN TERKUTUK"


lalu sebuah kekuatan memasuki kepalanya dengan cepat membuatnya sakit kepala yang teramat sakit hingga menjatuhkan bukunya. beberapa detik berikutnya sakitnya hilang dan kini kepala davis begitu enteng dan bisa menyerap semua pengetahuan yang ada.

__ADS_1


__ADS_2