System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
63


__ADS_3

" aaahhkkk sakit mengapa tubuhnya sangat keras. dia bukan seperti manusia. " dio


suara suara pilu penuh kesakitan terdengar tapi Adrian bersikap biasa saja kemudian mendekat ke arah dio dan berjongkok.


" dengarkan aku baik baik, kalian juga semua aku diam bukan karena aku takut atau lemah hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk mengurus kalian. kuharap ini yang terakhir jika kalian masih melakukan lagi bahkan jika itu orang lain maka aku akan membuat kalian atau bahkan keluarga kalian menanggungnya".


lalu meraih tangan dio yang tulangnya patah kemudian menekannya sedikit "kreeeek...." terdengar suara halus. ya Adrian memulihkan tangan dio dan mengalirkan energi dalamnya


" ahkkk.... apa yang kau lakukan. "


dio yang merasa kesakitan terkejut tidak sadar jika tangannya sudah sembuh.


" kuharap ingatlah kata kataku barusan mengerti. " pergi berlalu


ketika Adrian sudah pergi dip segera pulih dari diamnya kemudian melihat kearah teman temannya yang kesakitan segera ingin melakukan panggilan ambulans tapi ketika sadar dia membatalkannya melihat kearah tangan yang sebelumnya patah kini sudah pulih.


."ini tidak mungkin aku tadi jelas tanganku patah tapi setelah di tekan oleh Adrian ini sembuh, siapa Adrian ini, aku merasa telah melakukan kesalahan. "


segera menekan no darurat.


Adrian tentu saja terus berjalan tak memperdulikannya, tapi ketika tepat di belokan menjual parkir Adrian di tabrak oleh seseorang dari arah depan.


duuuuuuuukkkkkk......


"ahhhhh..... " suara seorang wanita yang lembut sekali.


" maaf... maaf... apa kamu baik baik saja mari ku bantu. "


berjongkok ala memasang tali sepatu kemudian mengulurkan tangan.


si wanita itu masih di sibukkan dengan kesakitan nya hingga melihat tangan yang terulur. segera saja melihat ke arah pemilik tangan itu. ketika sudah bertatapan wanita itu langsung terpaku melihat ketampanan di depannya. jika hanya tampan dia sudah biasa tapi ini berkharisma membuat daya tarik yang berbeda.


Adrian sendiri ketika bertatapan tidak terkejut hanya mengagumi kecantikan di depannya. dan masih sadar.


" maaf apa kamu baik baik saja. "


barulah sadar ketika itu terucap yang kedua kalinya.


."ah ya ya aku baik baik saja".

__ADS_1


meraih tangan Adrian dan mulai bangkit dari terjatuh nya.


."maaf aku tidak sengaja aku terburu buru tadi. "


" itu tidak masalah aku juga baik baik saja. " ramah adrian


" oh baiklah, apa kau salah satu mahasiswa di sini. bisa bantu aku menemukan ruang rektor. "


" ya aku mahasiswa di sini, oh ruang rektor ya tentu bisa, bolehkah aku tau apa dirimu salah satu mahasiswi di sini. " ucap Adrian


" bukan lebih tepatnya aku dosen baru di kampus ini. "


" oh maafkan aku atas ketidak sopanan ku dosen. " bersikap lebih hormat


" tak perlu seperti itu bersikaplah seperti tadi saja, aku merasa kita tak beda jauh. "


" ah itu aku merasa tidak sopan jika bersikap seperti tadi" Adrian


" ayolah bersikap biasa saja jika kita sedang berdua bagaimana. " bujuk wanita itu


" itu baiklah, ayo biar ku antar ke ruangan rektor agar tidak tersesat aku rasa untuk orang pertama kali sepertimu akan cukup repot menemukannya. "


" tentu, terimakasih dan maaf telah merepotkan mu. "


lalu keduanya berjalan beriringan bak seorang ke kasih. semua mata tertuju kepada mereka berdua setiap kali melewati lorong lorong kampus, tapi keduanya seakan hidup berdua saja. tak menghiraukan orang di sekitar.


dalam perjalanan ke rumah sang ibu kini ria yang baru saja turun dari pesawat sedang tertidur di pangkuan dewa. dewa juga tak merasa keberatan atau kerepotan tapi senang karena masih di butuhkan oleh istrinya yang sudah terlalu Up untuk ukuran dunia ini.


di tidurnya ria di dalam mimpinya merasakan ada sesuatu yang jauh dia hanya seorang diri dan perasaan yang jauh.


hingga merana selalu mengatakan.


."hubby, hubby".


Dengan suara pelan. "


dewa sebenarnya mendengar kerancuan ria, dewa juga ingin membangunkannya tapi ketika ingin membangunkannya, dewa melihat ria terbangun tapi matanya menitikkan air mata.


" sayang ada apa katakanlah apa ada yang salah. " dewa

__ADS_1


" entahlah hubby aku bermimpi tak jelas aku tak mengerti. aku menangis juga bukan karena ingin tapi entah mengapa aku begitu sedih. apa malaikat kecil menginginkan sesuatu yang tidak aku ketahui ya. "


" hanya mimpi dan juga tidak jelas lebih baik jangan di pikirkan, coba katakan pada dady apa yang malaikat kecil inginkan " canda dewa mengelus perut ria. "


" hubby aku merasa lebih nyaman bisakah terus lakukan itu sampai kita sampai. " menyukai perlakuan dewa yang mengelus perutnya


" tentu sayang, akan ku lakukan, kembalilah tidur jika ingin biarkan aku membangunkan mu ketika sampai di rumah ibu nanti".


tawar dewa


" emmmm,... "


angguk ria pelan kemudian memejamkan matanya dengan penuh senyuman.


di penerbangan dalam pesawat lukman kembali lagi mendapatkan panggilan di ponselnya. dari sekretarisnya yang mendesak nya untuk segera kembali karena perusahaan sudah tak terkendali pihak bank memaksa meminta pembayaran, par karyawan banyak yang mengajukan pemunduran diri, pihak pihak yang melakukan kerjasama terus berdatangan untuk memutus kerjasama, para wartawan memenuhi bagian depan perusahaan meminta keterangan kebenaran tentang video yang beredar yang menampilkan sebuah adegan pemaksaan pada perusaan lain untuk kerja sama.


" apa sudah separah itu apa kau tak bisa mengatasinya hah kau sudah lama bersamaku kau tau cara mainnya dan mengapa sekarang kau tak bisa mengatasinya hingga aku datang. "


marah kakek davis sudah mencapai ubun-ubun.


" berikan aku pilihan mati makan aku kan memilih mati dari pada seperti ini. aku dan tuan haris sudah di ambang frustasi. jika tuan memang bisa mengatasi ini aku bersumpah akan menjadi peliharaan tampa gaji selama 10 tahun bahkan seumur hidup. "


sudah tak berdaya


" apa yang coba kau katakan apa kau menantang ku orang sialan. "


" tidak tuan silahkan jika anda mampu aku akan segera bersujud pada mu. cobalah hubungi semua pihak yang berhubungan dengan perusahaan mereka semua mengatakan hal yang sama, perusahaan yang sudah mati jangan di ajak kerja sama maka akan ikut mati, tua itu yang mereka katakan. "


" dasaaaaaaar apa yang terjadi sebenarnya mengapa begitu kacau. "


marah sangat marah


" tu... tuuu... tu.... tuan apa. "


" diam jangan katakan apa pun han dong suasananya tak nyaman aku bisa membunuhmu di sini jika terjadi kesalahan. " dingin lukman kakek davis


" sudah ku katakan kek mereka bisa melakukan apapun kuharap ini masih belum terlambat. "


bujuk davis.

__ADS_1


" tuan muda ini sangat berani mengatakan hal seperti ini terhadap tuan besar. "


suara hati dan pikiran han dong.


__ADS_2