
" jadi bagai mana tuan. saran ku saja lebih baik biarkan saja lalu dirikan kembali yang baru dari awal tata dan aturlah serapi dan sebaik mungkin. "
ria mencoba memberi saran
" sebenarnya itu baik nona tapi modal ku tak ada seluruhnya sudah ku pertaruhkan untuk mempertahankan perusahaan itu. "
keluh dari kakek davis memang benar dia memeras semuanya untuk perusahaan hanya menunggu waktu untuk pindah ke kolong jembatan
" lusy berikan kartu itu padanya."
kemudian lusy pun menyerahkan secara sopan.
" pakailah kartu itu untuk membangun perusahaan mu yang baru jika sudah selesai kembalikan kartu itu pada ku. apa dirimu bisa melakukannya tuan. "
" ah nona bukan aku menolak tapi aku merasa tak pantas bagaimana orang yang sudah begitu buruk sepertiku menerima kebaikan tampa pamrih seperti ini. "
rendahnya kepada ria
" tak perlu seperti itu kita keluarga karena cucumu itu ingin menikahi gadis dari keluargaku namanya lusy dan ini lah orangnya. " jelas ria
" ah itu aku tidak mengetahui nya nona maaf aku merestuinya. aku merestui hubungan kalian jadi silahkan saja. "
" jadi kuharap kalian segera menikah lusy ikutlah bersama davis pulang pergilah temui orang tuanya mintalah restu kepada orang tuanya. davis ku serahkan lusy kepadamu jaga dia karena di keluargaku jika dia sampai menangis dan aku melihatnya jangankan keluargamu yang hidup keluargamu yang sudah meninggal pun akan menerimanya
" baik nona mereka secara bersamaan. "
lalu ria beralih kembali pada kakek davis.
." tuan ku harap dirimu bisa menerima lusy. "
" aku menerimanya nona tak perlu khawatir mulai hari ini dia sudah menjadi cucuku. "
" baguslah jika seperti itu. oh ya aku harus pergi menemui suamiku kalian bisa berbincang di sini. lusy perlakukan tamu dengan baik. "
__ADS_1
lalu ria menghilang di tempat.
" baik nona. "
sedangkan davis dan kakeknya terkejut walau davis sudah lama tinggal di rumah itu tapi baru kali ini melihatnya apa lagi kakek davis dia seperti terpaku tak bergerak berbicara
di negara K di rumah alina saat itu masih malam hari Adrian di buat tak tidur oleh alina, karena alina membuat gerakan gerakan yang membuat jiwa kelakuannya bangkit bahkan sudah entah berapa kali miliknya dan milik alina bertemu terkadang alina juga memegang membuat Adrian benar benar frustasi. hingga tepat tengah malam alina melepaskan Adrian.
Adrian yang mendapat kesempatan langsung bangkit kemudian menuju kamar mandi karena dirinya memang sudah tak tahan bisikan bisikan itu terus mengganggunya untuk melakukan itu.
di dalam kamar mandi Adrian segera melakukan ritual penyelesainnya sendiri, yang pertama, lalu ke dua, kemudian, ke tiga, barulah dia merasa selesai dan mulai merendam dirinya.
alina sendiri yang sudah bangun sejak sejam yang lalu memang sengaja melakukan gerakan gerakan aneh dan posisi posisi menggoda terkadang seperti mendesah, tangannya juga sengaja memegang milik Adrian. karena kasian melihat ketahanan Adrian menjaga kehormatan darinya alina pun melepaskan Adrian.
" dia laki laki yang sempurna dan baik bahkan aku sudah memberinya jalan dia masih menahannya aku benar benar beruntung. "
tak lama Adrian keluar dengan hanya mengenakan handuk dari pinggang hingga lutut membuat bagian atasnya terbuka.
alina ternganga melihatnya lelaki yang begitu gagah dengan tubuh sempurna, ketampanan yang luar biasa, dan rambut basah yang berantakan masih meneteskan air. itu benar benar keindahan yang baru pertama kali alina lihat
" ti.. ti.... ti... dak pakai saja lalu apakah dirimu tidak ingin meminjam pemiliknya untuk menghangatkan mu. aku yakin dirimu kedinginan karena baru selesai mandi. "
alina gelagapan menjawab Adrian kemudian menggodanya lagi
" alina berhentilah seharian dan hampir semalaman aku tersiksa hingga aku harus ke kamar mandi dan dirimu memulainya lagi bagaimana jika aku benar benar melakukannya. "
" maka lakukanlah aku tak keberatan atau perlu aku yang melakukannya dulu agar dirimu bisa melakukannya. "
" stop alina jangan gila aku benar benar tak mau melakukan nya sekarang ok. "
" ya aku gila karena mu adrian. baik baik maafkan aku, aku hanya mencoba meringankan mu dengan kemudahan tapi jika memang tak ingin ya sudah aku takkan memaksamu. "
jelas alina yang begitu bangga melihat ketangguhan Adrian.
__ADS_1
" alina aku pulang setelah ini, ibuku mungkin akan mengkhawatirkan ku. "
" ya aku mengerti terimakasih sudah menemaniku dan menjagaku" alina
setelah beberapa waktu Adrian pun pulang dari rumah alina. tak lama kemudian ada seseorang yang muncul dari kegelapan
" oh sang rubah putih sudah memiliki kekasih rupanya seorang jendral pasukan khusus yang keluar dari kesatuan tanpa alasan yang tepat. " seorang lelaki muda
" hmm beruang ternyata kau sudah menggantikan ku bukan menjadi jendral lalu apa lagi sekarang. "
" ya aku memang menggantikan mu tapi pasukan merah mu itu sulit di kendalikan dan selalu membantah ku di kesatuan hingga membuatku sulit dan dipermalukan. "
" itu urusanmu beruang karena kau jendral nya maka lakukanlah sesukamu aku sudah tak ada hubungan apa pun. "
" oh benarkah kau tau kedatangan ku ke sini karena perintah dari atasan untuk mengeksekusi mu di takutkan kau akan membocorkan rahasia kesatuan. "
" benarkah apa kau mampu melakukannya seingat ku, aku lebih cepat sepuluh langkah dari mu dan kau belum melampauinya hingga aku keluar dari kesatuan. lalu keberanian macam apa yang kau miliki datang padaku. "
" perempuan sialan kata katamu masih sama saja aku akui memang aku takkan mampu tapi apa kau mampu menghindari titik merah di dada mu itu atau di dahi mu atau di paha mu kita lihat lebih cepat mana. "
alina pun melihat benar saja tiga titik yang di katakan beruang itu ada ternyata pembicaraan ini adalah pengalihan agar alina tetap di tempat hingga titik itu tepat mengenainya alina berfikir secepat apa pun bergerak alina yakin masih lebih cepat peluru.
alina tersenyum.
" oh datang dengan persiapan rupanya kau pikir aku takut hah. "
suara petikan jari di barengi dengan suara peluru menembus daging.
cetak...... crasssss......
" ahk... beruang kau berani hah" kini paha kiri dari alina terluka dan tertembus peluru
" apa yang aku takutkan berhadapan dengan wanita lemah sepertimu. " sombong
__ADS_1
lalu beruang memetik kan jarinya kembali. dan kembali lagi suara daging yang di tembus peluru. kini bahu kanan alina yang tertembus peluru alina berusaha bangkit akibat terpental.