System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
52


__ADS_3

di pulau terpencil kini Ria dan dewa sudah bersiap untuk meninggalkan pulau. ini sudah sebulan yang dia ucapkan ke pada lusy.


" ayo lah hubby kau bisa kembali melakukannya di rumah hentikan. kau sungguh menyiksaku yang sedang hamil".


Ria yang mencoba menghentikan dewa yang sedari tadi sudah menindih ria melakukan itu ria sudah menghitung sudah lebih dari 5 kali dewa melakukan itu dari semalam.


" maaf sayang itu semua karena dirimu begitu candu membuatku tak bisa menahan apa lagi sedang hamil sungguh kecantikan mu berlipat kali, walau aku sudah berjanji tapi ini sungguh berat"


mengaku dewa


" hubby sepertinya dirimu harus melakukan kultivasi khusus saat di rumah nanti, bukan aku yang tak mampu tapi aku takut terjadi sesuatu dengan kehamilanku ini hubby"


" emm ya sepertinya itu harus. apa dirimu memilikinya sayang. "


" tentu saja hubby aku memilikinya. "


kemudian Ria menyalurkan ingatan tentang kultivasi. setelah 30 menit barulah selesai.


."hubby pelajarilah dulu aku ingin membersihkan diri setelah itu dirimu yang membersihkan diri kemudian kita kembali" jelas Ria.


setelah dewa menyetujuinya segera ria pergi dari altar menuju kolam untuk membersihkan dirinya dari keringat.


dewa sendiri mulai berkultivasi. keringat mulai membasahi dirinya, nafsu yang begitu buas terus menyerang dirinya menempa tubuh dewa agar mampu mengendalikannya di depan ria. bayang bayang Ria bermain dengannya dan dirinya yang mempermainkan ria terus. terbayang membuatnya semakin menegang dan tenggelam dalam ilusi dari kultivasinya. dan kurang lebih satu jam dewa kembali ke kesadarannya mulai membuka mata dan melihat ria sudah ada di depannya bersikap kultivasi juga.


" walau masih belum sempurna tapi aku sudah bisa mengendalikan diriku ketika melihat ria, sungguh keindahan yang tak terbantahkan aku yang susah terbiasa dingin terhadap wanita masih harus di buatnya gila. apa lagi miliknya yang selalu rapat tidak pernah longgar. sungguh di dunia ini tak mungkin"


gumam dewa.


" hubby apa sudah selesai jika sudah pegang lah tanganku. ayo kembali dan bersihkan dirimu di rumah saja"


ucap ria yang masih menutup mata, dewa melakukan nya tanpa membantah kemudian memejamkan matanya juga.


hingga menit berikutnya sebuah pusaran keluar dari dalam kamar ria yang berada di kediamannya kemudian keluar du sosok pria dan wanita yang begitu cantik dengan setelan khas keluarga kerajaan. mereka tepat berada di atas tempat tidur dalam posisi yang sama saat mereka kembali.


ria yang sudah membuka matanya melihat sekitar memastikan apa benar ini sudah sampai dan setelah memastikannya ria segera membangunkan dewa.


" hubby bangun dan bersihkan dirimu biar aku menemui lusy dan memintanya menghubungi jhon untuk membawakan mu pakaian ganti".


ucap ria yang sudah menyebarkan persepsinya di seluruh rumah dan hanya merasakan keberadaan lusy. dan beberapa orang yang ada di dalam rumah tapi ria tak mengenal aura nya.


" baiklah sayang aku mandi saja apa tak sebaiknya mandi bersama saja."

__ADS_1


ria tak menjawab segera menuju ke lemari mengganti pakaian. jadi dewa pun segera masuk ke dalam kamar mandi.


Ria Tersenyum.


."jika aku ikut mandi maka itu akan lama karena dirimu hubby, kau masih terlalu buas" ucap ria di pikirannya.


ria segera keluar dari kamar dan sudah di tunggu oleh dua orang yaitu Tua Li dan Lusy


mereka merasakan keberadaan seseorang di kamar nona nya dan tak ada seorang pun yang berani memasukinya kecuali Ria sendiri yang menyuruh atau memanggilnya jadi sudah di pastikan oleh mereka berdua jika itu nona nya.


" nona" " nona besar " ucap tua Li


" iya apa kalian sudah tau jika aku datang mengapa kalian sudah di sini."


ucap ria yang sebenarnya sudah tau.


" Iya nona kami merasakannya dan tak pernah ada seorangpun yang memasuki kamarmu selain dirimu"


lusy


" oh seperti rupanya, lusy jelaskan semua orang orang mu panggil Dani kesini. dan hubungi jhon bawakan pakaian dewa kesini secepatnya apa bisa. aku menunggu di ruang tengah. "


" baik nona sesuai perintah mu"


" nona kurasa nona besar bukan lah sesuatu yang mudah. "


ucap tua Li yang tak menyangka jika ria bisa menghilang di jaman yang sudah penuh dengan teknologi.


" ya kau sudah tau kuharap dirimu tau cara membawa dirimu di hadapan nona"


ucap lusy lembut tapi dingin terasa.


" itu baik lah nona aku akan sebaik mungkin membawa diriku ini."


ucap tua Li yang sudah merinding.


selang beberapa waktu jhon sudah datang dan terkejut dengan keberadaan ria segera menunduk dan ingin berlutut tapi jhon langsung terpental dengan ayunan rungan jari ria.


" nona anda kem.... ahk..... "


" jangan rendahkan dirimu di hadapan siapapun termasuk diriku jika hanya menunduk mungkin aku akan memaklumi nya karena kau menghormati ku. apa kau mengerti jhon. "

__ADS_1


jhon yang mendengar segera bangkit dan mengangguk,


."mengerti nona aku mengerti. "


"segeralah ke kamar dan berikan kepada dewa mungkin dia sudah menunggu"


" baik nona"


segera jhon melangkah pergi.


lusy dan tua Li hanya diam saja melihatnya tampa ada pembicaraan apa apa.


" duduk lah lusy dan.... "


tua Li yang menyadarinya segera


" nama ku Li nona besar orang memanggilku tua Li, nona bis memanggilku apa saja aku mengikuti nona lusy"


" baik lah tua Li kau juga duduk. terimakasih sudah mau menjadi keluargaku."


" itu nona besar sebenarnya aku yang harus berterimakasih karena sudah di izinkan bergabung dengan keluarga ini."


" emmm ya aku harap dirimu bisa bekerja sama karena kurasa lusy sudah memberikan sesuatu yang hanya di miliki oleh keluargaku jadi kuharap dirimu bisa menjaganya dan jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat keluargaku berantakan".


ucap ria yang tenang menunjukkan kewibawaan yang tinggi.


" iya baik lah nona sesuai perintah mu aku akan selalu berada di pihak keluarga ini dalam pikiran bahkan dalam memimpin aku tak ingin berkhianat."


" bagus kuharap kau bisa melakukanya tidak ada penyesalan setelah dirimu menyelam di keluarga ini. semakin dalam semakin banyak resiko yang di hadapi jadi pikirkan sebelum menyelami keluargaku.


" baik nona aku mengerti"


ucap tau Li yang sudah dingin di punggungnya.


"lusy jelaskan tetang semua orang mu aku ingin mendengarnya"


singkat ria


" baik nona orang pertama yang ku miliki saat kepergian mu dia bernama lisan, aku mendapatkan dari balapan mobil secara adil dalam taruhan yang ke dua tua Li dia di sini, aku mendapatkannya dari arena pertarungan dan aku bertarung secara adil nona. "


" hmmm dimana lisan aku tak melihatnya. apa dia sedang pergi mengerjakan sesuatu" tanya ria.

__ADS_1


" lisan sudah aku tugaskan untuk membantu mengurus perusahaan nona jadi dia sedang berada di negara k, aku sudah menghubunginya agar segera datang nona. jelas lusy yang singkat dan jelas.


__ADS_2