System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 29


__ADS_3

kini lusy bersama jhon sedang menuju pucak B.


."lusy apa kau yakin puncak B merupakan jalur menengah dan sudah banyak membunuh orang dan dirimu baru pertama kali bagai mana kamu akan melakukannya".


."entah lah kita lihat saja nanti, aku tak perduli".


singkat lusy


memang puncak b merupakan jalur balapan liar tingkat menengah yang berbahaya. sudah banyak para pembalap yang celaka di jalur ini bahkan tak sedikit yang meregang nyawa.


kini jhon dan lusy sudah tiba di tempat balapan sudah di penuhi dengan orang. mobil berbagai jenis berjejer rapi di tepi jalan.


semenjak kedatangan lusy sudah heboh dan cibiran karena mobil yang dinaiki lusy saat ini merupakan jenis mobil yang hanya ada lima di dunia. bahkan ada yang mempertanyakan apakah dia akan mengikuti balapan atau tidak.


."hey nona kukira kau akan takut dan takkan datang. ucap lei jun yang menghampiri lusy.


."tak perlu basa basi ayo langsung balapan dan jangan lupa taruhan mu berikan padanya".


menunjuk ke arah jhon.


."oh terburu buru sekali masih ada yang balapan di jalur".


boooomm suara ledakan dari arah bawah puncak


."oh sepertinya ada yang mati apa nona ini masih mau lanjut".


."cepatlah aku kesini bukan untuk bicara tapi balapan jika kau datang untuk bicara pergilah".


."uh nona kata katamu begitu pedas mari lakukan jangan menyesal".


kini mobil lusy dan lei jun sudah di garis start di depan mobil mereka berdua berdiri seorang wanita mengibarkan bendera


."one...... two..... three.....


mobil lei jun sudah melesat cepat tapi ria hanya berjalan santai mengemudi dengan tangan kiri lalu yang kanan menempel di pintu menyanggah kepalanya.


."dasar pemula tak tau mengukur kemampuan diri sendiri". ucap lei jun menghina.


jhon pun menganga tak percaya dengan apa yang di lakukan lusy.


."mengapa dia mengemudi seperti itu?.


tapi yang mereka tak tau.


."dasar bocah mengemudi baru belajar sudah sok jago".ucap lusy meremehkan.


ketika garis finis sudah berjarak 150 meter lusy mulai melajukan gasnya kaki dan tangannya begitu terampil hingga jarak tersisa 1/2 meter lusy menyalip mobil lei jun.

__ADS_1


lei jun dan semua orang di sana di buat menganga apa yang terjadi sebenarnya ini semua tidak mungkin bagai mana bisa semua orang memikirkan itu semuanya terlalu cepat.


lusy keluar dari mobil, barulah semuanya bersorak tapi lusy terus berjalan menuju jhon yang masih kaget lalu berkata.


."jhon apa disini bocah semua apa tidak ada yang pro ".


lei jun menghampiri lusy lalu berkata


"selamat "


dan pergi


lalu datang seorang lelaki sombong menghampiri lusy.


."nona apakah kau masih tertarik balapan lagi?. "


."tergantung taruhannya jika itu menarik aku mau.


."aku bertaruh seluruh mobil di dalam garasi ku untukmu bagai mana?.


."aku tak membutuhkan mobil aku bisa membelinya".


."bagai mana jika bertaruh seluruh aset kekayaanmu dan aku juga".


."apa kau serius?.


."apa aku terlihat main main. jhon buatlah hitam di atas putih lalu rekam jika berkhianat habisi saja". ucap lusy terang.


."aku menerimanya kuharap jangan menyesal dan jangan pernah berdusta".


."hey itu untukmu tidak untukku".


."jhon lakukan pastikan semuanya nya benar".


semuanya sudah dilakukan dan keduanya sudah meminta seseorang mengirimkan dokumen aset mereka masing masing.


cukup lama menunggu orang dari lelaki sombong tiba di susul oleh orang milik lusy datang lalu melakukan banding dan ternyata lebih besar aset lusy 30 persen.


."bagai mana. apa lagi yang bisa kau taruhkan agar ini berimbang". Lusy


."iitu jika aku kalah aku akan menjadi an....ng setia mu".


."setuju". Lakukan itu.


."jhon catat dalam Perjanjian kirim ke pusat lalu cetak dan kirim secepatnya kesini".


saat ini lusy dan lelaki sombong itu sudah di garis start

__ADS_1


One..... Two....... Three


kini kedua mobil melaju dan mobil lusy di belakang mobil lelaki itu lusy terus memepet lelaki itu tak pernah jauh dan tak ada gerakan menyalip, hingga lelaki yang ada di dalam mobil mulai panik keringat deras mengucur di tubuhnya.


."apa sebenarnya yang ingin di lakukan wanita ini".


mobilnya kini mulai tak terkendali karena kepanikannya. hingga tercipta sebuah celah yang menguntungkan lusy. dan celah itu langsung saja lusy ambil dengan kecepatan penuh tampa menurunkan nya. lusy meninggalkan lelaki itu kini jarak mereka terpaut dua mobil dan garis finis sudah di depan tapi laki laki itu bingung mengapa tak bisa mengejarnya.


akhirnya lusy memenangkan balapan itu, semua orang masih bingung


lusy keluar dari mobilnya dan menyenderkan tubuhnya di mobil. lalu laki laki itu menghampiri lusy dengan menunduk.


."nona".


."bagai mana apakah kau mau mengingkari kata katamu".


."aku lisan laki laki sejati mulai sekarang akan menjadi an.... ng setia mu nona".


."bagus aku suka itu. apa kau tau keputusan mu itu bisa membunuhmu nanti jika dirimu berkhianat".


."aku tidak akan berkhianat nona".


."baik sudah di putuskan jika seperti itu. tugasmu sekarang yang pertama adalah mencarikan ku lawan yang pro dan bisa bertaruh mengerti. jika ada segera hubungi aku. ambil mobil ini sekarang dirimu yang akan mengemudinya dan aku yang akan menjadi pawangnya mengerti.


."mengerti nona.tapi apa ini tak membuatmu khawatir dengan memberikan mobil ini padaku".


."itu tak masalah bagi ku, aku hanya perlu menghilangkan mu dari kehidupan ini cobalah jika kau penasaran lisan. dan satu hal rumahmu bukan yang dulu lagi kau akan tinggal bersama yang lainnya".


."yang lainnya maksud nona aku bukan orang pertama".


."kau orang pertama bagiku. tunjukkan kerjamu aku akan memberikan mu sesuatu nanti".


."baik lah nona mari ku antar dirimu kembali nona".


."ok aku suka orang yang peka jhon bawalah mobil itu untuk koleksimu".


menunjuk mobil lisan.


perjalanan memakan waktu cukup lama dari puncak kekediaman lisan tak berani berbicara pikirannya terus berputar putar tentang lusy. lusy sendiri hanya tersenyum aku mendapatkan bawahan yang bagus hari ini akan ku ubah dirimu menjadi mesin yang hebat canggih dan profesional.


di kediaman.


. ini kediaman utama dan untuk para penjaga berada di rumah belakang. untuk dirimu kau tinggal di kediaman ini pilihlah kamar yang kau suka tapi jangan kamar yang itu. dan lakukanlah apa pun di rumah ini kau bebas tapi jangan kejahatan. karena nona ku hanya memberi kebebasan bukan kejahatan begitu pula diriku kau mengerti lisan.


."jadi nona memiliki nona besar....


."iya aku memilikinya, sudah tak perlu bahas itu yang perlu kau tulis dalam hati dan kepalamu adalah kata kataku yang tadi".

__ADS_1


...****************...


Ria yang mengikuti aura yang di sarankan oleh sistem telah jauh memasuki kawasan pulau. dari persepsi nya tidak menemukan hewan buas. terus berjalan entah sudah berapa lama hingga berakhir di sebuah pohon besar sangat besar, " auranya bersumber dari sini ria berkeliling mengelilingi pohon hingga ria menemukan sebuah selah seukuran satu orang jadi ria langsung saja memasuki celah itu benar saja ternyata ada ruangan di dalamnya, tak ada yang aneh dengan ruangan ini hanya ada kolam kecil di ujung kemudian ada altar di tengah tepat di tengah tengah altar ada seperti orang sedang duduk berkultivasi tapi tak memiliki aura kehidupan.


__ADS_2