
pria ke dua yang maju kini mulai melakukan tendangan yang mengarah kepala milik lusy. tapi lusy tak menunjukkan fluktusi atau gerakan apa pun lusy hanya tersenyum
."dasar orang bodoh mataku lebih cepat dari tendangan mu, mari akan ku tunjukkan kecepatan itu" ucap lusy di hati.
"gadis bodoh dia tidak melakukan langkah menghindar mungkin aku yang terlalu bersemangat hingga tak mengatur kecepatan ku" ucap pria kedua di hatinya.
ketika tendangan itu tiba lusy hanya menangkis nya dengan satu tangan tepat di samping kepalanya, dan tampa ada yang menyadari salah satu tangan lusy bergerak begitu cepat memukul bagian tengah lawan tepat mengenai kedua telur junior dari sang pria.
."kkkraaacck.... suara pecah....
dan detik berikutnya pria itu jatuh tak bersuara apa pun dia langsung terkapar kejang kejang, semua orang terkejut. sebenarnya apa yang terjadi mereka hanya melihat lusy menangkis tendangan pria itu
dan tak melihat lusy melakukan serangan balasan.
semua orang riuh berdiskusi tentang pada yang sebenarnya yang terjadi bahkan sang juara pertama seng dewa petarung hanya terdiam karena tak melihat gerakan aneh apa pun yang di lakukan lusy dia hanya melihat sekelebatan bayangan. dan itu sangat cepat
di sisi lain para medis memeriksanya dan tercengang yang melihat bagian bawah pria itu berdarah hingga karena penasaran petugas medis itu membuka sedikit dan melihatnya, dia langsung menelan ludahnya ketika melihatnya dan langsung memegangi miliknya.
."hancurlah masa depan orang ini bagaimana nanti jika dia sadar, mungkin dia akan berteriak yang sangat kencang".
berbicara dalam pikirannya sabil menoleh melihat lusy yang masih berdiri di posisinya.
tampa bergerak sedikitpun petugas medis itu segera menunduk dan membantu petugas lainnya mengangkat tandu.
."apa semua petarung di sini hanya pandai berbicara saja, mengapa orang orang lemah seperti mereka dan kalian ada di sini ini membosankan, jika kalian mau kalinya bisa maju semuanya dan kuharap pertaruhkan seluruhnya di sini malam ini.
."hey kau gadis sombong kau hanya melawan petarung peringkat 20 mengapa kau begitu sombong menantang kami semua apa perkataan mu ini hanya buallan." ucap seorang petarung.
."ya benar......... ya benar........ benar sekali...... gadis bodoh...... jadi penghangat tanjung ku saja kenapa... hahahahah....
semua orang mencibir lusy. menganggap lusy perempuan idiot yang menantang semua petarung bahkan dewa petarung pun takkan mengatakan itu.
."hey katakan saja jika tak sanggup jangan hanya bicara sampah. jika kalian semua petarung terbaik yang ada di sini merasa mampu majulah semuanya aku ingin melihatnya apakah sesuai dengan ucapannya" provokasi lusy.
__ADS_1
."dasar anj.... ng tak tau diri jangan menyesali kata katamu, aku pertaruhkan seluruh aset ku untuk nyawamu..."
ucap salah satu petarung lainnya dan semuanya mulai melakukan hal yang sama.
."aku mempertaruhkan........ untuk kematian mu".
."sama aku mempertaruhkan........ untuk kematian mu".
."aku mempertaruhkan........ untuk kematian mu juga".
."aku juga mempertaruhkan........ untuk kematian mu".
sekitar 70 sampai delapan puluh dari wanita dan pria yang saling mempertaruhkan asetnya.
."aku mempertaruhkan seluruh aset milikku dan juga kartu bank ini". ucap lusy.
semua orang yang melihat itu terkejut seperti sedemikian detik dan kembali ramai. Karena siapa yang tidak tau dengan kartu bank yang di pegang oleh lusy.
kini satu persatu orang mulai turun setelah menyerahkan aset mereka mereka mulai mengitari lusy, memandang penuh dengan kerakusan. mereka berbicara di hati mereka masing masing, ada yang menyusun siasat, ada yang mengatur pelarian,setelah mendapatkan kartu bank nya, ada yang membuat kelompok.
wasit mulai menghitung dan... dan....
BERTARUNG....
semuanya mulai maju bergantian semua orang melakukan serangan. tapi lusy bergerak begitu indah seperti menari menghadapi mereka, karena bagi lusy manusia manusia di depannya ini sudah di anggap mati dari awal.
jadi lusy tak ingin membunuh orang mati, lusy hanya melumpuhkan mereka secara perlahan.
dan kini satu persatu mulai berjatuhan mereka yang gugur kini mulai bergeletakan tak sadarkan diri, setiap bagian tubuh dari mereka mengalami luka yang serius, dan itu akan sangat sulit untuk pulih.
kini tersisa 5 petarung terbaik yang masih berdiri dengan keringat yang membasahi seluruh tubuh mereka mereka benar benar di buat tak berkutik bahkan seluruh kemampuan dan kekuatan mereka sudah di kerahkan semuanya.
"nona kami berlima menyerah dan kau bisa mengambil semua aset milik kami kami akan mengikuti mu" ucap salah satu petarung mewakili keempat petarung".
__ADS_1
."apa kalian menyerah aku saja masih belum mengeluarkan kekuatanku pada kalian, kalian sudah menyerah setelah memamerkan kekuatan kalian. " ucap lusy dengan wajah di buat buat seakan akan kecewa.
."nona ini maafkan kami kami salah kami benar benar menyerah dan akan mengikuti mu". ucap salah satu dari mereka.
."hah baiklah aku memang membutuhkan banyak orang, tapi jika kalian bergabung denganku tidak pernah ada jalan kembali apa kalian benar ingin mengikuti ku. " ujar lusy menjelaskan.
."kami benar benar ingin mengikuti mu nona, nyawa kami adalah taruhannya kami bersumpah nona".
."ya aku hanya bisa menerima kalian dan kalian akan tau nanti. dan kau yang di sana hanya tinggal dirimu saja yang belum bertarung. "
semuanya tertuju ke pada seseorang yang duduk di kursinya dengan menyilang kan kakinya di pahanya.
."apa itu aku.... jika itu aku, aku mengakui kekalahan ku sekarang saja karena aku juga tak akan mampu melawan mu, mengakui ketidakmampuan diri lebih awal itu lebih baik. benarkan nona".
."hah iya terserah ayo kembali dan kalian berlima terbang lah ke negara k. kalian akan di sambut di sana semoga kalian bisa berkembang apa kalian mengerti."
."kami semua mengerti nona".
."lisan aku bawa mobil sendiri kau bisa kembali atau terserah dirimu saja".
."baik nona".
kini lusy sudah di dalam mobil mengemudikannya ke arah kafe seperti biasanya.
."huh untung saja aku di temukan oleh nona, aku jadi tau cara menikmati hidup nona segeralah kembali aku ingin bersamamu kembali. "
di kafe......
."hey nona apa masih sama seperti biasanya". ucap davi.
."ya seperti biasa saja davi, apakah kali ini bisa kau temani aku minum di sini". lusy
."tentu saja nona kau tamuku yang terhormat di sini. apapun untuk mu nona". ucap davi sumringah.
__ADS_1
."namaku lusy, kau bisa memanggilku lusy saja apa bisa. " ucap lusy se biasa mungkin walau dadanya sudah berdebar kencang.
."ehhh emmmmm itu bababbaiklah lululusy." dengan wajah polos yang lucu tapi menyimpan sesuatu di hati.