System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
66


__ADS_3

Seminggu kemudian kini ria sudah kembali ke negara J ria hanya menginap 3 hari di rumah sang ibu. dan juga dewa yang tak bisa terlalu lama meninggalkan perusahaan. karena itu merupakan perusahaan keluarga jadi harus keluargalah yang harus mengelolanya tak seperti perusahaan ria.


untuk lusy sendiri tak perlu di bahas dia hanya melakukan hal hal yang membosankan baginya setiap hari kadang hanya berlatih tanding dengan tua li. dan juga beberapa hari yang lalu lusy mengunjungi perusahaan di negara K. tentunya ketika lisan melihat lusy langsung saja heboh mulutnya yang lentur melontarkan kata kata seperti air bah yang tumpah ruah. tapi lusy biasa saja dan tidak merasa risih malah menurutnya lucu dan menghibur


kakek davis kini benar benar sudah jatuh segala cara dilakukannya tapi tak menuai hasil apa apa. situasinya benar bener buruk dia tak bisa berbuat apapun.


".aku benar benar hancur. apa yang harus ku katakan pada leluhur ku nanti".


kini sudah bersimpuh di lantai lemas mata sudah mulai menggantung ada iris hitam di bawah kelopak matanya kini benar benar menangis. tak lama suara dering ponsel terdengar tertulis anthon.


" halo tuan anthon apa ada masalah. "


" aku membatalkan acara pertunangan ini aku melihat sepertinya tak ada yang bisa di tolong lagi dari mu. hanya itu yang ingin ki sampaikan selamat tinggal. "


memutuskan panggilan begitu saja


" tuan tuan anthon tunggu bukankah kita telah sepakat tuan".


tapi tak ada jawaban.


" sialan sialan aku bodoh aku bodoh leluhur maafkan aku aku terlalu bodoh hingga menghancurkan bisnis keluarga. "


kesal menyesal sedih marah semuanya bercampur.


" kakek apa sekarang dirimu sudah mengerti lihatlah mereka tak ada satupun yang datang mengulurkan tangan padamu saat ini. lihat lah hasil dari keangkuhan dan keras kepalamu telah menyinggung orang yang salah. mereka hanya membekukan bisnis kita agar tak berjalan jika mereka ingin bahkan keluarga andreas bisa hilang dari dunia ini. apa kakek tau siapa mereka mereka adalah tuan dewa pemilik Z.A company dan nona Ria pemilik R.A company mereka dua raksasa tak tersentuh. "


" apa apa itu benar davis, jika itu benar betapa aku dibutakan oleh bisnis semu yang tak dapat ku lihat hasilnya. aku menyinggung dua raksasa itu dengan kejam, cucuku bisakah dirimu mendampingiku meminta maaf aku sungguh menyesal dan malu. "


" syukurlah jika kakek sudah bisa mengerti. kuharap kakek juga berubah tak seperti dulu lagi. "


" aku akan berubah cucuku aku sungguh malu jika aku harus berhadapan dengan leluhurku nanti. "


" ya, ayo besok akan aku antar kakek menemui mereka. "


sedangkan di negara k saat ini Adrian sedang duduk di bangku taman di sebelah nya alina. setelah jam kampus mereka memutuskan untuk jalan menggunakan motor milik Adrian.


" alina mengapa dirimu mengajakku jalan dan lagi menggunakan motor seperti milikku. apa dirimu akan baik baik saja. "

__ADS_1


sedikit merasa tak nyaman kasihan kepada alina yang biasa menaiki mobil kini beralih menaiki motor.


" tak ada alasan apapun untuk mengajakmu jalan aku hanya ingin, untuk motor aku tak merasa tak baik baik saja malah aku merasa senang dan bahagia, untuk orang lain biarkan saja toh ini hidupku jadi suka suka aku mau jalan dengan siapa menaiki apa mau pergi kemana, benar tidak. "


" ya kau benar alina tak semuanya harus di lihat dari status dan harga karena keduanya tak menentukan kebahagiaan seseorang. terkadang status kita tinggi kendaraan kita harganya selangit orang lain masih sakit hati sebaliknya pula jika status kita rendah dan tak memiliki harga orang lain masih sakit. "


" ya maka dari itu selama kita bahagia maka nikmatilah meski harus berbagi dalam satu piring. "


" wah sejak kapan kata kata bijak itu tercipta. "


" sejak mengenal seseorang yang menyikapi semua hal dengan bijak dengan kerendahan hati tampa merendahkan diri. "


itu dirimu Adrian


" hmm. siapakah gerangan mungkin kekasihmu alina. "


" aku berharap dia mau denganku dan menerimaku. "


" siapa yang mampu menolak mu alina bahkan jika dia buta sekalipun dia masih akan memilih dan menerimamu karena dirimu sempurna dan baik alina. "


" apakah benar ian, lalu apa dirimu mau dan bisa menerimaku. " alina


cup sebuah ciuman bibir yang lembut dingin dan basah telah terpaut di bibir Adrian


" benarkah ian apa kau mau menerimaku. " alina


" ya tentu tapi ap.... "


belum juga selesai alina sudah beraksi lagi, Adrian juga seorang lelaki jiwanya merasa tertantang jika tidak melawan apa kata dunia jadi rian sedikit membalas.


" rian aku menyukaimu apakah dirimu mau menjadi kekasihku. "


menghilangkan gengsi dan rasa malunya sebagai wanita yang meminta terlebih dahulu


" alina hidupku sulit mungkin dirimu menerimaku bagai mana dengan keluargamu. aku bisa menerimamu karena aku menyukaimu juga, tapi kita baru saja kenal apakah dirimu tak mau mengenalku dulu. "


" keluarga ya. dari kecil hingga sekarang aku berjalan berusaha sendiri tampa keluarga aku di buang oleh keluargaku hanya karena aku anak yang tak di inginkan. karena dalam keluarga anak pertama harus laki laki maka mereka membuang ku bersama ibuku dan kini ibuku telah tiada. jadi tak ada lagi keluarga. mengenalmu aku rasa sebentar saja sudah cukup tak perlu waktu lama untuk mengenalmu. "

__ADS_1


" hmmm kehidupan yang sulit dan dirimu melalui itu semua kau memang wanita super. "


" Adrian apa dirimu..... "


" jangan katakan apapun mulai saat ini detik ini dirimu wanitaku dan kekasihku. "


kemudian menautkan bibirnya di bibir alina. alina yang merasa menghangat segera beralih duduk di pangkuan adrian.


setelah beberapa saat " alina tak bisakah kau turun sana aku sungguh tersiksa. "


" apa yang menyiksamu bukankah setiap lelaki menyukainya. "


" ya aku menyukainya jika itu bisa berlanjut lebih serius. jika hanya sebatas ini, itu hanya akan membuatku tersiksa. apakah dirimu tak merasakan nya. "


alina pun memerah bagai mana pun itu tepat berada di tengah miliknya tentu sangat terasa karena itu sangat sensitif.


". entahlah coba ku gerakkan mungkin akan terasa. "


lalu alina pun menggerakkan kearah kanan dan kiri kemudian maju mundur.


" alina cukup aku lelaki normal jangan memancing ku hingga titik nol ini di luar mengertilah. "


alina hanya tersenyum wajahnya memerah dadanya berdegup kencang nafasnya kacau milik Adrian benar benar terasa di sana. segera alina turun kemudian duduk di samping Adrian mulai mengatur nafas dan menenangkan diri.


" alina tak kusangka dirimu begitu agresif jika ini di dalam ruangan mungkin hal itu sudah terjadi sekarang. "


" apa dirimu bisa melakukannya Adrian. "


"alina tentu saja aku bisa melakukannya apa lagi melakukan dengan keindahan sepertimu. tapi apa dirimu ingi menyerahkan itu padaku saat ini. "


" aku menjaganya agar tak tersentuh, jika dirimu menginginkannya aku akan memberikannya tanpa sarat Adrian. "


" alina kau gila semua perempuan menjaganya ingin di berikan saat malam pernikahan mereka dirimu ingin menyerahkan saat ini. "


" entah lah Adrian jika itu dirimu kurasa aku tak keberatan apakah dirimu menginginkannya ku lihat milikmu masih keras di sana. "


" alina hentikan. ayo pulang aku benar benar bisa melakukannya jika seperti ini terus bersamamu. "

__ADS_1


lalu menggandeng tangan Lina membawanya pergi.


__ADS_2