System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
74


__ADS_3

saat pagi hari di kediaman keluarga andreas semua berkumpul di ruang tamu mendengarkan cerita ria tentang mimpi semalam. masing masing dari mereka yang mendengar memiliki pemahaman berbeda tapi ada beberapa kesamaan. ada yang cemas takut terjadi sesuatu ada pula yang memberikan semangat mengatakan hanya bunga tidur jagan terlalu di pikirkan. ria sendiri hanya menerima semua tanggapan dan masukan yang di berikan oleh setiap orang. apa lagi sang ibu yang menunjukkan wajah penuh kekhawatiran. Adrian sendiri sebenarnya merasa kurang nyaman di hatinya ketika mendengar cerita kakaknya itu tapi kembali pada kenyataan kakaknya merupakan sosok terkuat di dunia ini jadi tak ada yang mampu mengusiknya menurut Adrian.


sedangkan untuk lusy dan davis masih di hotel jadi tidak mengetahui tentang mimpi ria.


saat semuanya sudah selesai satu persatu mulai kembali ria dewa dan ibu kembali bersama karena sang ibu masih ingin bersama ria. Adrian dan alina kembali ke negara k. mama dan papa dewa kembali masih melakukan perjalanan ingin mengunjungi suatu tempat.


di hotel tepat pada sore hari lusy mulai membuka matanya. melihat sekitar ternyata davis tidak ada di kamar kemudian menemukan sepucuk surat di sampingnya ketika hendak turun dari tempat tidur tak sengaja tersentuh tangan dari lusy.


" istri aku di bawah sedang memesankan mu makanan. "


lalu lusy hanya meletakkan kembali surat itu kemudian menuju kamar mandi dan sedikit berjalan aneh karena merasa di bagian miliknya bengkak.


." davis keterlaluan aku benar benar di buat kesulitan berjalan sepertinya malam ini aku akan minta libur saja. "


sudah berada di kamar mandi dan mulai menyiapkan air untuk berendam. "


tak lama setelah ria masuk kamar mandi davis datang bersama pelayan yang mendorong menu makanan, davis yang melihat lusy tidak ada di tempat terakhirnya davis berpikir jika berada di kamar mandi saat ini.


" oh sudah selesai rupanya. "


" silahkan masuk nona dan letakkan saja di meja. " ramah davis pada pelayan.


" ba.. ba.. ba.. ik tuan. "


pelayan itu gelagapan karena sedari tadi dia terus memperhatikan davis yang begitu tampan.


setelah pelayan itu meletakkan semua hidangan davis segera memintanya pergi.


."Terima kasih dirimu bisa pergi nona, nanti jika aku membutuhkan sesuatu aku akan memanggilmu lagi. "


" baik tuan jika seperti itu saya permisi. " ucap pelayan itu kemudian pergi dari sana.


beberapa saat kemudian lusy sudah keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan handuk, yang menutupi tubuh bagian atasnya hingga seperempat pahanya menimbulkan kesan menggoda.

__ADS_1


" davis dirimu sudah kembali. " menuju lemari pakaian


" iya aku kembali, aku membawakan mu makan, ayo kita makan lalu Berolahraga kembali. "


ucap davis kegirangan melihat lusy yang begitu menggoda.


" berhenti davis dirimu sudah melakukannya dua kali milikku masih terasa bengkak dan aku merasa tak nyaman ketika berjalan apa dirimu tak melihatnya. " tegas ria untuk menolak davis satu malam.


" hehehe baiklah maafkan aku aku begitu berhasrat melihatmu. aku akan mencoba mengendalikan diri. " sedikit kecewa tapi mencoba mengerti.


" Terima kasih telah mengerti ku. "


cup lusy mengecup pipi davis setelah selesai berpakaian kemudian menghampiri davis.


" apa yang tidak untukmu. akan kulakukan semuanya. selama dirimu tidak meminta bulan dan bintang untuk duduk di pangkuan mu. "


" wah ternyata suamiku ini pandai berkata manis ya. tunjukkan yang lainnya padaku apa lagi kemampuanmu sayang. " lusy


" wah wah.. istriku ternyata pandai menggoda ya. " balas davis


setelah itu keduanya melanjutkan makan dengan tenang dan nikmat.


di dalam pesawat saat dalam perjalanan pulang ria yang sedang tertidur lagi lagi bermimpi, kembali ke tempat serba putih tampa batas ria kembali bingung mengapa dia datang lagi ke tempat ini lagi.


" aku di sini lagi apa sebenarnya ini. "


ria tidak melakukan apa pun dia hanya diam di tempat.


waktu terus berjalan tapi masih saja ria tak bergerak.


" manusia. " suara yang tenang


" siapa di sana apa maksud ini semua ini mengapa aku selalu bermimpi tempat ini. "

__ADS_1


" belum waktunya untuk mu tau...kembalilah...


" jika belum waktunya mengapa aku selalu ketempat ini. "


" itu juga dirimu tak perlu tau....kembalilah .. "


tiba tiba saja ria tersadar saat pesawat mengalami turbulensi.


" tidurlah kembali sayang jika dirimu masih mengantuk. " ucap dewa


" tidak hubby aku sudah merasa lebih segar jadi tak perlu. " ucap ria


setengah jam kemudian pesawat sudah mendarat di bandara negara j kini ria, dewa dan ibunya sudah berada di dalam mobil yang memang sudah menunggu kedatangan ria dan yang lain


" maaf tuan dan nona apa kita langsung pulang ke kediaman atau ke tempat lain. "


" kita pulang saja sepertinya aku butuh istirahat. apa dirimu ingin mengunjungi sesuatu sayang. " dewa


" tidak aku pulang saja. " ria


" jadi kita pulang saja. " ucap dewa kepada sang supir.


" baik tuan. " ucap sang supir


di hotel..


" davis apakah menurutmu nona sudah kembali. " lusy


" mungkin saja sudah lagi pula di sini nona tak memiliki suatu hal yang harus di urus. " davis memberikan penjelasan.


" entah mengapa aku tiba tiba saja memikirkan nona. apa dia akan baik baik saja. " lusy


" melihat nona aku yakin dia baik baik saja kurasa tak kan ada yang mampu membuatnya terluka atau dalam bahaya. "

__ADS_1


jelasnya kepada lusy.


__ADS_2