
kembali ke garis awal penyerangan.
" hoo dewa dirimu begitu percaya diri, bagiku kau hanya kutu mudah sekali bagi ku menghancurkan mu"
ucap felix merendahkan.
" tak perlu bicara lagi ayo bertarung langsung."
ucap dewa berlari ke depan lalu melompat melakukan tendangan yang mengarah ke dada felix.
felix yang melihatnya tak menghindar malah sengaja membentangkan tangannya. saat tendangan itu sampai membuat felix terpental jauh kemudian bergeser beberapa meter berhenti setelah menabrak tembok bangunan.
."gila dia sudah berubah tak sama seperti dulu untung saja diriku memperkuat fisik selama beberapa bulan ini".
sambil memegangi dadanya dan bergumam di hatinya.
tidak ingin kalah felix juga melakukan serangan berupa tendangan yang mengarahkan tendangannya ke kepala dewa sebelah kiri. tapi dewa tak beranjak pergi menghindar, tepat ketika tendangan itu sampai tangan dewa sudah menepisnya lalu mencengkram kaki Felix dan menariknya lalu membantingnya ketanah dan menarik kembali kemudian melemparnya hingga menembus tembok.
Buuuuukkkkk.... suara bantungan
ssssreeeeeeet..... suara gesekan
duuuuuaaaarr.... suara tabrakan tubuh felix menembus tembok.
" sial ternyata aku terlalu meremehkan mu, kali ini aku akan serius dengan mu dewa."
berlari ke arah dewa dengan cepat melakukan pukulan tepat mengenai perut dewa kemudian pukulan kedua mengenai pipi dewa dan yang terakhir ada lah tendangan memutar yang mengenai dada dewa yang membuat dewa terdorong mundur beberapa meter.
."dewa tertawa apa ini pukulan ini seperti usapan lembut wanita ular".
ucap dewa mengejek pukulan felix.
__ADS_1
di kubu lusy, dia begitu santai menghadapi musuhnya walau lusy di serang secara bertubi tubi.
."apa ini kekuatan asisten mengapa begitu lemah biar ku tunjukan apa itu serangan".
ucap lusy melayangkan pukulan tepat mengenai dada asisten pertama membuatnya terdorong dan muntah darah.
buuuuuuaaaahhk.... memuntahkan darah
"sialan pukulan apa itu tadi begitu kuat jika aku terkena dua kali lagi di tempat yang sama aku yakin aku pasti mati"
" apa apa kau sedang memikirkan mati. tenang saja itu pasti terjadi".
dengan secepat kilat lusy bergerak melakukan serangan beruntun kepada asisten satu membuat asisten satu terpental dan terluka parah.
" gadis sialan mengapa kau begitu kuat"
ucap asisten satu yang sudah frustasi tak mampu menahan serangan lusy.
setelah itu lusy menggunakan energi dalamnya mengangkat asisten satu. lalu memulai meremukkan satu persatu setiap bagian tubuhnya teriakan teriakan pilu penuh kesakitan.di teriakkan oleh asisten satu itu membuat orang yang melihat lusy seperti psikopat yang handal dan sudah sering melakukannya.
" mati dan tunggulah tuan mu di pintu neraka" lalu lusy meledakkan tubuh orang itu.
di sisi lainnya juga tak kalah seru karena pak tua li senang sekali mempermainkan seseorang orang di pertarungan, ia membuat asisten dua kelelahan karena terus menerus melakukan serangan tapi tak ada satupun yang menyentuhnya bahkan bajunya tua li masih rapi putih bersih.
"aku pikir aku sudah bertemu dengan musuh yang sulit karena kau sudah menjadi asisten tapi ternyata hanya katak dalam sumur yang masih belajar menyusu"
hardik tua li pada asisten dua.
"aaaaaaa dasar orang tua bajingan jika kau memiliki kemampuan serang aku. "
ucap asisten dua yang di penuhi kemarahan tapi kelelahan.
__ADS_1
" baiklah aku kabulkan kuharap kau terhibur "
lalu tua li melakukan teknik ilusi pada asisten dua. tua li membuat ilusi siksaan yang kejam yang bisa menguras dan memeras mental seseorang, bukan hanya gila tapi mati mengenaskan.
dan benar saja tak membutuhkan waktu lama orang itu sudah putih pucat cahaya kehidupannya meredup dan pada akhirnya terjatuh lalu mati tampa melakukan apapun.
" apa siksaan di sana begitu kejam ya mengapa dia begitu cepat mati. "
ucap tua li yang merasa terluka cepat tapi dia tak tau bahwa di sana begitu lama badi asisten ke dua.
di tempat lain juga pertarungan begitu pecah sudah banyak korban jatuh dari pihak musuh.
karena keterampilan bertarung mereka yang lemah sedangkan di pihak Sekutu hanya orang orang dewa yang mulai berjatuhan. karena tak memiliki kemampuan yang sama dengan musuh.
saling pukul saling tusuk saling tendang saling mengadu kekuatan energi semuanya pecah bercampur bau darah begitu terasa di manapun di lokasi pertarungan sudah bisa di lihat kini situasi sedang berat sebelah karena orang orang dari pihak musuh berkurang terlalu cepat.
kembali pada pertarungan dewa dan felix entah sudah berapa banyak mereka berdua beradu pukulan kini felix sudah babak belur dan mulutnya mengeluarkan darah sedangkan dewa tidak separah felix dia masih berdiri kokoh tidak bergetar sama sekali.
" kau sudah hebat ya sekarang mampu mendorong ku mundur hingga ke titik ini sungguh luar biasa tapi itu masih belum cukup untuk mengalahkan ku. "
ucap felix dengan suara yang berat
" aku tak butuh omong kosong mu itu aku hanya ingin membunuhmu karena kau telah mengusik ketenangan ku"
ucap dewa datar namun tegas menunjukkan sosok seorang pemimpin.
" kau, membunuhku, itu tidak akan pernah sampai bahkan dirimu hanya membuatku luka ringan seperti ini yang begitu cepat pulih, masih ingin membunuhku hahahahaha apa dirimu begitu bodoh.
dewa hanya tersenyum dia juga bisa memulihkan dirinya dengan cepat.
."dasar bodoh kau pikir hanya dirimu yang bisa aku juga bisa."
__ADS_1