System Pemandu Kehidupan

System Pemandu Kehidupan
BAB 34


__ADS_3

."silahkan lusy, hati hati ini masih terlalu panas untukmu" ucap davis gugup.


" terimakasih davis, mengapa kau begitu kaku setelah memanggilku dengan nama ku " ucap lusy menggoda.


" iiiitu aku sebenarnya baru pertama kali dekat dengan seorang perempuan selain ibuku, apa lagi perempuan secantik dirimu lusy"


dengan suara gelagapan dan tertunduk.


" oh jika aku membuatmu merasa tak nyaman aku akan pergi saja maaf".


ucap lusy semakin menggoda davis


"ehhh itu aku aku tidak apa aku suka dekat denganmu lusy yang tak melihat status ku yang hanya pelayan restoran ini."


elak davis.


" aku tak melihat siapapun dari status karena status bukan ketentuan, tapi status bisa di rubah jika orang itu benar benar ingin merubahnya. aku hanya melihat apa orang itu baik atau jahat selebihnya aku tak perduli. itulah yang aku pelajari dari nona ku selama ini. "


ucap lusy menjelaskan.


" oh kau orang baik lusy aku suka bersamamu. dan siapa nona mu itu yang sudah menjadikan mu menjadi seseorang yang berkarakter tinggi tapi tak merendahkan orang.


Penasaran davis


" itu aku tak bisa mengatakan tampa persetujuannya. maaf "


ucap lusy


" oh tidak apa lusy aku mengerti"


ucap davis

__ADS_1


akhirnya mereka berbicara banyak walau davis begitu kaku, terlihat memang davis seperti tak terlalu sering bersinggungan dengan wanita. tapi lusy bukan lusy yang dulu dia mengetahui bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh davis. tapi itu tak membuat lusy bergerak untuk menyelidikinya dia hanya menunggu saja karena lusy tau davis orang yang baik. lusy tau apa yang di pikirkan oleh davis. tapi lusy membiarkan saja karena hatinya menolak untuk melakukan apapun pada davis,


SATU BULAN BERLALU


" nona ada kabar baik untukmu dan buruk untukku, kau tau nona dewa pembalap dan raja jalanan mencari mu mereka menantang mu malam ini di jalur puncak A. itu kabar baik untuk mu nona dan buruk untuk ku" ucap lisan seperti orang yang sedang buruk sekali.


" itu memang kabar yang baik untukku akhirnya mereka mencari ku juga setelah banyak para cecunguk cecunguknya yang kalah, lisan apa buruknya untukmu apa mereka mengancam mu. "


ucap lusy senang dan bertanya.


" nona itu buruk karena mereka berdua merupakan pembalap yang penuh dengan trik gila untuk menang, aku takut terjadi sesuatu kepadamu jika itu hanya mobil yang rusak nona bisa membelinya tapi jika nona yang kenapa kenapa bagai mana denganku nona.


siapa yang akan mengurus ku. selain ibu hanya dirimu yang memperlakukan ku selayaknya manusia walaupun aku mengikuti mu".


ucap lisan jujur dan penuh kesedihan.


" dasar bocah aku pikir kenapa, aku akan baik baik saja mereka itu orang bodoh yang sedang menyapa malaikat maut. jadi kau tak perlu khawatir ok. dan buang jauh jauh wajah jelek mu itu aku ingin muntah melihatnya pergi sana".


" aih nona mengapa kau begitu jahat kepadaku apa kau tak tersentuh dengan kata kataku ini. " ucap lisan berpura pura kecewa.


" lisan pergilah sekarang dan bawa ke bengkel seperti biasa mobil itu dan minta kepada mereka bahwa aku meminta upgrade yang paling maximal untuk mobilku kali ini apa kau mengerti lisan". datar dan dingin


" itu baiklah nona aku pergi sekarang." lisan sudah merinding mendengar ucapan lusy walau singkat itu seperti waktu yang di perlambat dan udara di sekitar ditekan hingga terasa begitu berat


sudah satu bulan lusy melewatinya dengan balapan dan bertarung di semua tempat yang ilegal dan legal. sering juga lusy ke kafe sekedar untuk melihat davis, entah apa yang membuatnya begitu tertarik dan merasa tidak nyaman jika tak bertemu atau melihat wajahnya. sedangkan orang yang lusy pikirkan itu biasa saja alias tidak peka sama sekali tapi terkadang suka tersenyum sendiri ketika mengingat wajah lusy.


pukul 12 malam di jalur puncak A lusy baru tiba bersama dengan lisan. tapi yang aneh adalah lisan buru buru keluar lalu muntah, ya kalian pasti tau siapa lagi yang membuatnya seperti itu adalah lusy, karena kali ini lusy yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata yang biasa di lalui oleh lisan.


."nona kau gila lain kali jika dirimu lagi yang menyetir aku tak ikut denganmu lagi".


dengan wajah yang pucat kaki yang gemetar keringat dingin yang membanjiri wajahnya.

__ADS_1


" lisan kau cupu sekali apa itu tadi begitu cepat aku rasa itu masih terlalu lambat untukku. " ucap lusy santai


semua orang memperhatikan keduanya dengan wajah yang berbeda beda hingga mereka terpecah dengan suara seorang yang begitu dingin.


" hey kau...... apa kau orang yang kami cari siapa nama mu" ucap sang dewa balapan


lusy menoleh sebentar lalu menoleh kembali ke pada lisan.


Lisan yang mengerti segera angkat bicara.


."tuan hei cong ( dewa balapan) ini orang yang kalian cari kalau nama itu tak perlu tau yang perlu taun ketahui nona ku ini tak suka basa basi jika ingin balapan segera lakukan saja dan tentukan taruhan dan cara mainnya".


" sombong apa kau tak tau siapa kami, han sing ( raja balapan) apa kau pikir kami ini cecunguk yang sudah gadis ini kalahkan.


" oh tuan han sing kau rupanya maaf tak menyapamu, aku harap perhalu lah kata katamu jika masih ingin sampai di garis finis nanti".


sambil melihat wajah lusy yang menyeringai mengerikan.


" hooo ada ancaman rupanya apa kau pikir aku takut hanya gadis cantik saja tak akan ku berikan kelembutan sama sekali padanya.


" hey kalian berdua orang bodoh kalian ingin balapan atau hanya mengoceh saja, aku tak suka orang mati seperti kalian banyak bicara mengerti. pergi dan pulanglah hangatkan saja susu wanita mu itu agar tak mengucapkan kata kata sampah".


ucap lusy datar dan terkesan merendahkan.


" dasar wanita jalan akan ku buat kau memuntahkan darah hingga tak bisa bicara lagi." ucap raja balapan


" hey wanita ****** jangan menyesali kata katamu karena telah memprovokasi kami, mari tentukan taruhan.


kini semuanya telah menaruh taruhan masing masing dan kali ini berimbang tidak ada berat sebelah lagi.


peraturan balapan kali ini berbeda salah satu tangan harus di ikat di setir mobil dan balapan ini adalah hidup dan mati tak ada aturan untuk menang.

__ADS_1


lusy hanya tersenyum setuju. karena di pikirannya orang bodoh ini terlalu percaya diri mereka belum tau bahwa malaikat maut sudah mengutus lusy untuk menjemput mereka kali ini jadi tidak ada kata kata kembali dan menyesal setelah ini.


__ADS_2