
" apa yang kau katakan sayang kita akan selamanya bersama, hidup bersama makan matipun kita bersama sayang," ucap dewa lembut
"ya semoga, aku sangat mencintai mu hubby aku tak ingin kehilanganmu. aku ingin membesarkan anak anak kita bersama. "
" ya... maka itulah yang akan terjadi sayang
......................
DUA HARI berlalu
kini lusy mengemudikan mobilnya menuju arah kafe, semenjak kepergiannya setelah menyerahkan buku kepada davis lusy merasakan sesuatu yang tak nyaman di hatinya. dan selama beberapa hari ini perasaan itu juga masih terasa jadi lusy memutuskan untuk mengunjungi nya
tapi setelah tiba di sana lusy melihat jika kafe tutup dan lusy menggunakan resepsinya tidak merasakan keberadaan davis di sejauh 100 km.
" di mana davis apa dia pergi dari negara ini."
lusy segera melakukan panggilan.
" lakukan peretasan CCTV di sekitar jalan Ab selama 3 hari terakhir yang utama kafe Andres."
lalu memutuskan panggilan tersebut. tak butuh waktu lama sebuah video masuk ke smartphone milik lusy. menunjukkan video davis yang sedang di gotong kedalam mobil oleh beberapa orang. lalu lusy memeriksa plat nomor mobil tersebut lalu mengirim pesan suara
" periksa plat nomor itu aku butuh secepatnya".
tak butuh waktu lama sebuah data masuk kembali. mobil tersebut berasal dari negara A dan pemiliknya adalah keluarga Andreas.
."hemmm sepertinya dirimu di paksa pulang, baiklah aku akan menunggumu"
ucap lusy lalu melajukan mobilnya kembali kearah lain.
panggilan 📞........
" nona apa dirimu masih menerima tantangan. dia berasal dari negara A dia datang kesini menantang siapa saja." ucapan lisan kepada lusy.
__ADS_1
" karena suasana hatiku sedang buruk aku akan datang tunggulah di sana, dan dapatkan taruhan yang tinggi jika tidak pergi saja buang buang waktu." jelas lusy singkat.
" baik nona serahkan itu padaku aku akan melakukannya dengan baik. lalu memutuskan panggilan
kini lusy sedang duduk di tempat di mana terakhir kali dirinya dan davis bertemu. lusy mengingat semua kejadian kejadian saat bersama davis
di pulau terpencil di tempat Ria dan dewa berada.
" hubby berhentilah aku sudah lelah kau sudah melakukannya kesekian kalinya. apa dirimu lupa jika sekarang sudah ada malaikat kecil di dalam perutku. "
ucap lusy menghentikan dewa.
" ahk maaf sayang dirimu sungguh menggoda diriku sungguh tak sanggup menahan, itu.... hehe aku sedikit lupa barusan, tapi kali ini aku berjanji ini tidak akan terulang kembali. "
" ya itu lebih baik semoga dirimu bisa menepatinya, kasihan anak kita jika dady nya tak bisa menahan diri. "
" sayang kau begitu kejam" ucap dewa pada Ria lalu " malaikat kecil dady maafkan dady ya dady akan menjadi dady yang baik kali ini jadi kalian tenang saja."
malam hari di arena pertarungan seorang lelaki masih terlihat muda dangan tubuh tegak badan berotot, berdiri di sisi ring siap utuk bertarung.
" apa orang ini yang ingin bertarung, aku rasa tak perlu aku yang melawannya dirimu saja dengan sedikit usaha sudah cukup mengalahkannya lisan"
ucap lusy kepada lisan yang sudah menjadi murid langsungnya.
" itu aku tidak ingin bertarung dengannya nona itu milikmu saja. dia bertaruh akan menjadi an.. ng setia siapa saja yang bisa mengalahkannya. saat ini aku tak butuh itu nona." jelas lisan terhadap lusy
" sebenarnya aku tak butuh orang lagi tapi jika dia memaksa apa boleh buat."
tampa rasa bersalah mengatakannya
"oh jadi dirimu yang datang dari jauh hanya untuk bertarung dengan setiap petarung di seluruh negri ini.
ucap lusy
__ADS_1
" apa diri mu wanita yang di sebut dewi kematian. aku melihat dirimu bukanlah seorang yang hebat mungkin mereka saja yang lemah. "
ucap penantang itu
" ya bisa di katakan mereka yang terlalu lemah. tapi aku melihat dirimu tiada beda dengan mereka, jangankan aku bahkan orang ku yang di sana itu sudah mampu mengalahkan mu tapi karena dirimu mencari ku maka biar aku yang mengalahkan mu dengan cepat. "
" kau terlalu meremehkan ku nona bahkan sampai membandingkan diriku dengan orang mu asal kau tau aku adalah salah satu murid terbaik dari perguruan tapak pembunuh harimau di negara A."
" ya buktikan lah jangan buat dirimu bertambah malu dan Perguruan mu yang kau banggakan itu segera tentukan taruhannya kemudian bertarung. "
suara lusy yang begitu merendahkan musuhnya.
" nona kau terlalu meninggikan dirimu baiklah karena sudah begini taruhannya adalah hidup dan mati dan malam ini harus ada yang mati jika tidak maka ini tidak sah"
ucapnya begitu tegas percaya diri
lusy tersenyum lalu mengangguk mengatakan
" setuju"
secara singkat
ketika wasit sudah mengatakan bertarung, maka penantang itu maju dengan cepat menyiapkan sebuah pukulan ke arah wajah lusy tapi lusy hanya tersenyum dan bergumam " apa orang lambat sepertimu masih mengatai aku terlalu meninggi sungguh bodoh" lusy menangkap pukulan itu lalu mencengkram nya kemudian tangan satunya bersikap sepeti mendorong dan ketika menyentuh orang itu, langsung terpental mundur hingga ke pinggir ring.
" dia hanya menangkap serangan ku kemudian mendorongku pelan tapi aku sampai terpental seperti ini, apa lagi pukulannya mungkin aku bisa mati sekali pukul"
kemudian menarik nafas dalam dan mulai melakukan gerakan aneh yang begitu terampil dan secara pelan dan kemudian bersikap bertarung lagi.
" hemm akhirnya menggunakan kemampuan aslinya juga"
senyum lusy yang sudah mengetahuinya.
kemudian orang itu maju dengan serangan telapak tangan terbuka. jika orang melihatnya itu hanya serangan biasa. tapi di mata lusy berbeda sebenarnya secara kasat mata di sana terdapat energi yang begitu panas yang jika terkena akan merasakan sakit. yang teramat hingga bisa menyebabkan kematian, ketika serangan tiba lusy juga mengarahkan telapak tangannya hingga itu saling beradu dan menimbulkan hembusan angin. tapi tak berhenti di situ saja orang itu mulai melakukan serangan lain mengarah ke wajah lusy. tapi lusy menepis nya hingga mengenai udara kosong dengan sangat cepat lusy kembali menepuk dada orang itu kembali orang itu terpental mundur.
__ADS_1
"ini aku masih terpental lagi dan wanita itu masih berdiri di posisinya. apa dia benar begitu kuat"