
...****************...
SATU BULAN KEMUDIAN
" sayang apa hari ini kita akan kembali, apa tidak sebaiknya kita tinggal di sini aku sedikit merasa betah di sini" ucap dewa
" ya kita kembali sekarang saja hubby aku mengatakan hanya sebulan. dan itu hanya alasanmu saja hubby mengatakan betah. sebenarnya dirimu merasa bebas menyentuh meraba mencumbu ku dan melakukan nya bebas tampa memikirkan apa pun iyakan...." jelas ria dengan sangat percaya diri.
"istriku memang luar biasa, sudah bisa menebaknya.
tangannya menarik ria ke sisinya membuat ria ada dalam dekapan dewa kemudian tangan aktif dewa sudah bergerak dan seruan nafas hangat sudah ada di tengkuk ria membuatnya menegang pikirannya melayang tinggi." ya kalian sudah paham akan sifat dewa kepada ria jika berhubungan dengan ria, ya terjadilah pergulatan selama beberapa waktu. kira kira sejaman gitulah.
...----------------...
lusy sendiri masih berharap davis kembai, dari yang di dapatnya dari tua Li mengatakan davis di kurung agar tidak keluar lagi dari kediamannya.
" davis butuh berapa lama lagi dirimu datang, tidakkah dirimu merasakan juga apa yang kurasakan, apakah dirimu gagal mempelajari buku itu tapi batinku sudah tak merasakan keberadaannya itu menunjukkan jika dirimu sudah berhasil davis, sebenarnya apa lagi yang dirimu tunggu. segeralah datang karena nona juga akan kembali jadi dirimu bisa bertemu dengannya. tapi satu hal yang harus dirimu tau aku akan selalu disisi nona dan jika dirimu tak menerimanya maaf meski berat aku akan meninggalkanmu"
...----------------...
di kediaman andreas di dalam kamar davis, kini davis mulai membuka matanya dan tersenyum.
" lusy tunggulah saatnya sudah tiba kuharap dirimu selamat dan sedang menungguku"
__ADS_1
lalu davis bangkit menuju kamar mandi
di depan pintu begitu setia berdiri seorang han dong dengan tegap, dia tidak pernah sedikitpun meninggalkan tempat kecuali itu memang hal yang mendesak.
" ini sudah satu bulan dan tuan muda tak pernah sedikitpun melakukan pergerakan melawan, dia selalu tenang di dalam kamarnya sebenarnya apa yang sedang dilakukannya mengapa setiap harinya tekanan di sekitar kamar tuan muda selalu berbeda. "
kini davis sudah berpakaian rapi mengenakan tas punggung berisi beberapa pakaian dan kartu bank hasil dari kafenya. dia tersenyum
."terimakasih lusy sudah memberiku kemampuan ini, tunggulah aku dalam beberapa hari aku akan benar benar datang padamu".
lalu davis mendekat ke pintu davis tau pintu itu di kunci dan dia juga tau pamannya itu masih berdiri di depan pintu. kemudian davis memusatkan pikirannya ke arah kunci pintu. tak butuh waktu lama suara ledakan kecil berasal dari kunci pintu menandakan sudah rusak davis langsung membukanya.
di luar han dong terkejut dengan suara ledakan dari arah pintu kamar tuan mudanya segera menoleh, ketika menoleh betapa terkejutnya melihat perubahan dari tuan mudanya yang secara drastis itu dari mulai tinggi badan, ke tegapannya, goresan wajah yang sempurna, aura yang kuat memancar dari tubuhnya membuat siapa saja tidak tahan memandang terlalu lama.
han dong yang tergagap dan merasa merinding menatap tuan mudanya itu membuatnya menunduk ketika selesai berbicara.
" tak perlu bertanya paman menyingkir lah dari jalanku aku tak ingin membuatmu susah, jadi diam lah di sana biarkan aku pergi"
" tatatatapi tuan muda bababagaimana aku menghadapi tuan besar nanti aku tak memiliki keberanian.. "
" paman seorang petarung yang hebat entah sudah berpartisipasi banyak yang paman melalui rasa sakit jadi kali ini aku ingin memberinya sedikit untuk paman menghadap kakek".
kemudian dewa melangkahkan kakinya ke depan dan sudah tepat di depan han dong
__ADS_1
" maksud tuan muda... "
tapi han dong tak menduga jika davis sudah di depannya matanya masih melihat davis baru melangkah kakinya selangkah. dan davis hanya menyentuh dada han dong kemudian sedikit menghentak nya membuat han dong terdorong menabrak diding, memuntahkan darah kemudian pingsan.
kini davis memasuki kamar ibunya di lantai dua. davis melihat ibunya masih tertidur dan meringkuk di dalam selimut. davis memperhatikan ibunya masih terlihat cantik meski sudah cukup berumur. lalu davis mendekat dan duduk di tepi tempat tidur ibunya.
detik berikutnya karena ibu davis merasakan keberadaan seseorang segera membuka matanya dan melihat itu davis. itu membuatnya terkejut bagaimana bisa dia berada di kamarnya bukankah han dong senantiasa berdiri di depan kamarnya. tampa berfikir dia segera menyingkap selimut yang menutupinya. itu menunjukkan tubuh yang sempurna dengan pakaian yang sangat terbuka. tapi ibu davis biasa saja karena masih menganggap davis anaknya yang masih kecil. davis pun biasa saja tidak ada gejolak apa pun dalam dirinya.
dia hanya bergumam
" ayah sungguh beruntung mendapatkan ibu, karena ibu begitu cantik dan sempurna dan aku rasa ibu pandai menyenangkan suami"
"davis mengapa kamu bengong menatap ibu apa kamu sedang memikirkan hal jorok di pikiranmu tentang ibu. "
" eh tidak kok, aku hanya berfikir jika ayah begitu beruntung mendapatkan ibu"
" oh ya ayahmu mengatakan itu setiap malam pada ibu jadi ibu tidak terlalu memikirkannya, sekarang yang menjadi pertanyaan, bagai mana dirimu keluar dari kamarmu, dan mengapa dirimu di kamar ibu,"
ucap sang ibu sambil mengganti pakaian luarnya di depan davis.
" bagai mana aku keluar itu tidak penting tujuanku saat ini adalah meminta izin dari ibu, aku ingin keluar dari rumah ini dan ingin menjemput menantu untuk ibu apa itu boleh" ucap davis sembari menatap ibunya yang berganti pakaian dan memikirkan lusy mungkin lusy akan seperti ibunya nanti.
" apa menantu kamu serius davis jangan bercanda dengan ibu jika itu hanya alasanmu untuk keluar dari rumah ini".
__ADS_1
ucap Ibu davis yang terkejut pada davis dan dia juga mulai sadar dengan tindakan dirinya yang berpakaian terbuka dan mengganti pakaian di depan davis